
"Ravel sampai kapan kamu seperti ini? Apa kamu tidak ada niat untuk berubah? Dan meninggalkan dunia mu yang sekarang?" Pertanyaan yang sering di tanyakan oleh sahabatnya Gina kepada Ravel yang membuatnya seringkali enggan untuk menjawab.
"Ada, aku bahkan berniat untuk berubah dari sekarang." Ucap ravel.
"Benarkah?" Tanya gina memastikan.
"Tentu, jika ada seorang laki - laki yang bisa membuatku menyayanginya dan melupakan rina, maka aku akan menikah dengannya." Ucap ravel dengan yakin. Tanpa dia tau bahwa perkataannya saat itu akan membuatnya jatuh ke jurang yg lebih dalam.
"Syukurlah, aku ikut bahagia mendengarnya. Semoga kamu bisa mendapatkan laki - laki yang tulus menyayangi mu. Dan merubahmu dari dunia belok itu." Tutur gina dari sebrang sana.
"Ya sudah kalau gitu, sebentar lagi rina datang untuk menjemputku. Lain kali aku telfon lagi. Bye gin" Pamit ravel tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya dan langsung mematikan telfonnya.
Tidak lama kemudian ravel mendengar suara klakson dari luar, ternyata rina yang datang menjemputnya untuk berangkat kuliah bersama.
__ADS_1
"Kamu keliatannya lagi gak sehat, apa aku aja yang bawa motor ke kampus?" Tanya ravel pada rina.
"Yaudah kamu aja yang bawa motor, kepalaku pusing. Tapi pelan - pelan. Aku gak mau mati karena jantungan." Tegas rina.
"Tenang aja. Kamu gak bakal jantungan. Paling cuma mati karena kaku." Jawab ravel sambil terkekeh.
"Kalau aku mati, kamu juga harus mati. Aku gak mau mati sendirian." Umpat rina. Ravel pun melajukan motornya tanpa menghiraukan perkataan rina.
Tapi penampilan rina cenderung tomboy. Dengan rambut yg di potong cepak seperti laki - laki. Dan selalu memakai kaos oblong atau kemeja layaknya laki - laki. Sedangkan ravel lebih berpenampilan feminim. Tapi dari segi sikap mereka terbalik, justru ravel yang lebih tomboy di bandingkan rina yg sedikit pemalu seperti wanita feminim pada umumnya.
Bukan tanpa sebab Ravel bisa terjerumus di dunia yang menyimpang dari kodratnya itu. Karena penghianatan yg di lakukan ayahnya terhadap ibunya dan kekasihnya yg selingkuh dengan temannya sendiri membuat ravel tidak bisa percaya lagi dengan laki - laki. Sampai akhirnya dia terjerumus di dunia LGBT. Awalnya ravel hanya ikut - ikutan teman satu sekolahnya, tapi akhirnya dia terlanjur nyaman dengan dunia barunya dan membenci laki - laki.
Dan Rina, bukanlah satu - satunya perempuan yg pernah menjadi pasangannya selama dia terjerumus di dunia belok. Entah sudah berapa kali Ravel berganti pasangan. Dan baru bersama Rina dia merasa benar - benar sayang dan takut kehilangan. Bahkan Ravel rela ikut pindah ke ibukota demi bisa dekat dengan kekasih terlarangnya itu. Mereka mendaftar di kampus yang sama dan mengambil jurusan yang sama. Beruntung mereka bisa satu kelas.
__ADS_1
Dan sebelumnya Ravel sempat tinggal dengan keluarga rina. Tetapi karena merasa tidak enak dengan keluarga rina kalau berlama lama tinggal di rumah orang tua rina, akhirnya ravel memutuskan untuk pindah dan ngekos sendiri. Yang jaraknya tidak jauh dari rumah rina. Lalu bekerja di sebuah restoran untuk bisa membayar kossan dan biaya kuliahnya sendiri.
Karena semenjak orang tua ravel bercerai, kehidupan ravel dan ibunya, beserta adik - adiknya tidak lagi seperti dulu. Yang serba kecukupan. Dan sanggup membeli apapun yang dia mau. Bahkan sekarang, separuh dari gajinya harus dia berikan kepada ibunya. Untuk membantu biaya sekolah adik - adiknya.
.
.
.
.
Salam kenal semua.. ini novel pertama ku. Maaf kalau masih banyak kekurangan penulisan dan penggunaan kalimat. soalnya aku masih belajar. Semoga kalian menyukai nya.
__ADS_1