Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Kenapa Kamu Tidak Jujur


__ADS_3

"Kenapa kamu ingin menjual mobil kamu sayang?."Tanya Damar saat Ayu mengatakan ingin menjual mobilnya.


"Aku pengen ganti mas. Maksudku, aku jual mobil itu, nanti aku beli mobil yang jauh lebih murah. Lumayan kan sisa uangnya bisa aku pakai buat modal usaha. Kamu tahu sendiri kan kalau aku pengen buka cabang toko kueku dikota ini?."Jawab Ayu berbohong.


"Iya sayang, tapi..."


Boleh ya mas?." Bujuk Ayu seraya merangkul lengan Damar.


"Iya, terserah kamu."Jawab Damar pasrah.


"Makasih ya." Ucap Ayu lalu memeluk suaminya itu.


Dua hari Kemudian.


Damar sudah berusaha mencari pinjaman ke semua rekannya, tapi tak satupun dari mereka yang mau meminjamkan uang sebanyak itu. Damar semakin frustasi dan putus asa, tapi dia tidak menunjukannya pada Ayu ataupun keluarganya.


Damar tidak mau perusahaan yang dibangun oleh ayahnya itu berpindah tangan dengan mudah pada Tristan, tapi dia juga tidak mau mengorbankan istrinya sendiri demi menyelamatkan perusahaan. Damar berfikir apa sebaiknya dia ceritakan saja semua ini pada pak Darwis?. Siapa tahu ayahnya itu bisa membantunya, atau setidaknya memberikan solusi kepadanya.


Damar terus berfikir dan menimbang-nimbang, hingga akhirnya dia putuskan akan menceritakan apa yang terjadi pada pak Darwis, tanpa memberi tahukanya pada bu Sekar. Tapi, baru saja Damar membuat keputusan, tiba-tiba saja dia mendapatkan panggilan dari bu Sekar yang memberitahukanya, kalau pak Darwis masuk rumah sakit. Penyakit asmanya kambuh dan dia harus dirawat. Damar pun urung memberitahukan kondisi perusahaan pada sang ayah, karena situasinya tidak memungkinkan.


Damar yang berusaha tetap menyembunyikan masalahnya, menjadi lebih pendiam, dan terlihat sering melamun, dan Ayu menyadari hal itu. Tapi setiap Ayu bertanya, Damar selalu mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.


....


Ayu sedang menyiapkan baju ganti Damar, saat ponsel Damar berbunyi. Ayu mengambil dan menatap layar ponsel itu, "Seno calling." lalu Ayu menjawabnya. Seno menanyakan Damar, dan Ayu menjawab kalau Damar sedang mandi. Seno mengakhiri panggilan itu, dan mengatakan dia akan menghubungi kembali.


Saat Ayu hendak meletakan kembali ponsel Damar, tiba-tiba ting.... satu pesan masuk, yang pengirimnya adalah Tristan.


"Selamat malam pak Damar!! Saya hanya mau mengingatkan kalau waktu anda hanya tinggal tiga hari lagi. Bagaimana, apa anda sudah memikirkan baik-baik penawaran dari saya?. Saya tunggu jawaban anda secepatnya."

__ADS_1


Ayu membaca pesan Tristan, dari jendela ponsel, agar Damar tidak tahu kalau dia sudah membaca pesan itu. Ayu segera meletakan ponsel Damar ditempatnya semula. Penawaran apa maksudnya. Tanya Ayu dalam hati.


Tak lama kemudian Damar keluar dari kamar mandi, menghampiri Ayu yang masih berdiri memegang baju gantinya. "Ini." Ayu memberikan baju itu.


"Kamu nggak mau pakein baju aku sayang."Tanya Damar menggoda istrinya.


"Enggak!! Kamu gak malu sama Gara apa. Dia juga pake baju sendiri."Jawab Ayu membuat Damar terkekeh. "Aku turun duluan ya mas!! Kamu cepettan ganti bajunya. Anak-anak pasti udah nungguin kita dibawah." Imbuhnya.


"Iya sayang."Sahut Damar.


"Eh mas tadi Seno telfon, katanya ada hal penting." Kata Ayu, sebelum ia keluar dari kamar.


"Oh, iya nanti aku telfon balik dia." Jawab Damar.


Setelah berpakaian, Damar mengecek ponselnya. Ada beberapa pesan masuk, salah satunya pesan dari Tristan. Raut wajah Damar langsung berubah saat membaca pesan itu. "Sampai kapan pun aku tidak akan pernah memberikan istriku pada siapapun, apalagi baj*ngan seperti kamu." Gumam Damar yang mulai emosi. Dia berusaha menenangkan diri, mengontrol emosinya lalu turun menghampiri anak istrinya yang sudah menunggu untuk makan malam bersama.


