
"Jam berapa sekarang?."Tanya Ayu.
"Jam tujuh." Jawab Damar.
"Apa!!Jam tujuh?."Ayu terperanjat." Kenapa kamu nggak bangunin aku mas?."Tanyanya.
"Memangnya kamu mau kemana?. Ini masih pagi." Kata Damar.
"Kita harus secepatnya pulang. Orang-orang dirumah pasti cemas."
"Aku sudah menelpon mang Jaya, dan memberitahunya kalau kamu dan Gara baik-baik saja."Jelas Damar.
Ayu segera membangunkan Gara, mengajaknya mandi. "Aku mau mandi sama papa."Rengek Gara.
"Tapi papa udah mandi, Gara mandi sama mama aja ya sayang." Bujuk Ayu, Gara menolak, dia ingin mandi bersama Damar. Ayu terus membujuknya, tapi Gara tetap tidak mau.
"Gapapa Yu, biar aku aja yang mandiin Gara. Kamu mandi aja dulu. Itu, aku udah siapain baju ganti untuk kamu."Kata Damar, seraya menunjukkan telunjuknya ke atas meja rias.
"Tapi mas, kamu kan udah mandi. Biar aku aja yang mandiin dia."
"Udah, biar aku aja. Atau kalau kamu mau, aku juga gak keberatan kok mandiin kamu sekalian."imbuh Damar sembari tersenyum ke arahnya. Ayu refleks menoleh kearah Damar, sedikit membelalakan mata, namun akhirnya dia tersenyum seraya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Damar.
"Gara sayang, katanya mama juga mau dimandiin sama papa. Gimana boleh nggak?."Tanya Damar pada Gara. Mata Ayu membola mendengar ucapan Damar.
"Mama kan udah gede, masa mau dimandiin sama papa."cicit Gara.
"Enggak sayang, papa bohong. Mama mau ajak Gara mandi, bukan mau dimandiin papa."Ujar Ayu menjelaskan.
"Bohong sayang. Tadi mama bilang sama papa, katanya dia mau dimandiin sama papa."
"Ngomong apa sih mas?."Tanya Ayu pada Damar.
"Ya udah biar adil, papa mandiin aja kalian berdua. Gimana?."Timpal Damar.
__ADS_1
"Mas!! Seru Ayu, membuat Damar terkekeh. Ayu lalu mandi lebih dulu, setelah itu, Damar memandikan Gara. Selesai mandi Damar mengajak Ayu dan Gara sarapan lalu mereka meninggalkan hotel itu.
Gara terlihat senang dan ceria, tidak lagi diam dan ketakutan seperti tadi malam. Dia terus berceloteh ria, Ayu dan Damar setia mendengarkan, sesekali mereka saling pandang dan saling melemparkan senyum karena merasa lucu mendengar celotehan anaknya. Mereka sangat senang melihat anaknya ceria lagi seperti sekarang.
"Yu." Panggil Damar.
"Iya mas." Sahut Ayu.
"Sesampainya kita dirumah kamu, aku akan langsung melakukan ijab kabul. Kamu nggak keberatan kan?."Tanya Damar.
"Maksud mas Damar, hari ini juga?."Ayu menjawab pertanyaan Damar dengan pertanyaanya.
"Iya. Kenapa?.Kamu keberatan?."Tanya Damar.
"Bukan gitu mas, aku hanya kaget aja. Gara baru aja ditemukan, kamu udah ngomong gitu, aku kaget."Jawab Ayu.
"Apa itu artinya kamu setuju?." Tanya Damar
"Terserah kamu."Jawab Ayu.
"Yu, apa aku boleh menanyakan sesuatu?."
"Apa?."
"Kenapa kamu tidak memakai cincin pernikahan kita?."Tanya Damar, Ayu sedikit tersentak mendengar pertanyaan Damar.
"Maafkan aku!! Aku seharusanya gak menanyakan itu."Imbuh Damar.
Ayu diam beberapa saat sampai akhirnya dia menjawab."Maaf mas!! Cincinnya sudah aku jual. Dan uangnya aku pakai buat bayar sewa ruko. Sisanya aku beliin mobil. Waktu itu aku gak punya pilihan lain, selain menjual cincin itu. Kamu gak marah kan mas?."Tanya Ayu.
Damar mengeratkan genggaman tangannya. Rasa bersalah semakin dalam dia rasakan pada Ayu. Dia mengerti, tidak mudah bagi Ayu melewati semuanya.
