
"Ishh kok malah senyum-senyum sih,, ngeselin banget," ucap Angel yang benar-benar sangat sensitif.
"Ini senyum bahagia sayang,, akhirnya aku dicintai juga dengan istriku," ucap Devan sambil memeluk Angel.
"Hmmm jadi selama ini kamu berpikir aku nggak mencintai kamu gitu?" ucap Angel sambil melihat Devan dengan tatapan mata kesalnya.
Devan pun menganggukkan kepalanya karena memang begitu yang dia rasakan.
"Iya sayang,, aku sangat takut jika kamu tau bahwa Diki masih hidup kamu akan pergi ninggalin aku,, karena kamu nggak mencintai ku," ucap Devan.
"Hmm ada-ada aja sih,, aku nggak mungkin mau pergi-pergi aja sekali pun aku tau Diki masih hidup,, tapi aku senang banget karena dia masih hidup,, meskipun aku nggak bersama dia,, melihat dia hidup itu sudah membuat aku senang,," ucap Angel.
"Oh iya,,, kamu tuh manfaatkan Ayu untuk tujuan kamu,, kasihan tau Ayu nya," ucap Angel lagi sambil melihat Devan dengan tatapan mata kesal.
"Yah maaf sayang,, nanti aku menyuruh Ayu untuk tidak mendekati Diki lagi,, tugasnya sudah selesai,," ucap Devan.
"Ehh tapi Ayu itu sudah suka pada Diki loh,, jadi biarin aja,, semoga mereka jadian,, kan Ayu baik anaknya," ucap Devan lagi.
__ADS_1
"Hmm iya deh," ucap Angel lagi.
"Kamu cemburu yah?" tanya Devan dengan tatapan mata penuh selidik pada Angel.
"Yah nggak lah,, aku nggak cemburu,, aku senang kalau Diki juga mendapatkan wanita baik,, kamu ini mikir aneh-aneh banget sih," ucap Angel kesal sambil melihat Devan.
"Hehe maaf istriku sayang,, kan aku takut banget kamu itu cemburu,," ucap Devan lagi.
"Nggak kok, udah ahh aku mau balik ke kamarku," ucap Angel lagi,, namun dengan segera ditahan oleh Devan.
"Apaan sih harusnya aku yang berbicara seperti itu," ucap Angel setelah menghentikan tawanya.
"Pokoknya kamu disini aja,, jangan balik ke kamarmu,, kasihan loh Miko, mungkin aja sekarang dia udah tidur dengan nyenyak,, kalau kamu bangunin tidurnya terganggu sayang," ucap Devan lagi.
"Hmm iya deh, tapi aku nggak mau di apa-apain lagi,," ucap Angel sambil melihat Devan.
"Iya sayang,, aku nggak apa-apain kamu,, tenang aja yah,, palingan cuma peluk-peluk aja," ucap Devan.
__ADS_1
"Bolehkan kalau peluk-peluk?" tanya Devan sambil melihat Angel.
Angel pun menganggukan kepalanya.
"Ingat, hanya peluk aja,, jangan mau yang aneh-aneh lagi,, aku sedang hamil loh," ucap Angel sambil melihat Devan.
"Iya sayang,, sini aku peluk-peluk lagi," ucap Devan sambil membawa Angel ke dalam pelukannya.
"Ihh kok tangan mu kemana-mana sih,, tadi katanya cuma mau peluk-peluk aja, emang yah nih suami,, tangannya nggak bisa diam," ucap Angel sambil melotot kan kedua matanya pada Devan karena kelakuan Devan.
Devan pun langsung nyengir begitu mendengar ucapan Angel.
"Maaf sayang,, aku kelupaan, emang yah ini tangan suka khilaf," ucap Devan sambil nyengir melihat Angel.
"Hmm alasan aja,, mana ada tangan mau khilaf,, itu sih tergantung orangnya aja," ucap Angel lagi sambil melihat Devan.
"Oh iya sayang,, aku mau bertemu dengan Diki,, bisa kan?" ucap Angel yang membuat Devan langsung terdiam.
__ADS_1