Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 141


__ADS_3

ia membantu Vincent membersihkan tubuhnya dan juga memberikan selimut.


"Tidur yang nyenyak yah mas," Kania mencium pipi Vincent.


Vincent menyadari Kania yang membersihkan badan dan memberikan nya selimut.


Di rumah Jeki. Dia baru saja pulang jam sepuluh malam, dia melihat Minhui masih menonton TV di ruang tamu.


"Kenapa kamu belum tidur? Ini sudah larut malam."


Minhui tidak menjawab karena dia sangat fokus menonton.


Namum tiba-tiba Jeki mematikan TV. Minhui tiba-tiba memasang wajah sedih layak nya anak kecil.


Jeki menghidupkan nya lagi, dia menghela nafas panjang dia harus mengingat Minhui sedang hamil.


"Apa kamu tidak tidur?" tanya Jeki. Namun Minhui tidak menjawab nya. Jeki melihat bekas makan Minhui di depan meja.


Dia mau mengambil nya namun tiba-tiba Minhui menghindar, dia menutup kepala nya. Dia berfikir Jeki akan melakukan hal kasar.


Jeki terdiam sejenak, dia tidak jadi mengambil piring itu dan langsung pergi.


Minhui menghela nafas panjang dia menyenderkan kepalanya di sofa.


"Aku harus kuat, aku juga harus berani demi anak ku," ucap Minhui.


Karena lelah menonton dia ketiduran. Jeki mau ke dapur melihat TV masih hidup.


"Kenapa dia tidak mematikan TV sebelum masuk ke kamar?" ucap Jeki. Namun ternyata Minhui masih ada di sofa.


"Kenapa wanita bodoh ini malah tidur di sofa?" ucap Jeki.


Jeki membangun kan Minhui namun dia tidak mau bangun, akhirnya dia memutuskan menggendong Minhui ke dalam kamar.


Jeki merasakan berat badan Minhui yang semakin berkurang.


Terakhir dia mengangkat tubuh Minhui tidak seringan itu.


"Apa dia sangat tersiksa bersama ku?" ucap Jeki.


keesokan harinya..


"Selamat pagi mas.." sapa Kania melihat Vincent baru saja bangun.


Vincent baru sadar dia tertidur di sofa sepanjang malam.


"Nih minum Kopi dulu," Ucap Kania.


Vincent mengangguk. Dia ke kamar mandi terlebih dahulu. Keluar dari kamar mandi dia melihat istrinya sudah rapi dan menata makanan di atas meja.


"Ayo sarapan dulu mas, aku ada kelas pagi hari ini, itu sebabnya aku terburu-buru."


Vincent mengangguk, dia duduk bersama Kania dan menikmati makanan yang di masak oleh istri nya.


"Hari ini kamu bisa berangkat sendiri kan? Kalau kamu menunggu ku, aku takut kamu telat," ucap Vincent.


"Mas Vincent sudah mau berbicara dengan ku? Mas sudah maafin aku kan?" tanya Kania.


Vincent mengangguk. "Untuk apa marah lama-lama, saya sebenarnya tidak marah kepada kamu, saya hanya terbawa emosi sendiri dan teringat masa lalu."

__ADS_1


"Aku mengerti kok, aku tidak akan mengulangi nya lagi mas."


Vincent tersenyum dia mengelus pipi Kania.


Dia menatap nya cukup dalam sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. "Gak apa-apa kok aku berangkat sendiri, mas mandi dan siap-siap ke kantor, aku sudah menyiapkan semua nya."


Kania berangkat ke kampus. Ulfa tidak tidur di rumah nya karena dia janji hanya dua malam saja tidur di rumah Kania. Dia lebih nyaman di kontrakan baru nya itu.


Sebelum berangkat ke kampus Kania mampir menjemput Ulfa terlebih dahulu.


"Apa kamu dengan suami kamu sudah baikan?" tanya Ulfa. "Kamu tau dari mana?" tanya Kania.


"Dari tadi kamu terlihat bahagia sekali."


"Mas Vincent sudah mau memaafkan aku," ucap Kania.


"Bagus deh, aku juga sangat takut melihat kalian ribut tentang hal yang sangat serius seperti itu."