"Mana mungkin aku marah. Aku justru sangat malu sama kamu Yu. Kamu menderita gara-gara aku."Kata Damar penuh penyesalan.
__ADS_1
"Sudahlah mas. Semua sudah terjadi. Kamu jangan mengungkitnya lagi. Aku ingin melupakannya. Kalau kamu mengungkitnya, kamu akan mengingatkanku lagi. Kamu gak mau kan, aku sampai berubah fikiran, gara-gara aku ingat lagi apa yang kamu lakukan dulu?." Tanya Ayu.
"Tentu saja tidak. Aku tidak mau kamu berubah fikiran."Jawab Damar.
"Kalau gitu, kamu jangan bahas ini lagi. Mending fokus nyetir aja, biar kita cepet sampai."Saran Ayu.
"Apa kamu udah gak sabar pengen cepet-cepet aku halalin?."Tanya Damar, menggoda Ayu.
"Mungkin." Jawab Ayu.
...
Setelah menempuh hampir dua jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di toko Ayu. Keluarga Ayu menyambut mereka dengan gembira melihat Gara dan Ayu pulang dengan selamat.
Tak hanya keluarga Ayu, tapi juga keluarga Damar yang juga datang, setelah mendengar kabar tentang Gara yang diculik. Mereka semua memeluk dan mengucap syukur atas keselamatan Gara.
Tak lama kemudian, Damar mengatakan dihadapan semua keluarga, tentang niatnya yang ingin meresmikan kembali hubunganya dengan Ayu. Mereka semua terkejut, tapi juga senang, terutama keluarga Damar, khususnya bu Sekar. Dia bahagia mengetahui Ayu benar-benar sudah memaafkan dan mau menerima Damar kembali.
Singkat cerita, sore itu disaksikan semua anggota keluarga masing-masing, juga seorang ustad, Damar mengucapkan ijab kabul dan Reno yang menjadi wali Ayu. Mang Jaya dan Altaf, yang menjadi saksi. Ayu dan Damar pun kini sudah kembali resmi menjadi suami istri.
Damar tampak sangat bahagia saat itu. Akhirnya dia bisa membawa Ayu kembali kedalam kehidupanya. Dan yang lebih membuatnya bahagia adalah kehadiran Gara, darah dagingnya, yang sempat tidak dia akui, juga sikembar yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.
Keluarga Damar kembali ke Jakarta beberapa saat setelah pernikahan Damar dan Ayu. Damar pun harus secepatnya kembali ke Jakarta, karena besok dia akan kedatangan tamu penting. Damar mengajak Ayu ikut denganya, tapi Ayu menolak. Saat ini dia tak mungkin ikut dengan Damar.
Kalau saja Damar bisa membatalkan janji dengan tamu itu, dia akan melakukanya saat ini juga. Tapi apa daya, dia tidak bisa sembarangan membatalkan janji yang sudah dia buat. Apalagi tamu itu adalah tamu penting, yang sudah membuat janji dengannya sejak dua minggu yang lalu.
"Maaf mas!! Aku bukannya gak mau ikut sama kamu, tapi semua terlalu mendadak, aku belum siap. Maksudku, aku belum menyiapkan segala sesuatunya, lagipula anak-anak masih harus sekolah. Kamu pulang duluan saja, insya Allah hari sabtu nanti aku sama anak-anak nyusul kamu." Ujar Ayu.
"Benerran kamu mau nyusul aku?." Tanya Damar dengan mata berbinar. Ayu mengangguk sembari tersenyum tulus.
"Makasih sayang, aku sangat senang mendengarnya." Ujar Damar seraya memeluk dan mencium pipi Ayu. "Aku pasti akan jemput kamu dan anak-anak nanti."imbuhnya.
Mereka saling berpelukan dan berciuman, melepaskan rasa rindu dan rasa yang sudah lama mereka pendam, tapi sayangnya mereka tidak bisa melakukan yang lebih dari itu. Walau mereka kini sudah resmi menjadi suami istri, Damar harus kembali sekarang juga, kalau tidak saat ini dia pasti sudah membawa Ayu menginap dihotel.
__ADS_1
Damar kembali ke Jakarta, meninggalkan Ayu dan anak-anaknya. Tidak mau mengambil resiko, Damar meminta David dan anak buahnya terus menjaga Ayu dan anak-anak mereka.
Tbc🌻