Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
DI TOLAK


__ADS_3

EPISODE 2


"Ma, apa salahnya kalau bergandengan? Apa itu bisa di bilang mesra? Trus gimana sama ibu - ibu arisan yg kalau ketemu cupika cupiki sambil peluk - peluk?" Tanya rina.


"Tapi kalian gandengan kya gitu gak wajar." Timpal bang fadli.


"Gak wajarnya dari mana bang? Truk aja gandengan tapi mereka gak pacaran tuh." Jawab rina asal.


"Kamu mau di samain sama truk?" Tanya bang fadli tidak mau kalah.


"Sudah kalian jangan berdebat. Sekarang papa tanya sama ravel. Apa benar kalau kalian gak ada hubungan lebih selain berteman?". Tanya papa beni pada ravel.


"Pa.." sebelum rina sempat melanjutkan perkataannya, papa beni sudah memotong perkataan rina.


"Papa tidak tanya kamu rin. Papa tanya ravel. Jadi gimana ravel?" Tanya papa beni sambil menatap ravel.


"Yg di bilang rina bener pa. Kami gak mungkin ada hubungan lebih selain berteman. Lagian ravel juga udah punya pacar." Jawab ravel takut kalau papa beni curiga dengan jawabannya.


Sementara rina mengerutkan keningnya sambil memandang ravel dengan penuh pertanyaan.


"Pacar? Papa gak tau kalau selama ini ravel punya pacar." Tanya papa beni.

__ADS_1


"Ada pa, selama ini ravel punya pacar. Papa inget kan 3 hari yg lalu ada laki - laki yg ke rumah bersama gio sama amel? Itu pacar ravel. Tapi ravel sama dia jarang ketemu. Karena dia kerja di luar kota. Rina juga kenal kok." Jawab ravel semakin berbohong.


"Rina, Apa benar 3 hari lalu yang datang ke rumah itu pacarnya ravel?" Tanya papa beni kepada rina.


Sementara rina menatap ravel dengan tatapan marah dan masih tidak percaya dengan perkataan ravel. Sebab rina tau siapa yang datang ke rumah rina 3 hari yang lalu bersama gio.


"Rina, papa sedang bertanya. Kenapa kamu diam?" Tanya mama sri.


"Oh, eh, i.. iya ma, pa. Yang datang bersama gio tempo hari benar pacar nya ravel." Jawab rina.


"Tapi bukannya kalian bilang itu temannya gio? Kenapa kalian gak kenalin ke papa sama mama kalau itu pacar ravel?". Tanya papa beni sambil menatap rina dan ravel bergantian.


"Ravel takut pa." Jawab ravel.


"Tidak pa." Jawab ravel dan rina bersamaan.


"Lalu kenapa harus takut? Kalau hari itu ravel jujur mengatakan kalau dia pacar ravel, mungkin sekarang kami gak akan punya fikiran buruk terhadap kalian." Kata papa beni.


"Maafin ravel pa. Ravel salah." Ucap ravel merasa bersalah karena telah berbohong pada orang tua rina yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri.


"Ya sudah, kalau benar kalian tidak ada hubungan terlarang, papa sama mama bisa lega. Dan papa harap kalian tidak berbohong. Apalagi ravel. Selama ini papa selalu bangga sama kamu. Dan berharap rina bisa seperti kamu. Mandiri, dewasa dan bertanggung jawab. Selama ini papa selalu menganggap kamu seperti anak papa sendiri." Tutur papa beni panjang lebar.

__ADS_1


"Iya pa, ravel juga sudah anggap papa sama mama seperti orang tua ravel sendiri. Apalagi ravel di sini jauh dari orang tua ravel. Cuma papa sama mama keluarga ravel di sini." Timpal ravel. Tapi hatinya semakin merasa bersalah karena telah membohongi mereka yang selama ini sudah baik terhadapnya.


"Sekarang mending kalian sarapan gih. Kamu juga belum sarapan kan vel? Tadi mama udah masak." Kata mama sri mengakhiri percakapan mereka.


"Gimana ravel mau makan, rina jemput ke kosan ravel masih tidur langsung ke sini. Lagian mama sama papa mau aja percaya sama omongan bang fadli. Bisa aja bang fadli sengaja nuduh kami, gara - gara kesal cintanya di tolak ravel. Udah yuk vel, mending kita sarapan.." Kata rina sambil menarik tangan ravel menuju meja makan untuk sarapan.


Sementara itu di ruang tamu papa beni dan mama sri masih tidak percaya dengan ucapan yang di katakan rina tadi. Kalau keponakan mereka yang satu ini pernah mengungkapkan perasaannya kepada ravel namun ternyata dia di tolak.


"Apa benar yang rina bilang barusan fad? Kamu di tolak oleh ravel?" Tanya mama sri tidak percaya. Karena yang dia tau fadli populer di kantornya. Bahkan beberapa dari teman ibunya fadli yang tak lain adalah kakak kandungnya itu pernah meminta fadli untuk di jodohkan dengan anak teman ibunya. Tapi fadli menolak dengan alasan mau meniti karir dulu.


Dan siapa sangka kalau ternyata keponakannya itu malah menyukai sahabat dari anaknya sendiri. Yaitu ravel.


"Benar tan. Ravel nolak fadli." Aku fadli sambil menundukkan kepalanya karena malu.


Sontak papa dan mama nya rina tertawa mendengar pengakuan dari keponakannya.


"Haha.. mungkin ravel gak mau pacaran sama kamu karena takut di sangka pacaran sama om om fad." Ujar mama sri meledek sambil masih terus tertawa.


"Memang fadli setua itu?" Ketus fadli kesal karena di tertawakan oleh om dan tantenya.


"Fadli faldli. Om tidak menyangka kalau kamu bisa di tolak sama ravel. Karena setau om kamu itu buronan wanita. Tapi kenapa cuma ravel aja kamu gak bisa nahklukin hatinya?" Kata papa beni sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya mungkin karena pacarnya itu om. Fadli liat pacarnya lumayan tampan.. Yaaa meskipun masih gantengan fadli dari pada pacarnya ravel." Jawab fadli tidak mau kalah.


__ADS_2