
"Bagus,, mereka memang pantas berada di dalam penjara,," ucap Devan sambil tersenyum sinis.
Angel yang mendengar ucapan Devan benar-benar sangat penasaran,, tapi Angel tidak mau bertanya dulu,, dia membiarkan Devan menyelesaikan pembicaraan nya terlebih dahulu.
Sedangkan Devan tidak menyadari keberadaan Angel di belakangnya.
"Beserta Marco juga kan?" ucap Devan lagi.
Angel semakin penasaran begitu dia mendengar Devan menyebut nama Marco,, karena dia juga mengenal Marco.
Marco siapa? batin Angel yang masih berdiri di belakang Devan tanpa berucap sepatah kata pun.
"Iya tuan,, kita sudah cukup memiliki bukti untuk membuat dia masuk penjara,," ucap Kevin.
"Bagus Kevin,," ucap Devan lagi.
Hmm aku memang sudah curiga dari awal sama dia,, dan sekarang kecurigaan ku benar-benar terbukti,, ada saja yang mau mengganggu kebahagiaan aku dan istriku,, batin Devan.
"Tuan,, Clarissa bagaimana?" ucap Kevin lagi.
Devan pun tampak berpikir begitu mendengar ucapan Kevin.
Iya juga yah,, Clarissa teman istriku,, tapi dia kan nggak akrab seperti dulu lagi,, batin Devan yang masih berpikir.
__ADS_1
"Seberapa banyak ikut campur Clarisa dalam rencana itu?" tanya Devan.
Angel yang mendengar nama Clarisa benar-benar sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada Devan.
"Ada apa dengan Clarisa?" tanya Angel yang membuat Devan sedikit terlonjak kaget begitu mendengar suara Angel.
Devan langsung menoleh ke belakang.
"Sayang kamu sudah lama disini?" tanya Devan sambil membawa Angel untuk duduk.
"Belum lama juga,," jawab Angel.
"Ada apa dengan Clarisa?" tanya Angel lagi yang benar-benar penasaran.
"Seperti dulu gimana?" tanya Angel.
"Alasan aku menikahi kamu," jawab Devan.
Angel pun mengerti dengan maksud Devan. Angel benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Clarissa.
"Jadi mereka mau melakukan itu lagi?" tanya Angel.
"Iya dan parahnya mereka mau menjebak aku dengan Clara,,," ucap Devan.
__ADS_1
Devan pun segera menutup panggilan telfonnya terlebih dahulu dengan Kevin lalu kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Angel.
"Kenapa mereka setega itu," ucap Angel.
"Yah begitulah kalau terlalu baik sayang,," ucap Devan.
"Kamu nggak apa-apa kan kalau aku juga beri sedikit pelajaran kepada Clarisa?" tanya Devan pada Angel terlebih dahulu karena dia sangat tau bahwa Angel pernah sangat dekat dengan Clarissa.
Angel pun tampak berpikir dan mengingat kenangan nya bersama Clarisa sewaktu mereka masih sangat akur.
"Jangan,, kasian Clarissa,, sebenarnya dia itu baik kok,," ucap Angel yang membuat Devan menghembuskan nafasnya kasar.
"Sudah aku duga, pasti kamu nggak akan tega pada Clarissa,," ucap Devan.
"Sayang kamu jangan terlalu baik,, nggak apa-apa memberikan dia pelajaran sedikit,, dengan memasukkan dia ke penjara,, aku rasa itu pelajaran yang paling mudah untuk dia,, siapa tau keluar dari penjara dia sudah sadar akan kejahatannya selama ini,," ucap Devan sambil melihat Angel.
"Jangan,, dia pasti akan sangat terpukul dan sedih,," ucap Angel lagi.
"Aku mohon jangan apa-apa kan Clarissa,,," ucap Angel lagi sambil melihat Devan.
"Iya sayang sesuai keinginan kamu," ucap Devan yang akhirnya mengalah dan kemudian menelepon Kevin untuk tidak membawa-bawa Clarisa dalam masalahnya bersama Marco dan Clara.
"Tadi aku mendengar nama Marco...," ucap Angel.
__ADS_1
"Iya,, dia otak dari semua ini,, dia Marco sepupu almarhum mantan kamu sayang,," ucap Devan lagi.