Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Episode 53


__ADS_3

Di dalam ruang kamar rawat inap Ana sudah ada Risti dan Pak Reino, yang ikut membantu Rio menjaga Ana yang masih tertidur. Pak Reino mendekat ke arah Rio, menepuk bahu Rio perlahan.


"Boleh Papa bicara denganmu sebentar? biar Risti yang menjaga Ana."


"Biarkan Rio ganti baju dulu Pah." Risti menyela pembicaraan papanya dan memberikan paper bag besar kepada Rio.


Rio pun menerimanya kemudian pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya yang penuh dengan darah istrinya, selesai berganti baju Rio mengikuti Pak Reino ke taman yang tak jauh dari ruang rawat inap Ana.


"Nak Rio, pasti kamu sudah tau kan apa yang terjadi. Apakah kejadian ini membuatmu kecewa dengan putriku?"


"Dari awal aku sudah tahu tetang masa lalu Ana pah."


"Ini kejadian yang sangat memalukan, reputasi dan nama baikmu bisa hancur, saat ini semua orang membicarakan Ana bahkan ada yang membuat berita yang tidak benar. Apa kamu berniat untuk melepaskan Ana?" tanya Pak Reino pasrah.


"Kenapa papah punya pikiran seperti itu? tak pernah terlintas di pikiranku untuk menceraikan Ana. Saat ini aku justru sedang mengupayakan mencari siapa dalang di balik semua ini dan aku juga tengah fokus untuk penyembuhan fisik serta mental istriku"


"Maaf, tadinya papa pikir kamu malu memiliki istri seperti Ana dan berniat melepaskannya" ucap Pak Reino.


"Aku hanya akan meninggalkan Ana jika ajalku sudah tiba" ucap Rio


"Kalau begitu untuk masalah ini biar papa saja yang mencari tahu siapa dalang dan motifnya, kamu fokuslah terhadap kondisi ana. Papa sangat berterima kasih sekali kepadamu nak, tadi papa benar-benar takut sekali jika kamu akan meninggalkan putri bungsung papa."


"Terima kasih papah sudah membantuku mencari siapa dalangnya. Papa tidak perlu khawatir, aku benar-benar sangat mencintai istriku. Maaf pah aku tidak bisa berlama-lama di sini, aku ingin menemi ana di dalam."


Pak reino mengangukan kepalanya dan mempersilahkan rio untuk menemani putrinya.


Rio membelai lembut wajah istrinya yang sedang tertidur, kemudian Rio membelai dan mengecup perut Ana yang masih rata.


"Anak ayah yang kuat ya di dalam perut Bunda" ucap Rio lirih, ia takut terjadi apa-apa dengan calon anak yang tengah di kandung istrinya.


Perlahan-lahan Ana membuka matanya, penglihtannya masih kabur karena kepalanya masih terasa sangat pusing. Ia mengingat-ingat kejadian yang terakhir ia alami, tak lama kemudian Ana teriak histeris.

__ADS_1


"Kenapa aku masih hidup?" Ana mencoba mencopot jarum ifus yang menempel di tangannya, dengan sigap Rio menahannya "Sayang jangan lakukan ini!!" ucap Rio sambil memegangi tangan istrinya.


Ana semakin mengamuk dan teriak sejadi-jadinya "Lepasin aku Kak, aku mau mati saja. Lebih baik Kak Rio cari wanita yang lebih pantas untuk Kak Rio, aku istri yang tak berguna untuk Kak Rio, aku sudah membuat Kak Roo malu, aku sudah menghancurkan reputasi Kak Rio" teriak Ana sambil terus mengamuk, mencoba membuka perban yang membalut luka di nadinya.


Risti yang melihat kejadian itu langsung berlari mencari perawat untuk menolong adiknya, tak lama kemudian Risti datang bersama dengan dua orang perawat dan seorang dokter.


Dokter memberikan obat penenang kepada Ana, secara perlahan-lahan Ana mulai menghentikan amukannya, namun tatapan matanya masih kosong, sesekali air matanya masih terjatuh di pipinya.


Ingin rasanya Rio memeluk istrinya namun Ana menolaknya, bahkan Ana mengancam jika Rio menyentuhnya ia akan kembali membuka perban luka di nadinya.


"Sayang, kamu makan dulu ya" Rio mendekatkan sendok bubur ke bibir Ana.


Mencium aroma daun bawang yang ada di mangkok bubur tersebut membuat perut Ana bergejolak, ia memuntahkan isi perutnya.


Dengan telaten Rio memijat punggung Ana berharap membuat perasaan istrinya lebih baik, melihat kondisi istrinya yang seperti ini membuat hati Rio sangat sedih dan khawatir, terhadap kondisi janin dalam kandungan istrinya.