Jam sepuluh malam, Damar masih berada diruang kerjanya. Ayu menyusul membawakan secangkir minuman hangat ditanganya."Kamu belum ngantuk mas?."Tanya Ayu.


"Aku juga belum ngantuk. Aku mau nemenin kamu."Sahut Ayu. Damar menoleh lalu tersenyum.


Hening.....tidak ada percakapan apapun diantara sepasang suami istri itu. Hingga akhirnya Ayu kembali membuka percakapan."Mas.!! Panggil Ayu.


"Hemm." Sahut Damar


"Kamu nggak lagi nyembunyiin sesuatu dari aku kan?."Tanya Ayu. Damar refleks menoleh ke arahnya.


"Kok gitu nanyanya?. Kamu gak percaya sama aku, suami kamu sendiri?." Damar balik bertanya.


"Bukan gitu mas, aku hanya...."

__ADS_1


"Hanya apa?."Tanya balik Damar memotong perkataan Ayu. "Percaya sama aku. Semuanya baik-baik saja." Imbuhnya seraya menggenggam tangan Ayu.


Kamu nggak mau ngasih tahu masalah kamu mas. Kenapa?. Kenapa kamu tidak mau jujur sama aku? Tanya Ayu dalam hati. Dia merasa kecewa karena Damar tidak jujur padanya.


"Kamu kapan mau beli mobil lagi sayang?."Tanya Damar berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Enggak mas, aku belum mikirin itu. Lagian menurutku buat apa beli mobil lagi, mobil-mobil kamu juga pada nganggur di garasi." Jawab Ayu. "Aku ngantuk mas. Aku tidur duluan."Imbuhnya lalu melangkahkan kaki menuju pintu. Saat memegang handle pintu, Ayu kembali berkata pada Damar."Kalau kamu butuh uang, kamu bisa jual semua perhiasanku mas."


Mendengar perkataan Ayu, sontak saja membuat Damar tersentak dan kembali menoleh ke arahnya."Kamu juga bisa pake uang penjualan mobilku. Aku juga nggak keberatan seandainya kamu mau menjual ruko kita." Imbuhnya, membuat Damar semakin tersentak kaget. Dia berfikir apa mungkin istrinya itu tahu masalah yang sedang dihadapinya?. Tapi darimana dia tahu?. Mungkin dia hanya menduga-duga saja. Fikir Damar.


...


Ayu sudah berbaring, tapi dia belum tidur karena masih memikirkan suaminya yang tidak mau jujur kepadanya. Selain itu, dia juga sangat penasaran dengan tawaran yang dimaksud Tristan tadi, saat dia membaca pesan itu. Sebenarnya tawaran apa yang Tristan berikan pada mas Damar?. Kenapa aku sangat penasaran?. Ayu bertanya-tanya dalam hati.


Ceklek .....pintu kamar terbuka. Damar masuk, dan Ayu segera memejamkan mata, pura-pura tertidur. Damar mematikan lampu kamar, lalu naik ke ranjang, menatap Ayu sebentar dan berkata" Sayang!! Kamu udah tidur?."Tanyanya sambil sedikit mengguncang tubuh Ayu. Ayu tidak menjawabnya. Damar mengecup pipi Ayu lalu berbaring disampingnya, seraya melingkarkan tanganya diperut Ayu.


Ayu membuka matanya. Dia benar-benar merasa kecewa pada suaminya itu, karena masih tidak mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Kenapa kamu tidak mau menceritakan masalah kamu padaku mas?. Apa aku memang tidak penting bagimu?. Bukankah suami istri itu harus selalu terbuka? Tapi kamu malah menyembunyikan masalah sebesar ini padaku mas, sampai aku harus tahu dari orang lain. Dan aku juga jadi berbohong sama kamu. Kata Ayu dalam hati, seraya menatap wajah Damar yang sudah terpejam.


TBC🌻


Hay !! Met malam semuanya🙋


Maafkan baru sempet up lagi, karena kesibukan otor didunia nyata. Berhubung bulan ini bulan haji, banyak yang nikah, jadi otor disibukkan dengan dunia perweddingan 😁 sampai-sampai tidak sempet update( maafkan😔) dan mohon pengertinya. Karena menurut othor sih menulis cerita itu juga butuh konsentrasi tinggi. Tidak bisa asal menulis saja. Terima kasih buat yang selaku setia nunggu kelanjutan cerita ini. Terima kasih juga buat yang sudah mampir ke cerita ini.


Buat readears yang gak suka sama jalan cerita ataupun kesel nunggu updatenya, ya udah jangan diambil pusing, masih ada ribuan cerita lainya di noveltoon ini. Tidak perlu berkomentar yang aneh-aneh yes🤭


Karena masing-masing author mempunyai cara dan gayanya sendiri dalam menulis.


Kalau saran dan masukan yang membangun othor terima dengan senang hati🤗

__ADS_1


Terima kasih banyak semuanya....❤️❤️


__ADS_2