Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Di depan pintu...


__ADS_3

Mama Devan sedikit terkejut begitu mendengar ucapan Devan.


"Masa lalu?" ucap mama Devan.


"Mantan pacarmu yang telah meninggal itu?" tanya mama Devan sambil melihat Angel.


Angel pun menganggukan kepalanya.


"Iya ma,, ternyata dia masih hidup,, dan dia tega merahasiakan nya dari aku,, bahkan dia ingin membuat Diki selama-lamanya melupakan masa lalunya,, dia benar-benar tega,, aku benci sama kamu," ucap Angel lagi sambil melihat Devan.


"Dia menyuruh Ayu untuk membuat Diki benar-benar melupakan masa lalunya,, aku nggak habis pikir pria yang selama ini aku anggap baik ternyata di belakang aku seperti ini,, tega membohongi aku,," ucap Angel lagi.


"Aku melakukan itu karena tidak mau kehilangan kamu sayang," ucap Devan lagi.

__ADS_1


"Stop!! aku benci sama kamu,, aku nggak mau kamu dekat-dekat dengan aku,, aku mau pergi dari sini," ucap Angel lagi.


"Loh,, kok mau pergi? jangan pergi nak, ingat kamu sedang hamil sekarang,, jangan pergi yah,, maafin Devan kalau melakukan hal itu padamu,, tapi kasihan juga dia nak,, yang penting Diki sekarang baik-baik saja,, kamu kan sudah punya suami,, Devan melakukan itu karena tidak ingin kamu kembali pada Diki,, mengertilah posisi dia nak," ucap mama Devan lagi sambil melihat Angel.


"Maafin aku ma,, untuk kali ini aku nggak bisa karena dia sudah tega padaku,, dan aku akan mencari Diki sendiri,, karena percuma bertanya padanya dia pasti akan membohongi aku lagi," ucap Angel sambil melihat Devan dan mama Devan secara bergantian.


Angel pun segera melanjutkan jalannya untuk keluar dari dalam rumah Devan.


"Sayang,, aku mohon maafkan aku,, jangan pergi,, dia hanya masa lalu kamu,, ingat ada anak kita yang sedang kamu kandung sekarang,, jangan jauhkan dia dari ayahnya," ucap Devan lagi.


"Kalau kamu menahan aku lagi,, kamu akan melihat aku mati," ucap Angel yang membuat Devan langsung terdiam ditempatnya berdiri.


Devan akhirnya pasrah melihat kepergian Angel.

__ADS_1


Namun,, setelah itu Devan dengan segera menelepon anak buahnya agar terus menjaga istrinya dari kejauhan tanpa membuat Angel curiga sama sekali.


"Devan,, apa yang akan kamu lakukan sekarang? kamu kenapa berbohong pada istrimu,, seharusnya kamu jujur saja nak, tidak akan terjadi seperti ini kalau kamu tidak bohong padanya," ucap mama Devan begitu Devan selesai berbicara dengan anak buahnya.


"Ma,, aku benar-benar nggak bisa jujur padanya karena aku takut dia akan kembali pada Diki,, dan sekarang inilah yang terjadi,, aku benar-benar bingung ma,, apa yang akan aku lakukan selanjutnya? bagaimana agar dia bisa kembali di rumah ini," ucap Devan sambil melihat mamanya.


"Tenang dulu nak,, dia pasti kembali kok,, dia mengandung anak kamu,, berpikir lah dengan kepala dingin,, jangan panik dulu,, kan Diki tidak mengingat dia,," ucap mama Devan lagi yang mencoba membuat Devan tenang.


Mama Devan baru kali ini melihat anaknya tampak bodoh tidak bisa tenang,, sangat berbeda dari Devan yang biasanya.


###############


Angel pun mengetuk pintu rumah orang tuanya begitu sudah sampai di depan rumah orang tuanya.

__ADS_1


Dengan segera Mila pergi membuka pintu begitu mendengar ada orang yang mengetuk pintu rumah nya.


Mila terkejut begitu melihat Angel berada di depan pintu sambil berlinangan air mata.


__ADS_2