Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 91


__ADS_3

Vincent tidak mempermasalahkan nya, karena itu dia bisa bebas menghubungi Kania.


Vincent menelpon Kania.


"Halo Kania, kamu sedang di mana? kenapa kamu sangat lama menjawab telpon saya?" tanya Vincent.


"Aku sedang di rumah keluarga Tomi," ucap Kania.


"Kenapa kamu bisa di sana?" tanya Vincent.


"Ada acara keluarga, aku akan menghubungi Paman nanti," ucap nya dan langsung mematikan sambungan telepon membuat Vincent menghela nafas kesal.


"Setiap di telpon kalau tidak bersama Tomi, ada pekerjaan, dia sungguh menyibukkan diri dengan urusan sendiri," ucap Vincent.


"Awas saja kalau dia berani macem-macem," ucap nya dengan sangat kesal.


Keesokan harinya...


"Permisi..." Fani masuk ke ruangan Tomi.


"Ada apa?" tanya Tomi kepada Fani.


"Aku mau memberikan ini kepada kamu," ucap Fani.


"Ambil saja, aku tidak lapar," ucap Tomi.


"Humm tapi aku memasak ini untuk kamu,"


"Aku sudah ada janji makan siang dengan Kania," ucap Tomi.


"Dengan Kania? Kamu lupa kalau Kania adalah kekasih bos mu, bagaimana bisa kamu mendekati Kania ketika pak Vincent tidak di sini," ucap Fani.


"Apa yang kamu katakan Fani? Jangan berbicara sembarangan seperti itu!"


"Yang aku katakan benar kan? sebenarnya kamu mencintai Kania dan selama ini kamu hanya menutupi nya dari semua orang."


Tomi menghela nafas panjang. "Jangan berbicara sembarangan Fani, bukan kah kamu sendiri yang tidak ingin berhubungan dengan ku lagi?" tanya Tomi.


"Kamu tidak perlu mengalihkan pembicaraan, kamu suka sama Kania kan?" tanya Fani.


"Kania baik, cantik, pintar dan sangat sopan, selain itu dia juga sangat asik, tidak ada salah nya menyukai gadis yang sangat ceria seperti dia bukan?" ucap Tomi.


"Tomi jujur lah dengan perasaan mu sendiri, semua orang juga Sadar kalau kedekatan kamu dengan Kania bukan hanya antara teman lagi."


Tomi menatap Fani. "Kalau aku menyukai Kania apa itu menjadi masalah bagi mu?" tanya Tomi.


"Sebaik nya kamu fokus dengan kehidupan kamu sendiri, begitu juga dengan ku, aku akan fokus dengan kehidupan ku."


Tomi langsung keluar dari sana.


"Kenapa kamu sangat lama? aku menunggu kamu dari tadi," ucap Kania kepada Tomi.


"Maaf, aku berbicara dengan Fani sebentar."


"Oohh, kalau boleh tau membicarakan Soal apa?" tanya Kania.


"Kepo deh," ucap Tomi. "Katakan lah, aku sangat ingin tau."

__ADS_1


"Tidak akan!"


"Katakan sebelum aku menggelitik kamu!"


Tomi tetap tidak mau, Kania menggelitik Tomi. Mereka terlihat sangat dekat dekat sekali.


"Tebakan ku sudah tidak salah lagi," ucap Fani.


Di malam hari nya..


"Selamat malam...." sapa Vincent di balik telpon.


"Malam Paman, Paman sedang apa?" tanya Kania.


"Saya masih di kantor, kamu sendiri sedang apa?"


"Aku baru saja pulang."


"Kamu sudah makan malam?".


"Sudah, Tomi merawat ku dengan baik, dia tidak mengijinkan aku pulang sebelum makan malam."


"Bagus deh kalau begitu."


"Aku sangat merindukan paman, kapan paman Akan kembali?" tanya Kania.


"Saya juga sangat merindukan kamu," ucap Vincent.


Kania menghela nafas panjang.


"Setelah aku libur, aku akan datang ke sana menyusul paman."


"Baiklah." Setelah pembicaraan panjang akhirnya telpon mati dan kedua nya tidur.


Sementara di tempat lain Tomi duduk di ruang tamu sambil menikmati minuman alkohol nya.


