Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 39


__ADS_3

"Sebaiknya kita langsung membahas pekerjaan nya saja pak." ucap Vincent langsung.


Dia sangat kesal karena tatapan rekan nya kepada Kania.


Kania ikut duduk di samping Vincent.


"Ternyata begini yah rasanya jadi pengusaha dan bos, walaupun cukup Sibuk namun setiap hari datang ke tempat yang berbeda dan sangat bagus-bagus," batin Kania.


Kania bosan menunggu Vincent membahas pekerjaan yang tidak dia pahami sama sekali. Dia mau pergi namun Vincent menahan tangan Kania.


Kania tidak bisa marah karena banyak orang dia mendengar kan semua pekerjaan Vincent sampai selesai sampai dia merasa jenuh.


Tiga jam kemudian akhirnya selesai dan rekan Vincent pamit pulang.


"Senang bisa bertemu langsung dengan Bapak dan juga Kania."


Vincent tersenyum Kania juga tersenyum sangat ramah.


"Kalau ada waktu sesekali datang lah ke rumah saya,"


Vincent menginyakan agar pria itu cepat pergi.


"Kamu kenapa senyum-senyum kepada Pria tua seperti itu?" tanya Vincent tiba-tiba.


Kania memasang wajah bingung.


"Aku hanya bersikap ramah saja, bukan nya kalau aku sudah bekerja pria tadi menjadi rekan kerja ku juga?"


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Saya akan memilih orang-orang yang bisa bertemu dengan kamu."


"Huff dasar posesif!"


"Saya serius! Hapus nomor pria tua itu. Dia bukan menginginkan kamu menjadi menantu nya melainkan menjadi istri nya."


"Mengatai orang lain tua Tampa sadar diri nya sudah kepala tiga namun jomblo!"


"Kania..." Vincent mengejar Kania.


Kania tertawa sambil terus berlari agar Vincent tidak menangkap nya.


"Aku tidak menyangka di sini ada pemandangan yang sangat bagus sekali."


Kania dan Vincent sampai di lantai paling tinggi dan pemandangan cukup bagus dari sana.


Vincent berdiri di samping Kania.


"Selanjutnya jadwal Paman ke mana? Aku ingin mendatangi tempat yang baru."


Vincent melihat jam nya.


"Apa kamu yakin mau ikut? saya takut kamu kelelahan karena saya bekerja sampai malam."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku akan menemani paman."


Vincent tersenyum.


"Kalau bisa memilih saya ingin kita tinggal di rumah menikmati waktu bersama," ucap Vincent.


"Maksud nya? Menikmati waktu bersama itu hanya untuk pasangan kekasih."

__ADS_1


Vincent menghela nafas panjang. "Baiklah saya minta maaf karena kita akan pernah menjadi kekasih."


Tidak terasa hari semakin malam, Kania sudah sangat bosan dia berkeliling untuk mencari hiburan.


Waktu nya kembali ke rumah karena pekerjaan Vincent sudah selesai.


"Kaki ku sangat pegal sekali, aku sangat lelah harus berjalan dan berdiri sepanjang waktu dan pinggang ku sangat sakit."


Kania sampai di rumah mengeluh tanpa henti.


Vincent menatap Kania.


"Saya sudah bilang kamu tidak perlu ikut namun sekarang kamu mengeluh."


"Judes banget sih? Ya lagian paman gak ngomong kalau bakalan memeriksa proyek seperti ini."


Vincent langsung masuk ke kamar mandi mengabaikan Kania.


Kania memijit-mijit kaki nya.


"Tapi tidak apa-apa deh, di luar sana aku bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan juga Tampan. Aku harus lebih giat lagi belajar agar aku bisa bertemu dengan mereka lagi."


Tidak beberapa lama Vincent keluar dari kamar mandi dan melihat Kania sedang Memijit-mijit kaki nya.


"Apa yang paman lakukan?"


Kania kaget karena Vincent mengangkat kaki Kania di paha nya dan mengoleskan obat.


"Besok kamu tidak perlu ikut."


"Tapi..."


