
"Kalau seperti ini terus bagaimana bisa membuat Devan menderita,, sementara dia hanya bisa sengsara melalui Angel,," ucap Marco yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil berpikir keras mengenai rencana jahatnya pada Devan.
"Ayahnya juga nggak ada gunanya sama sekali,,, bisa-bisanya dia dikalahkan dengan anaknya sendiri,, bisa-bisanya dia lengah," ucap Marco lagi sambil mengingat ayah Devan yang tampak sangat bodoh dimatanya.
"Dia juga mempertahankan wanita seperti Clara yang tidak berguna sama sekali,, seharusnya dia mengambil dulu seluruh hartanya barulah dia ketahuan,, hmm bodoh banget, aku pikir ayah Devan itu pintar,," ucap Marco.
"Seandainya Diki masih hidup,, pasti akan sangat mudah menghancurkan Devan sekarang yang sangat bucin pada Angel,," ucap Marco lagi sambil terus memikirkan segala cara yang mungkin bisa dia gunakan untuk menghancurkan Devan saingan bisnisnya.
Marco sangat susah bersaing dengan Devan sehingga dia sangat membenci Devan.
Sementara di tempat lain....
__ADS_1
"Aku tau kamu bohong Clarisa, aku tau kok kalau kamu sebenarnya merindukan pertemanan kita yang dulu juga,, apa kamu nggak sadar yang terjadi antara Angel dan kakakmu,, kan kakak kamu juga salah Clarisa,, maaf sebelumnya yah kalau aku mengatakan ini,, dia kan selingkuh dengan ayah mertuanya sendiri,, jangan tepis kebenaran itu,,," ucap Nadia yang membuat Clarisa jadi terdiam.
Kenapa sih kak Clara harus melanjutkan perselingkuhan dia dengan ayah mertuanya sendiri,, batin Clarisa.
"Aku mau lanjut kerja lagi,, kamu juga lanjut kerja kalau gitu,,,," ucap Nadia lagi karena melihat Clarisa yang hanya diam saja dan tampak berpikir.
"Lalu pria yang kamu maksud itu siapa? ayo beritahu aku Nadia,, aku sudah sangat penasaran,," ucap Clarisa lagi.
Nadia pun tersenyum begitu mendengar ucapan Clarisa.
Clarisa hanya mencebikkan bibirnya sambil menatap layar yang ada di depannya. Nadia hanya geleng-geleng kepala melihat Clarisa yang seperti itu.
__ADS_1
Sementara di rumah Devan sedang terjadi kehebohan yang disebabkan oleh Devan sendiri,, membuat para pelayan yang ada di rumahnya hanya bisa menahan tawa,, karena sangat tidak biasa di rumah itu heboh apalagi dalang dari semuanya adalah Devan.
Bagaimana tidak Devan yang biasanya banyak diam mendadak mengumpulkan semua pekerja di rumahnya memberitahukan mengenai Angel yang hamil dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia dan banyak lagi peraturan lain yang di beritahukan kepada para pelayannya.
Mama Diki dan ayah Diki juga ikut tersenyum melihat tingkah Devan yang sangat bahagia meskipun mereka baru kerja di rumah Devan,, tapi mereka sudah sangat senang melihat Devan seperti itu,, karena sebelumnya kata pelayan yang lain Devan sangat irit bicara dan dia tidak suka ada kesalahan yang terjadi.
Angel dan mama Devan hanya bisa saling pandang dan tersenyum melihat Devan yang sangat bahagia.
"Nak sudah nak jangan mempermalukan diri kamu sendiri,," ucap mama Devan sambil melihat Devan.
"Loh aku sedang memberitahukan mereka ma,," ucap Devan sambil melihat Mamanya.
__ADS_1
"Iya tapi jangan terlalu heboh gitu sayang," ucap Angel sambil berjalan mendekati Devan.
"Tunggu sayang,, jangan terlalu jalan,, kan kata dokter kandungan kamu harus dijaga baik-baik,, lantainya nggak licin kan?" ucap Devan yang sudah heboh lagi membuat mama Devan langsung menepuk jidatnya sendiri.