Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Tiba-tiba teringat,,


__ADS_3

"Aku nggak mau,, aku nggak mau seperti kak Clara,, aku mohon maafin aku,, aku nggak akan mengulangi kesalahan aku lagi,, aku nggak akan melakukan itu lagi,, aku mohon maafkan aku," mohon Clarisa yang memang sangat tidak ingin masuk penjara seperti Clara.


Angel tampak kasihan pada Clarisa namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kesalahan Clarisa saat ini sangat fatal,, Angel tidak bisa menolong Clarisa dari kemarahan Devan,, karena Devan sangat menginginkan anak,, Angel sangat tau betul, jadi ingin mencelakai calon anak Devan sama saja dengan mencari masalah pada Devan dan tidak akan dimaafkan.


"Angel aku mohon tolong aku,, Angel aku mohon," ucap Clarisa lagi sambil melihat kasihan pada Angel.


"Maaf Clarisa,, kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu,, aku nggak bisa menolong kamu,, karena untuk kali ini kami sangat keterlaluan Clarisa,, sebaiknya kamu renungkan dulu semuanya,, padahal aku sangat berharap Clarisa kita bisa seperti dulu lagi,, tapi ternyata kamu ada tujuan lain padaku,, kamu sangat tega Clarissa," ucap Angel sambil melihat Clarisa yang tampak sangat ketakutan dan juga kasihan.


Devan merasa senang karena Angel mengucapkan kata-kata seperti itu pada Clarisa.


Bagus sayang biar dia makin sadar akan kesalahannya,, itupun kalau dia bisa sadar,, wanita seperti ini,, sangat susah untuk sadar karena dia memiliki penyakit iri yang sangat besar,, batin Devan sambil melihat Clarisa.

__ADS_1


"Dengar sendiri kata istriku kan,, jadi nggak usah memohon sama dia karena itu tidak berguna sama sekali,, apalagi memohon padaku itu sangat tidak berarti hanya membuang-buang tenaga kamu,, jadi lebih baik ikut aku ke kantor polisi saja, itu yang sangat terbaik untuk kamu," ucap Devan lagi sambil melihat Clarisa yang sedang menangis-menangis karena tidak ingin di penjara.


Devan menarik Clarisa agar mau mengikuti dirinya, namun Clarisa masih terus bertahan tidak ingin ke kantor polisi.


Devan pun memanggil anak buahnya agar membawa paksa Clarisa ke kantor polisi.


Clarisa akhirnya dibawa ke kantor polisi dengan paksa..


Devan bisa saja membawa paksa Clarisa,, namun Devan lebih mementingkan istrinya dan malas membuang tenaga untuk membawa paksa Clarisa.


"Angel maaf yah,, kamu hampir saja kenapa-kenapa karena pertemuan kita ini,, aku nggak bisa membayangkan kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu dan calon anak kamu,, aku pasti nggak bisa memaafkan diri aku sendiri,, Clarisa benar-benar tega berpikiran ingin mencelakai kamu,, aku pikir dia benar-benar sudah baik seperti dulu lagi," ucap Nadia yang tidak habis pikir dengan kelakuan Clarisa.

__ADS_1


"Makanya kalian jangan mudah percaya pada orang lain,, apalagi pada orang yang sempat jahat pada kalian,, karena kalian nggak akan tau dia bisa melakukan apa saja asal mencapai tujuannya,, dia bisa berkhianat seperti Clarisa itu," ucap Devan yang memang sudah melalui banyak pengkhianatan dan pengkhianatan paling sakit adalah Clara dan ayahnya sendiri.


"Kamu nggak apa-apa kan sayang?" tanya Devan sambil melihat Angel.


Devan takut jika kejadian tadi mengganggu kenyamanan Angel dan calon anaknya.


"Iya aku nggak kenapa-kenapa kok," ucap Angel sambil tersenyum melihat Devan.


Devan pun tiba-tiba teringat akan Angel yang mengikuti mobil Ayu tadi,, yang dimana di dalam mobil itu ada Diki.


##############

__ADS_1


__ADS_2