Di kantor Fani baru saja sampai namun langsung mencari keberadaan Tomi.


"Selamat pagi pak Tomi," ucap nya sambil mengetuk pintu ruangan Tomi.


Tomi yang sedang memeriksa jadwal hari ini langsung tersenyum ketika Fani muncul dari balik pintu.


"Pagi, tumben banget kamu langsung nyari in aku?"


"Setiap pagi aku mencari kamu terlebih dahulu, kamu nya saja yang tidak sadar."


"Silahkan masuk."


"Nasi goreng?"


"Kamu suka nasi goreng kan? Kali ini aku membuat nya dengan versi berbeda,"


"Aku pergi dulu yah, sampai jumpa nanti."


Fani hendak pergi namun terhenti. Tomi melihat nya heran.


"Aku melupakan sesuatu," ucap nya. Tomi melihat ke arah meja tidak ada yang tinggal milik kekasih nya itu.


Namun tiba-tiba Fani mencium pipi nya membuat Tomi kaget.


Namun Tomi langsung menahan Fani.


Dia mencium bibir Fani.


"Walaupun kita satu kantor, tapi kita sangat jarang bisa berbicara satu sama lain. Kamu selalu sibuk dengan urusan mu, begitu juga dengan ku."


Fani tersenyum. Tiba-tiba handphone Tomi berbunyi. Dia melihat panggilan dari bos nya. Fani langsung ijin keluar.


"Halo, selamat pagi pak?"


"Pagi!"


"Hari ini saya tidak bisa datang ke kantor."


"Loh kenapa pak? hari ini kita memiliki banyak jadwal."

__ADS_1


"Kamu handle semua nya dengan baik, saya ada urusan mendadak."


"Tapi pak, pak, Pak?" panggil nya namun telpon sudah mati.


"Aduhhh!!! Bagaimana ini?" ucap Tomi kebingungan.


"Selamat pagi semua nya..." sapa dosen menyapa semua mahasiswa nya.


Kania menikmati kuliah nya hari ini cukup ceria.


Jam pertama selesai. Kania memilih ke kantin.


"Sayang, tumben-tumbenan banget Kania langsung ke kantin, ada apa?" tanya Yuda.


"Oohh itu, dia mau mencari buku resep makanan."


"Untuk apa?" tanya Yuda.


"Katanya dia mau belajar masak sesuatu yang beda untuk suami nya."


"Oohhhh."


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?"


"Enggak, gak ada kok."


"Kamu mau makan apa? Aku bisa masakin apapun itu."


Dia seakan paham dengan maksud tatapan Yuda.


"Kalau begitu aku mau kamu masak sesuatu untuk ku sekarang di rumah mu."


"Sekarang? Kita masih memiliki kelas."


"Masih dua jam lagi, ayo pulang jangan mengundur waktu, aku juga sudah bosan dengan makanan di kantin."


"Tunggu, aku pamitan dulu sama Kania."


"Kirim pesan saja, dia pasti lagi fokus mencari Buku."


Ulfa menghela nafas panjang.


"Kalau aku tau Akan seperti ini, aku tidak akan mengatakan aku bisa memasak," ucap Ulfa.


Yuda tersenyum. Dia mengendarai mobil nya ke rumah Ulfa yang tidak terlalu jauh.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai, dia membuka almet nya terlebih dahulu dan berjalan ke dapur.


Hanya ada beberapa bahan di dapur, dia membuat seadanya saja.


Yuda ternyata memiliki maksud tertentu mengajak Ulfa makan di rumah. Dia ingin berduaan, bermesraan dan mengganggu Ulfa.


Dia tidak berhenti mencium pipi Ulfa terus menerus. Ulfa hanya bisa pasrah.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Dia melihat Yuda malah ketiduran di sofa setelah puas mengganggu nya.


"Yuda.. Ayo bangun, semua nya sudah masak."


"Aku sangat ngantuk, jangan ganggu aku dulu."

__ADS_1


"Bukan kah kamu yang tadi mau makan? Kalau kamu mau tidur nanti saja." ucap ulfa dengan kesal.


__ADS_2