"Jangan keras kepala Kania!"


"Paman kesal karena aku merepotkan Paman yah?" tanya Kania. Vincent tidak menjawab nya.


"Pergi lah mandi dan setelah itu istirahat."


Vincent berbaring ke tempat tidur karena dia sudah sangat lelah sekali bahkan untuk berbicara saja dia sudah sangat malas.


Kania melihat Vincent.


"Ternyata Paman bekerja seperti ini di sini? Dia terlihat sangat lelah di tambah lagi aku yang membuat nya kerepotan," batin Kania.


Kania tidak berani mengganggu dia membiarkan Vincent tidur.


Keesokan paginya Kania bangun tidak melihat Vincent di kamar, dia mencari keluar namun tidak ada.


Dia melihat makanan di atas meja.


"Saya berangkat bekerja lebih awal, kamu jangan lupa sarapan."


"Paman!!!! Dia sengaja meninggalkan aku di sini, dia pikir aku gak tau di mana perusahaan nya? Aku tidak akan membiarkan Paman lepas dari pengawasan ku."


"Di tambah lagi dia bertemu dengan wanita yang bernama Tia itu!"


Kania langsung makan dan setelah itu berangkat ke kantor Vincent.


Dia sampai di depan perusahaan.


"Wahh pantesan saja PT ini sangat menguntungkan, di sini sangat ramai dan juga sangat besar," ucap Kania.


Dia masuk ke dalam dan kebetulan sekali Vincent beserta bodyguard nya lewat dan melihat Kania di sana.

__ADS_1



Kania langsung memberikan senyuman manis ketika Vincent menyadari dia di sana.


"Siapa wanita cantik itu? Lihat lah dari barang-barang nya dan penampilan nya seperti nya bukan orang biasa," ucap para Staf.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Vincent.



Vincent mendekati Kania.


"Aku...."


"Saya sudah bilang agar kamu tunggu saja di apartemen."


"Aku bosan di apartemen terus, aku mau keluar jalan-jalan."


"Saya akan ke lapangan hari ini, kamu tidak bisa ikut."


"Baiklah aku akan menunggu di sini."


Vincent menghela nafas panjang.


Dia langsung pergi dengan anggota nya sementara Kania tinggal di sana sendirian.


Tidak beberapa lama Tia lewat.


"Eh Kania kamu di sini?"


Kania mengangguk.


"Kalau begitu saya permisi dulu yah, pak Vincent sudah menunggu saya."


Kania menatap sinis.


"Jangan berharap kamu bisa mendekati paman ku."


Kania sudah tau niat Tia kepada paman nya seperti apa.


Kania sudah sangat jenuh hanya duduk di perusahaan. Dia menunggu balasan pesan dari Vincent karena dia bertanya kapan akan pulang.


"Kalau aku tau Paman Vincent mengabaikan ku seperti ini, sebaik nya aku tidak perlu datang."


Kania kesal dia langsung pergi karena sudah beberapa kali menelpon Vincent tidak di jawab.


Kania jalan-jalan sendirian karena teman di sana cukup bagus untuk berfoto.



Kania berjalan-jalan sampai dia menemukan Cafe untuk minum.


"Aku kesal sama paman, aku berfikir kalau aku datang paman akan senang namun ternyata pekerjaan nya lebih penting."


"Lagian aku sendiri kenapa harus datang ke sini sih? Aku sudah mengatakan kalau aku tidak mencintai nya lagi, namun sekarang kenapa aku harus cemburu melihat nya di dekati perempuan?"


"Bukan nya itu bagus? Dia memiliki pasangan dan segera menikah agar tidak menggangu aku lagi?"


Vincent baru saja selesai bekerja dia mencari Handphone nya namun tidak ada di saku nya dia baru ingat kalau handphone nya ketinggalan di dalam mobil.


Dia langsung mengambil dan melihat pesan dan panggilan dari Kania.


"Aiss bagaimana aku bisa lupa dengan handphone ku, Kania akan ngambek kalau seperti ini."

__ADS_1


Vincent sangat takut.


__ADS_2