Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Mual lagi,,


__ADS_3

"Duh gimana ini,,, sayang kok kamu muntah-muntah?" ucap Devan yang sangat panik.


"Aku panggil mama dulu yah," ucap Devan lagi yang ingin segera memanggil mamanya namun Angel langsung menahan tangan Devan.


"Kenapa sayang? aku nggak pergi ke kantor kok cuma mau panggil mama aja," ucap Devan lagi.


Angel dengan segera menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah," ucap Angel lalu muntah-muntah lagi.


Devan pun menuruti keinginan istrinya untuk tidak kemana-mana,, tapi dia benar-benar sangat khawatir pada Angel.


Devan mencoba melakukan apapun agar dapat mengurangi muntah-muntah Angel.


Devan semakin panik begitu melihat Angel yang sangat lemas dan juga pucat.


Ya ampun istriku kenapa ini? batin Devan.


Devan dengan segera menelepon salah satu pelayannya agar menyuruh mamanya ke kamarnya.

__ADS_1


Ya ampun lama banget nih pelayan mengangkat panggilan telfon dari aku, batin Devan.


"Halo tuan,, ada apa?" tanya pelayan itu sekaligus merasa aneh dengan Devan yang meneleponnya di disaat Devan masih berada di dalam kamarnya karena tidak biasa menurut dirinya.


"Kamu ini kemana saja? lama sekali mengangkat panggilan telfon dari aku,," omel Devan terlebih dahulu karena sudah panik dengan keadaan istrinya.


"Maaf tuan," ucap pelayan Devan.


"Sayang jangan marah-marah aku nggak kenapa-kenapa kok asal ada kamu disini," ucap Angel sambil melihat Devan.


"Beritahu mamaku agar segera ke kamarku,, cepetan,, istriku sedang tidak baik-baik saja sekarang," ucap Devan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan pelayannya.


Pelayan itu pun langsung bernafas lega karena Devan sudah menutup panggilan telfonnya,, dan dia dengan segera berjalan menuju ke dapur tempat mama Devan sedang berada sekarang.


"Kamu kok pagi-pagi udah marah-marah aja sih," ucap Angel sambil tidur memeluk Devan.


"Sayang gimana mau nggak marah-marah,, kamu sedang sakit begini tapi dia lama banget angkat panggilan telfon dari aku,, aku tuh nggak mau kamu kenapa-kenapa sayang," ucap Devan sambil melihat Angel.


Terlihat jelas Devan masih saja panik,, meskipun Angel sudah tidak muntah-muntah lagi.

__ADS_1


"Aku nggak kenapa-kenapa kok ini,, mungkin hanya masuk angin saja,, nggak usah terlalu khawatir sayang,, asal kamu ada terus disini aku rasa aku akan selalu baik-baik saja,," ucap Angel sambil melihat Devan.


"Nggak mungkin seperti itu sayang,, kamu ini lagi terlihat sangat pucat sekarang,, terus muntah-muntah,, atau jangan-jangan kamu salah makan yah?" ucap Devan lagi sambil berpikir.


Angel langsung tertawa begitu mendengar ucapan Devan.


"Nggak mungkin dong sayang,, aku mau salah makan apaan juga sih,, aneh nih kamu kadang-kadang,," ucap Angel sambil tersenyum pada Devan.


Devan pun tampak menghembuskan nafasnya kasar.


"Sekarang gimana perasaan kamu,, udah enakan?" ucap Devan lagi sambil melihat Angel.


Angel pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Udah enakan kok,, asal ada kamu disini," ucap Angel lagi sambil memeluk Devan.


"Aku suka bau kamu," ucap Angel lagi yang membuat Devan lagi-lagi melongo tak percaya.


"Kok kamu gitu sih ekspresinya?" ucap Angel yang sudah ingin menangis saja membuat Devan kalang kabut.

__ADS_1


"Sayang jangan nangis dong aku hanya kaget saja karena tidak seperti biasanya kamu seperti ini,," ucap Devan sambil memeluk penuh kasih sayang pada Angel.


"Tuh kan aku mual lagi karena kamu berekspresi seperti tadi," ucap Angel lalu segera menuju ke wastafel.


__ADS_2