Tubuh ana terlihat sangat lemas tidak memiliki tenaga, Rio menyeka mulut Ana dari bekas muntahan kemudian menggendong Ana dan membaringkannya di atas tempat tidur rumah sakit.


Ana hanya menggelengkan kepalanya kemudian meringkuk membelakangi suaminya, Rio menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut, tak lama kemudian Ana mulai tertidur kembali.


"Dek, Adit mencarimu di luar. Biar aku saja yang menjaga Ana, jika ada apa-apa aku akan memanggilmu" ucap Risti.


Rio mengecup kening istrinya, kemudian pergi menghampiri Adit yang menunggunya di luar kamar rawat inap Ana.


"Bagaimana Dit?" tanya Rio


"Pak Rio, mari ikut saya. Saya akan jelaskan perkembangannya bersama dengan Pak Reino dan timnya." Adit mengajak Rio ke taman di dekat kamar Ana.


Di taman sudah ada Pak Reino dan tim nya yang menunggu kedatangan Rio, Adit langsung membuka pembicaraan mereka.


"Saya bekerja sama dengan tim Pak Reino agar masalah ini bisa segera di tangani, pelaku dari penyebaran video istri Pak Rio adalah mantan mitra Pak Rio. Pak Alex dialah orangnya, dia mendapatkan video tersebut dari Julio. Dengan iming-iming menjamin kebebasan Julio sebagai imbalannya. Motif Pak Alex karena dendam dengan Pak Rio, ia terkena penalti yang cukup besar atas pelanggaran yang ia lakukan. Tapi saat ini pihak kepolisian sedang mendalami masalah ini, karena masih ada dugaan kemungkinan keterlibatan pihak lain" terang Adit.

__ADS_1


Adit membuka tabnya, ia juga menginformasikan jika banyak berita yang simpang siur beredar di sosial media, bahkan menjadi trending topic di salah satu platform jejaring sosial.


"Saya sarankan Pak Rio segera mengadakan pers conference, untuk meluruskan berita yang beredar serta untuk memperbaiki nama baik istri Pak Rio. Dari tim IT kami dan Tim IT Pak Reino hanya bisa memblokir link yang tersebar di internet namun kita tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah banyak yang mengunduhnya."


"Hari ini juga, tolong kamu persiapkan Dit. Jika sudah siap hubungi aku, aku akan segera ke sana." Rio berbalik ke arah Pak Reino "Maaf Pah saya permisi dulu, saya ingin kembali menemani Ana."


Sebelum masuk ke kamar rawat inap istrinya, Rio masuk ke dalam toilet untuk mencuci mukanya. Di dalam toilet Rio masih bertanya-tanya untuk apa Alex menyerang istrinya, jika hanya karena materi bukankah bisa di bicarakan baik-baik, Rio lebih memilih untuk kehilangan materi di banding dengan harga diri istrinya.


Rio kembali ke kamar istrinya, ia melihat Ana masih tertidur dengan lelap, Rio mengelus wajah Ana kemudian ke perut Ana.


"Maafin ayah ya nak, ayah tidak bisa melindungi kalian berdua" Bisiknya lirih, kejadian ini benar-benar di luar dugaannya.


Tiba-tiba handphone Rio bergetar, ada panggilan masuk dari adit. Adit mengabarkan jika pers conference sudah siap dan lokasinya tidak jauh dengan rumah sakit tempat Ana di rawat.


Rio kembali mengecup kening istrinya dan berpamitan dengan Risti menitipkan Ana kepada Risti.


Sesampinya di tempat pers conference, Rio duduk di tempat yang telah di sediakan, ia di temani dengan adit dan kuasa hukumnya.


Rio menguatkan dirinya sebelum ia berbicara di depan banyak media.


"Selamat malam. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media semua yang telah datang. Ada beberapa hal yang ingin saya luruskan terkait berita yang beredar luas mengenai istri saya" Rio menghela nafasnya sejenak kemudian melanjutkan lagi.


"Yang pertama, mengenai isu perselingkuhan. Saya tegaskan di sini istri saya tidak pernah sekalipun menyelingkuhi saya, sejak kami resmi bertunangan saya bisa pastikan di hatinya hanya ada saya"


"Yang kedua, istri saya bukan perebut suami orang. Saya tekankan sekali lagi istri saya bukan perebut suami orang, justru istri saya yang menjadi korban kebohongan dari orang itu."


"The past in only the past whatever it is i will always love my wife."


*Masa lalu hanya masa lalu, apapun itu aku akan selalu mencintai istri saya.


"Dengan segala kerendahan hati saya, saya meminta kepada siapa pun yang masih menyimpan video istri saya, mohon untuk menghapusnya."

__ADS_1


Di tengah pers conference, Risti menghubungi Rio. Dengan nada panik ia meminta Rio untuk segera kembali ke rumah sakit karena Ana ingin terjun dari rooftop rumah sakit.


__ADS_2