"Aku merasa akhir-akhir ini bersama Kania cukup nyaman, bukan hanya untuk akhir-akhir ini sebelum nya juga begitu, namun aku rasa itu hanya karena kedekatan kami saja," batin Tomi.


"Tapi setelah di pikir-pikir aku merasa kan ada sesuatu yang aneh dengan diri ku sendiri ketika bersama Kania."


"Tidak mungkin! aku tidak boleh berfikir demikian karena Kania adalah kekasihnya pak Vincent."


Tomi menepis pikiran nya, namun tidak bisa di pungkiri dia tidak bisa berhenti memikirkan Kania.


Keesokan harinya...


"Kania ini untuk kamu," ucap Tomi memberikan bunga.


"Tumben banget kamu ngasih bunga, ada apa?" tanya Kania.


"Tidak, aku hanya tidak sengaja melewati toko Bunga dan membeli nya untuk mu."


"Terimakasih," ucap Kania.


"Sama-sama."


"Oh iya ngomong-ngomong kamu masih belum punya pacar kan?" tanya Kania.

__ADS_1


"Humm maksud nya?" tanya Tomi gugup karena jantung nya berdetak begitu cepat.


"Ada apa ini? kenapa Kania menanyakan hal seperti ini? apa dia juga merasa kan apa yang aku rasakan?" batin Tomi.


"Salah satu teman kuliah ku menyukai kamu, aku ingin memperkenalkan dia kepada kamu, agar kamu tidak kesepian."


"Temen kuliah kamu yah?" tanya Tomi. Kania mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu mau yah, dia sudah sangat menyukai kamu cukup lama, kasiann dia kalau kamu tidak mau Hanya sekedar bertemu."


"Oke baiklah aku mau."


"Kalau begitu datang lah ke restoran ini nanti malam, ini nomor handphon nya, kamu harus datang kalau tidak aku akan marah besar." Kania memberikan alamat restoran dan juga nomor teman nya itu.


Setelah berbicara dengan Kania dia langsung pergi ke ruangan nya. Untuk sementara Kania menempati ruangan Vincent.


"Huff ternyata menjadi bos itu sangat menyenangkan yah. Tapi ada gak enak nya ketika jadwal padat," ucap Kania.


"Sudah lah untuk apa aku memikirkan semua nya, aku harus fokus dengan tujuan ku, setelah aku lulus aku akan menikah dengan paman Vincent. Kecemasan ku akan hilang dan aku akan hidup bahagia."


Tiba-tiba handphone nya berdering telpon dari omah dan Opah nya.


"Huff dari kemarin omah dan Opah tidak berhenti menghubungi aku, mereka pasti mau menasehati aku lagi."


"Halo Kania, omah sama Opah sekarang mau berangkat ke Indonesia, kamu tunggu Omah yah."


"Kenapa sangat mendadak Omah?" tanya Kania.


"Kami sangat merindukan kamu."


Telpon langsung mati.


"Huff mati lah aku, mereka pasti datang hanya untuk menasehati aku seperti biasa."


Di sore hari nya karena tidak ada pekerjaan Kania dan Ulfa nongkrong bersama.


"Bagaimana hubungan kamu dengan paman Vincent?" tanya Ulfa.


"Baik-baik saja," jawab Kania.


"Lalu kenapa dengan raut wajah mu?"


"Omah dan Opah Akan datang ke Indonesia."


"Lalu kenapa? Justru enak dong," ucap Ulfa.


"Bagi kamu enak, tapi untuk ku tidak."


Kania menghela nafas panjang.


"Kamu sendiri bagaimana dengan Yuda?"


"Baik-baik saja, hanya saja kami harus menjaga jarak karena sebentar lagi ujian dan kita harus fokus dengan pelajaran."


Kania tersenyum. "Bukan kah sebentar lagi kamu akan magang? bagaimana kalau kamu magang di perusahaan paman Vincent?"


Ulfa langsung menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Aku tidak mau, semua orang akan mengatakan kalau aku hanya bisa memanfaatkan kamu dan juga Paman Vincent, aku akan mencari perusahaan lain."


"Kamu terlalu memikirkan perkataan orang lain, tapi kalau kamu mau nya seperti itu tidak lah masalah, aku juga yakin kamu pasti bisa."


__ADS_2