
"Marco gimana sih kamu,, katanya ini rencana bagus,, tapi apa jadinya,, kita jadi seperti ini,, udah aku ada firasat sebenarnya kalau akan seperti ini,, karena mas Devan nggak mungkin sebodoh ini membiarkan rencana jahat mu berjalan dengan mulus,, tapi aku malah mengikuti ide bodoh kamu," ucap Clara kesal sambil melihat Marco.
"Bisa diam dulu Clara? aku benar-benar lagi pusing sekarang jangan menambah kepusingan aku," ucap Marco juga yang tidak kalah kesalnya.
"Untuk apa lagi aku diam kalau sudah seperti ini,, pokoknya aku nggak mau di penjara,, aku nggak mau hamil di balik jeruji besi," ucap Clara yang benar-benar sangat kesal akan nasibnya.
"Kamu pikir aku mau di penjara hah?" ucap Marco lagi.
"Untuk apa kalian ribut? ini semua sudah terjadi,," ucap Ayah Devan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Marco dan juga Clara.
"Ini semua karena mas juga,, mau mengikuti rencana Marco,, mas seperti tidak tau saja anak mas seperti apa," ucap Clara yang langsung menyalahkan ayah Devan juga.
"Kalau kita saling menyalahkan begini tidak ada jalan keluarnya juga,, jadi sudahlah kita terima nasib saja,, kita nggak mungkin juga akan keluar dari dalam penjara walaupun kita saling menyalahkan sekarang," ucap ayah Devan lagi yang benar-benar sudah sangat capek.
"Mas enteng banget yah bicara seperti itu,, mas nggak pikir aku lagi hamil sekarang mas,, massa aku hamil di dalam penjara,, aku nggak mau mas," ucap Clara kesal.
__ADS_1
"Yah terus kita mau bagaimana lagi Clara? nggak ada yang bisa membantu kita,," ucap ayah Devan lagi.
"Terima saja Clara,, lagian lebih bagus kamu itu hamil di dalam penjara,, jadi kamu tidak menyusahkan orang,, dan disini diberi makan juga,, gratis,," ucap Marco asal campur kesal.
Clara langsung menampar pipi Marco karena kesalnya.
"Beraninya kamu," ucap Marco yang juga ingin menampar Clara,, namun dia urungkan niatnya.
"Untung kamu wanita,," ucap Marco berusaha meredam emosinya.
Sementara Clarissa yang mengetahui jika rencana Marco gagal benar-benar semakin benci pada Angel.
"Kenapa Angel selalu beruntung di dalam hidupnya," batin Clarisa kesal.
"Sejak dulu dia selalu beruntung, dia mendapatkan cinta Diki,, dan sekarang dia mendapatkan Devan,, dia selalu hidup bahagia,, selalu banyak yang menolong dia,," gumam Clarisa.
__ADS_1
Hmm aku nggak terima dia selalu hidup bahagia,, mengambil suami kakakku,, karena kakak aku selalu gagal,, biar aku sendiri saja yang turun tangan mengurus kamu Angel,, batin Clarisa sambil tersenyum jahat.
Sedangkan Nadia yang baru mengetahui kakak Clarisa masuk penjara benar-benar prihatin dengan Clarissa. Nadia pun mendekat kepada Clarissa yang tampak sedang berpikir.
"Clarisa,, kamu yang sabar yah," ucap Nadia sambil melihat Clarisa namun tidak ada respon dari Clarisa membuat Nadia mengernyitkan dahinya.
"Clarisa," ucap Nadia lagi sambil menyentuh bahu Clarisa,, dan itu langsung membuat Clarisa terlonjak kaget.
"Maaf,, nggak maksud buat kamu terkejut," ucap Nadia lagi.
"Ada apa Nadia?" ucap Clarisa sambil melihat Nadia.
"Jangan kasihani aku,, aku benar-benar nggak suka,, aku nggak apa-apa kok walaupun kakak aku masuk penjara," ucap Clarisa lagi yang langsung mengerti dengan tatapan Nadia pada dirinya.
"Gimana kabar Angel sekarang?" ucap Clarisa lagi yang membuat Nadia seakan-akan tak percaya begitu mendengar ucapan Clarisa,, karena baru kali ini Clarissa menanyakan tentang Angel lagi.
__ADS_1