Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Episode 56


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam Ana dan Rio, akhirnya tiba di Tokyo Jepang.


Rio dan Ana sangat terkejut dengan iklim di Jepang yang ternyata sedang winter (musim dingin), Rio benar-benar lupa untuk mengecek kondisi musim di Jepang sebelum ia berangkat.


"Sayang dingin" ucap Ana lirih, menggigil kedinginan.


"Maaf ya sayang, aku pikir summer ternyata winter. Aku benar-benar lupa cek" Rio benar-benar merasa bersalah.


Tak tega melihat istrinya kedinginan Rio langsung mengajak Ana untuk berbelanja pakaian hangat, ia sama sekali tidak mempacking baju hangat untuk dirinya dan juga istrinya.


"Kayanya kita harus beli koper lagi deh sayang" ucap Ana, ketika melihat banyaknya barang belanjaan yang Rio beli.


"Nanti setelah dari hotel, kita istirahat dulu sebentar baru nanti keluar lagi untuk jalan-jalan" ucap Rio.


Ana menganggukan kepalanya, ia menurut apa yang suaminya katakan.


Sesampainya di hotel, Ana dan Rio membersihkan tubuh dan beristirahat sejenak memandangi situasi Tokyo dari balkon kamar hotelnya sambil menikmati teh hangat.


"Kamu mau tripnya seperti apa? private trip pakai travel atau kita jalan-jalan saja berdua sendiri base on insting dan internet" tanya rio sambil memeluk Ana.


"Kayanya jalan-jalan berdua aja seru deh, tapi jangan sewa mobil ya, kita pake general transportation." pinta Ana.


"Yakin? Kalo nyasar bagaimana?" tanya Rio.


"Aku sudah tersesat di hatimu dan tidak ingin pergi" jawab Ana sambil tersenyum.


"Sayang, aku serius." Rio mencubit hidung istrinya dengan gemas.


"Hahaha... ia tidak apa-apa kan bisa tanya-tanya, bisa naik taxi ada internet juga. Lagi pula jika nyasarnya berdua sama kamu, aku tidak masalah kok pasti seru." Ana mencium pipi Rio, Rio meraih pinggang Ana kemudian memeluknya.


"Ok. are you ready?" tanya Rio.


"Yes." Jawab ana.


Rio mengajak Ana makan sushi di Tsukiji Tamasushi, ia memesan maki shusi untuk istrinya sedangkan untuk dirinya sendiri Rio memesan sashimi.


"Untuk bumilku tercinta tidak boleh makan makanan mentah" ucap Rio sambil memberikan makanan untuk istrinya.


Ana hanya tersenyum, ia merasa dirinya sangat beruntung sekali memiki suami yang sangat perhatian kepadanya. Sempat terbesit di ingatannya dulu, ketika ia tengah mengandung anak pertamanya, sungguh sangat jauh berbeda sekali kondisi psikisnya dengan saat ini, ana berharap di akhirat kelak ia di pertemukan dengan anak pertamanya, ia ingin menyampaikan permintaan maafnya karena tak bisa menjaganya dengan baik.


"Hei, kok malah ngelamun sayang?" tanya Rio, seketika pertanyaan Rio membuyarkan lamunan Ana.


"Tidak apa-apa kok sayang." Ana tersenyum ke arah Rio, kemudian ia melanjutkan kembali makannnya.

__ADS_1


Selesai makan, Rio mengajak Ana memasuki gang kecil di Shinjuku yang menjual berbagai macam makanan. Rio kembali memilihkan beberapa jajanan yang aman untuk istrinya makan, banyak spot foto menarik saat berkeliling di shinjuku, Rio tak melewatkan moment tersebut untuk memotret wajah cantik blasteran istrinya walaupun istrinya sedang tidak siap untuk berpose.


"Sayang, foto di Crossing Street yuuk" ajak Ana


Rio menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Ana menyusuri area shinjuku.


"Are you happy?" tanya Rio.


"Yes, I'm always happy with you" jawab Ana sambil tersenyum ke arah Rio kemudian ia mengecup pipi Rio dengan mesra.


Rio mengajak istrinya berkeliling dan berbelanja di shibuya, tempat perbelanjaan yang paling ramai di kunjungi oleh turis yang liburan ke Jepang.


"Belanjalah apa pun yang kamu mau, aku belum membelikanmu apa-apa selama kita menikah."


"Belum belanjain? isi lemariku kan semuanya kamu yang isi bahkan bahkan skin careku dan make upku pun sudah kamu penuhi di meja riasku."


"Ayo belanjalah apa pun yang kamu mau sayang" Rio menggandeng tangan Ana.


