
Angel langsung terdiam begitu mendengar pertanyaan Nadia.
Nadia langsung mengernyitkan keningnya begitu tidak mendengar jawaban dari Angel.
Astaga Angel jangan-jangan....batin Nadia.
"Angel kok kamu diam,, kamu nggak akan meninggalkan suami kamu kan kalau itu benar-benar Diki?" ucap Nadia lagi.
"Aku nggak tau Nadia,, aku sangat mencintai Diki,," ucap Angel.
"Angel jangan,, kamu ingat suami kamu yang sudah sangat mencintai kamu,, menjadikan kamu istri dia satu-satunya,,, menjaga kamu,, dan apa kamu nggak kasihan sama dia yang habis di khianati Clara,, kamu juga mau mengkhianati dia? jangan seperti itu Angel,, suami seperti Devan itu sangat jarang,," ucap Nadia yang mengingatkan Angel.
"Apa kamu nggak mikirin perasaan Diki dan aku? kenapa kamu hanya memikirkan perasaan dia?" ucap Angel.
"Aku juga memikirkan itu Angel,, tapi kalian hanyalah masa lalu,, suami kamu menyimpan banyak harapan sama kamu,, jangan buat dia merasa sakit hati lagi Angel,, dia pasti akan benar-benar sangat terpukul,, apalagi aku sangat yakin dia sangat mencintai kamu,," ucap Nadia.
"Cintanya sangat besar untuk kamu Angel," ucap Nadia lagi.
"Sudahlah Nadia,, aku benar-benar bingung sekarang,, aku nggak tau apa yang akan terjadi nantinya,, yang jelasnya aku sangat berharap pria tadi benar-benar Diki,, aku nggak mau dulu mikir masalah suami aku," ucap Angel.
__ADS_1
"Aku tutup dulu panggilan telfonnya yah,, kamu lanjut lagi kerjanya, daahh Nadia," ucap Angel lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Nadia.
Nadia langsung menggelengkan kepalanya sambil melihat ponselnya.
Hmm ini yang aku sangat takutkan kalau Angel bertemu dengan Diki,, duhh pasti Diki keluar rumah nih,, ya ampun entah sampai kapan rahasia ini akan aman,, Diki kan bukan anak kecil yang bisa di larang-larang,,, batin Nadia.
##########
Sementara Devan segera menelepon Angel lagi begitu sudah menelepon anak buahnya.
Tadi dia telfon siapa yah? nggak mungkin kan nomor ponsel dia masih sibuk,, batin Devan yang sedang menelepon Angel.
"Kak Devan," ucap Angel lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Devan.
"Halo," ucap Angel dari balik telfon begitu mengangkat panggilan telfon dari Devan.
"Halo, sayang kamu tadi habis telfonan dengan siapa? tadi nomor ponsel kamu sibuk sayang," ucap Devan yang menanyakan langsung.
"Oh tadi aku habis telfonan dengan Nadia,, ada apa?" tanya Angel.
__ADS_1
Kok dia kembali dingin lagi pada diriku,, beberapa hari ini dia tidak seperti ini,, ada apa sama kamu istriku? apa karena Diki,, apa dia melihat tadi apa yang aku lihat,, batin Devan.
"Kok diam?" tanya Angel lagi karena tidak mendengar Devan yang menjawab pertanyaan dirinya.
"Emm aku hanya mau tanya kamu udah makan siang belum sayang?" tanya Devan sambil tersenyum.
"Oh udah kok,, kamu udah makan siang?" tanya Angel balik.
Kok dia nggak bilang sayang lagi,, biasanya dia bilang sayang beberapa hari ini,, batin Devan yang semakin takut akan kehilangan Angel dengan perubahan sikap Angel lagi.
"Kamu udah makan siang?" tanya Angel lagi karena Devan lagi-lagi diam.
"Iya udah kok,," jawab Devan walaupun sebenarnya dia belum makan siang karena menunggu kabar dari anak buahnya mengenai Diki.
"Kalau gitu aku tutup dulu yah panggilan telfonnya sayang,, aku hanya mau menanyakan itu tadi,," ucap Devan.
"Oh iya," ucap Angel.
Devan pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Angel.
__ADS_1
Setelah cukup lama menunggu akhirnya anak buahnya memberikan Devan informasi.