
Angel pun tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Devan,, Angel merasa sangat bahagia karena Devan mau melakukan apa yang diinginkannya,, padahal Angel tau Devan tak pernah berurusan dengan dapur. Angel sebenarnya tak tega tapi semua keinginan anaknya,, Angel sangat ingin melihat Devan membuatkan dirinya nasi goreng dan juga merasakan nasi goreng buatan Devan.
Devan pun memulai pekerjaannya dengan ucapan bismillah.
Devan mulai melihat resep nasi goreng melalui ponselnya.
Devan mulai mengiris-ngris bawang. Angel dengan semangat memperhatikan suaminya itu. Para pelayan pun tampak takut-takut memperhatikan Devan.
Mereka takut Devan akan terluka dengan benda-benda tajam yang ada di dapur,, mereka tidak mau mood Devan menjadi berubah ketika Devan terluka.
Devan tampak mengeluarkan air matanya ketika mengiris bawang.
Ya ampun kok aku malah nangis,, aduh mata ku kenapa ini,, perasaan aku hanya mengiris bawang,, batin Devan.
"Sayang,, pasti itu karena kamu nggak biasa ngiris bawang,, jadinya gitu,, sini biar aku saja yang lanjutkan,, aku sudah senang melihat kamu yang usaha seperti ini," ucap Angel yang kasihan pada Devan sambil mendekat kepada Devan.
__ADS_1
"Nggak boleh istriku sayang,, aku akan lanjutkan ini,, karena kamu maunya tadi aku yang buat,, kamu duduk saja yah,, aku ini laki-laki massa ngiris bawang aja nggak bisa,, malah menyerah,," ucap Devan.
"Tapi kamu udah mengeluarkan air mata itu,, biar aku yang lanjutkan yah,, pasti itu pedih banget,," ucap Angel lagi.
"Ini nggak se pedih waktu kamu kabur karena marah padaku,, jadi santai aja sayang,, aku nggak apa-apa kok," ucap Devan lagi yang membuat para pelayan senyum-senyum begitu mendengar ucapan Devan.
Mereka sangat senang bos nya bucin pada wanita yang benar,, tidak sama seperti dulu ketika Devan sangat mencintai Clara,, para pelayan tak ada yang setuju dengan itu,, karena mereka merasa bagaikan di neraka setiap hari,, meskipun Devan sangat baik tapi Clara sangat jahat seperti mak lampir,, beruntung masa-masa itu sudah tak ada lagi dan itu membuat mereka sangat bahagia. Bahkan mereka mendoakan Angel agar ketika lahiran nanti dimudahkan.
Angel pun tersenyum malu-malu begitu mendengar ucapan Devan.
Angel pun menganggukan kepalanya.
"Ya udah ayo cium dulu,, biar aku nggak mengeluarkan air mata terus," ucap Devan lagi yang membuat para pelayan semakin senyum-senyum.
Mereka pasangan yang serasi,, semoga Tuan dan Nyonya selalu bahagia seperti ini,, semoga tak ada yang menggangu kebahagiaan mereka lagi,, batin salah satu pelayan sambil melihat Angel dan Devan.
__ADS_1
Pipi Angel langsung memerah seketika begitu mendengar ucapan Devan. Karena Angel malu pada pelayan-pelayan yang sudah tentu mendengar ucapan Devan.
"Sayang,, ayo beri aku semangat,, satu ciuman aja,, please,," rengek Devan lagi.
"Nanti di kamar,, disini banyak orang,," ucap Angel pelan sekaligus merasa malu.
"Nggak apa-apa mereka bukan anak-anak di bawah umur lagi jadi pasti mereka mengerti kok,, kita suami istri kok bukan lagi pacaran,, jadi nggak usah malu istriku," ucap Devan sambil terus mengiris bawang.
"Ayo mana ciumannya,," ucap Devan lagi.
"Kami akan menutup mata Nyonya, silahkan penuhi keinginan Tuan," ucap salah satu pelayan sambil tersenyum.
Sementara di tempat lain ada Diki yang mencari tau berita tentang Angel dan Devan selama dirinya hilang ingatan.
##############
__ADS_1