
Marco mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan Citra.
"Iya aku sepupunya Diki,, kamu kenal dia?" ucap Marco sambil memperhatikan Clarisa,, karena yang Marco tau hanyalah Angel,, Diki hanya selalu membawa Angel dan memperkenalkan pada dirinya.
"Iya aku kenal dong,, Diki itu satu kantor dengan aku," ucap Clarisa sambil mengingat Diki pria yang sangat dia cintai,, namun tidak bisa dia miliki lagi.
"Oh gitu,, berarti kamu kenal Angel juga dong pacar dia?" ucap Marco lagi yang langsung membuat Clarisa kesal.
"Iyalah kenal,, aku malas mendengar nama Angel,, wanita gatal itu," ucap Clarisa.
"Hah Angel wanita gatal?" ucap Marco.
"Dia tidak seperti itu,,, dia malahan terlalu baik dan akhirnya tidak tau kalau sedang dimanfaatkan,," ucap Marco lagi.
"Udah,, udah nggak usah bahas itu dulu,, lebih baik kamu duduk dulu,," ucap Ayah Devan sambil melihat Marco.
"Iya kamu duduk dulu," ucap Clara juga.
Dan Marco pun segera duduk mengikuti ucapan ayah Devan dan juga Clara.
__ADS_1
"Clarisa buatkan Marco minuman,," ucap Clara.
"Kenapa nggak kakak aja sih,," bisik Clarisa karena tidak mau sampai salah berucap di depan Marco yang membuat Marco bisa kesal.
Duhh dasar ini anak,, aku kan nggak suka berurusan dengan dapur,, batin Clara kesal.
"Kakak aja deh,, aku malas kak,," bisik Clarisa lagi.
"Kamu aja,, aku lebih malas dari kamu,," bisik Clara.
Marco pun melihat ke arah Clara dan Clarisa yang sedang saling berbisik.
Hmmm dasar kenapa harus aku sih,, malas banget dehh kalau begini,, belum lama kak Clara disini udah berasa jadi pembantu aja aku,, gimana kalau lama coba,, batin Clarisa kesal sambil berjalan menuju ke dapur.
"Emm jadi gimana masalah Devan,, kamu pasti sudah punya ide yang banyak kan?" ucap ayah Devan sambil melihat Marco.
"Udah,, Devan itu gampang dibuat tidak berdaya,, cukup dengan Angel saja sudah cukup,, hanya sayangnya Angel sekarang susah,, tadi hampir saja aku membawa dia,, tapi dia lebih nurut pada Devan,," ucap Marco kesal.
"Apa nggak ada sedikitpun harta yang kamu dapatkan dari istri kamu?" ucap Marco lagi.
__ADS_1
"Tidak ada,, Devan sudah mengambil semuanya dan itu membuat aku benar-benar tidak suka,, bisa-bisanya aku kalah satu langkah dari anak ingusan itu," ucap ayah Devan.
"Kamu terlalu meremehkan anak kamu,, dia itu pintar,,, kalau lawan dia secara terang-terangan sangat susah buat kalahkan dia,, makanya aku menggunakan Angel," ucap Marco.
"Bagaimana rencana kamu sama Angel?" tanya ayah Devan dan Clara benar-benar sudah sangat penasaran.
Marco pun langsung mengucapkan secara pelan-pelan kepada ayah Devan dan Clara,,, dan itu langsung membuat ayah Devan dan Clara tersenyum jahat.
"Bagus kan rencana aku?" ucap Marco lagi.
"Iya sangat bagus,, dan aku sangat setuju,," ucap ayah Devan juga.
##############
Beberapa hari kemudian Diki sudah mulai merasa lebih baikan lagi dan Nadia selalu datang ke rumah Diki ketika dia tidak bekerja.
Diki sangat terhibur dengan kedatangan Nadia walaupun terkadang kepala dia selalu terasa sakit,, tapi Diki bahagia karena itu berarti dia sudah mulai mengingat masa lalunya yang sangat ingin dia ingat.
Hari ini Diki berencana akan pergi mencari kerja,, tanpa sepengetahuan Nadia.
__ADS_1
Nadia selalu melarang Diki untuk keluar rumah dengan alasan demi kesehatan Diki walaupun alasan sebenarnya Nadia takut jangan sampai Diki bertemu dengan Angel ataupun yang lainnya,, tapi Diki yang sudah merasa tidak enak pada ayah dan ibunya memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan.