Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Mencari tau semuanya?


__ADS_3

Beruntung anak buah Devan bisa menguasai mobil yang dikendarai hingga tabrakan itu tidak terjadi,, sedangkan Angel benar-benar sangat terkejut hingga langsung terdiam.


Nadia yang tidak mendengar suara Angel dibuat khawatir.


Anak buah Devan bernafas lega seketika.


Ya ampun hampir saja,, aku nggak dapat membayangkan jika tadi aku kecelakaan,, bisa-bisa aku tidak ada lagi di dunia ini,, meskipun aku mungkin masih hidup tapi sedikit saja Nyonya muda lecet,, sama saja aku harus mengikhlaskan nyawa ku,, batin anak buah Devan.


"Angel,, kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Nadia karena belum mendengar suara Angel sejak tadi..


Anak buah Devan langsung memberhentikan mobilnya untuk memastikan kondisi Angel. Dan anak buah Devan tidak sadar jika Devan menelepon dirinya karena terlalu khawatir pada Angel.


"Nyonya, tidak apa-apa kan?" tanya anak buah Devan khawatir sambil melihat Angel.


Angel masih terdiam karena shock.


Dengan segera anak buah Devan pergi membelikan air mineral untuk Angel,, karena kebetulan dia memberhentikan mobilnya dekat dengan minimarket.


Nadia yang mendengar ucapan anak buah Devan semakin khawatir pada Angel.


"Angel,, kamu kenapa?" tanya Nadia lagi.

__ADS_1


Clarisa pun berpura-pura khawatir,, karena sangat akan mencurigakan jika dirinya tidak khawatir disaat Nadia sedang khawatir pada Angel.


"Angel kenapa?" tanya Clarisa sambil memperlihatkan ekspresi wajah khawatirnya.


Nadia pun menggelengkan kepalanya pertanda tak tau.


"Aku nggak tau,, tapi sepertinya terjadi sesuatu padanya,," ucap Nadia.


Clarisa langsung merasa sangat bahagia,, namun kebahagiaan itu dia sembunyikan di depan Nadia.


Hmmm syukur deh,, jadi aku tidak perlu mengotori tangan ku,, batin Clarisa.


"Nyonya di minum dulu," ucap anak buah Devan sambil menyodorkan satu botol minuman pada Angel.


"Gimana perasaan Nyonya sekarang? maaf Nyonya atas keteledoran saya," ucap Anak buah Devan lagi.


"Udah nggak apa-apa kok,, aku hanya sedikit terkejut saja tadi,," ucap Angel begitu selesai minum sambil melihat anak buah Devan dan tersenyum,, karena dia sangat kasihan melihat anak buah Devan yang tampak sangat pucat dan khawatir.


Nadia menjadi sangat khawatir pada Angel.


"Benarkan Nyonya? apa kita ke rumah sakit saja Nyonya untuk memastikan semuanya?" ucap anak buah Devan lagi.

__ADS_1


Angel dengan segera menggelengkan kepalanya.


"Jangan,, pasti suamiku akan tau,, dan kamu pasti akan ada dalam masalah,, pokoknya kejadian ini jangan sampai suamiku tau,, aku nggak mau dia menghukum kamu,,, aku nggak akan bilang apa-apa pada suamiku,," ucap Angel yang sudah sangat paham pada Devan.


Anak buah Devan benar-benar terharu karena Angel ternyata masih memikirkan nasib dirinya.


"Iya Nyonya,, terima kasih...tapi benarkan Nyonya tidak kenapa-kenapa?" tanya anak buah Devan lagi.


"Iya aku nggak kenapa-kenapa kok,," ucap Angel lagi.


Dan Angel pun tersadar akan mobil Diki yang sedang dia ikuti.


"Ya ampun nggak kelihatan lagi," ucap Angel sambil melihat ke depan.


Anak buah Devan pun sadar akan maksud Angel.


"Maaf Nyonya, saya sangat khawatir pada Nyonya,," ucap anak buah Devan.


Sementara Devan terus menelepon anak buahnya yang sejak tadi belum di jawab-jawab juga membuat Devan benar-benar khawatir.


Akhh aku nggak bisa memastikan tadi itu benar-benar Diki atau bukan? tapi kenapa jauh di dalam lubuk hati ku aku sangat yakin itu Diki,, apa mungkin aku minta tolong pada suamiku untuk mencari tau semuanya? batin Angel.

__ADS_1


Sementara Nadia masih menunggu sambil mendengarkan percakapan Angel dengan sopirnya.


__ADS_2