Ana memasuki gedung pusat fashion, Rio sendiri heran mengapa energi wanita jika sedang berbelanja seolah tidak ada habisnya.


"Sayang, aku bilang beli yang kamu mau bukannya berkeliling kesana kemari. Apa kamu tidak capek?" protes Rio.


"Iya tapi aku belum lihat yang di sana, siapa tahu ada yang lebih bagus."


"Iya sebentar lagi ya sayang" pinta Ana.


Dengan sabar Rio menemani istrinya berbelanja, Ana tidak hanya berbelanja untuk dirinya sendiri tapi juga untuk suaminya, Lyra dan ibu.


"Kenapa Papa dan Kak Risti tidak kamu belikan juga?" tanya Rio.


"Ah biarlah. Papah dan Kak Risti kan sering ke luar negeri, mereka bisa membeli sendiri apa yang mereka mau."


"Tidak boleh begitu istriku sayang, sebagai anak kita harus adil kepada kedua orang tua kita. Biar pun papa bisa membeli apa pun yang beliau mau tapi pemberian dari anaknya akan terasa lebih special."


Ana menganggukan kepalanya, ia mulai mencari oleh-oleh untuk papanya dan juga kakaknya serta untuk kedua keponakannya. Puas berbelanja, Rio mengajak ana kembali ke hotel untuk beristirahat.


Rio membantu Ana membuka semua barang belanjaan yang telah di beli olehnya, Rio ingin merapihkannya di dalam koper.


"Sayang, kenapa kamu lebih banyak membeli barang-barang untukku ketimbang punyamu?" tanya Rio dengan nada protes kepada istrinya.


"Karena yang ada di pikiranku hanya ada kamu." jawab Ana sambil tersenyum.


"Kenapa sekarang istriku jadi pintar menggombali aku?"

__ADS_1


"Entahlah, semakin hari aku semakin cinta sama kamu" Ana mengecup lembut bibir suaminya.


Rio pun membalas ciuman Ana lebih dalam, sesuai saran dari dokter kandungan, malam itu Rio melakukannya secara perlahan dan di posisi yang aman untuk istrinya.



Keesokan harinya Rio dan Ana naik kereta mengunjungi Mt. Fuji panoramic ropeway, Mt. Fuji cruise, dan Kawaguchiko natural living center. Ana nampak sangat antusias bisa berjalan-jalan naik kereta kerena Ini adalah kali pertamanya Ana naik kereta.


Bukan hal yang mudah bagi Ana dan Aio berjalan-jalan di negeri orang tanpa di pandu oleh seorang tour guide, mereka berdua hampir saja salah naik kereta, namun pengalaman itulah yang membuat mereka menikmati liburannya.



Menikmati pemandangan gunung fuji membuat hati Ana tenang dan nyaman, walau pun cuaca sangat terik, kehangatan matahari seakan terasa palsu. Ana yang telah mengenakan pakaian tiga lapis saja masih merasa kedinginan.


Rio berusaha memberikan kehangatan untuk istrinya dengan terus memeluknya erat.


"Nanti kita ke sini lagi saat summer ya." bisik Rio.


"Kita ke sini lagi saat sudah bertiga."


Selanjutnya Rio mengajak Ana ke Lake Kawaguchiko yang juga merupakan salah satu destinasi wisata menarik saat berkunjung ke Mt.Fuji


Selama satu minggu lamanya Rio mengajak istrinya menjelajah negeri sakura, di hari terakhir liburannya Rio mengajak istrinya berbincang santai sambil menikmati susu hangat di balkon kamar hotelnya.


" Sayang, besok pagi kita akan kembali ke Indonesia. Boleh aku tahu apa rencanamu?"


Ana tertunduk sejenak, kemudian ia mulai mengutarakan keinginannya kepada suaminya.


"Sejujurnya sebelum kejadian itu, aku ingin sekali kembali bekerja. Tapi karena kejadian itu aku jadi malu, aku takut untuk bertemu dengan banyak orang."


Rio menggenggam tangan Ana, mencoba memberikan support untuk istrinya.


"Kamu bisa menjadi konsultan keuangan di kantorku, seperti yang seringku katakan, aku butuh orang yang cerdas sepertimu."


"Konsultan keuangan di kantormu? Apa tidak apa-apa?" tanya Ana.


"Begini saja, walaupun kamu istriku kamu tetap mengikuti semua prosedur tes sama seperti yang lain. Nanti kita lihat hasilnya, aku janji tidak akan memanipulasi apa pun."


"lalu jika aku tidak lulus?"


"Kamu cukup menjadi istriku saja, hahaha... aku bercanda sayang, kamu bisa menjadi sekertarisku."


Rio meminta Ana untuk duduk di pangkuannya, dengan hangat ia memeluk istrinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2