
Devan pun ikut tersenyum sambil mencubit hidung Angel gemas.
"Sayang kamu kenapa tiba-tiba berubah seperti ini? aku benar-benar takut jangan sampai kamu berubah seperti ini,,, lalu kamu ninggalin aku," ucap Devan yang benar-benar bingung dengan perubahan drastis Angel memperlakukan dirinya.
Angel tersenyum begitu mendengar ucapan Devan.
"Kamu tuh mikirnya kok seperti itu sih,, yah emang kamu nggak suka aku seperti ini sama kamu? kamu lebih suka aku yang dulu?" tanya Angel sambil melihat Devan.
Devan dengan segera menggendong kepalanya cepat.
"Aku benar-benar suka kamu yang sekarang,,, aku nggak mau kamu kembali seperti dulu,, tapi aku rasa aneh aja gitu,, kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini? aku ingin tau apa yang memotivasi kamu sehingga kamu berubah seperti ini sama aku," ucap Devan lagi.
"Yah karena aku istri kamu,, aku ingin menjadi istri kamu seperti pasangan-pasangan suami istri yang lain,, lagian kamu mencintai aku,, aku akan menjadi wanita yang sangat bodoh dan nggak tau bersyukur kalau aku menyia-nyiakan suami aku ini,, lagian aku nggak boleh berada di masa lalu terus,, aku sekarang sudah menjadi istri kamu,, jadi aku akan fokus ke kamu,, aku rasa aku benar-benar sangat jahat selama ini sama kamu karena aku selalu menyakiti perasaan kamu walaupun sebenarnya aku nggak berniat untuk menyakiti perasaan kamu,, maafkan aku yah," ucap Angel.
"Udah nggak usah minta maaf sayang,, kamu seperti ini saja aku udah sangat bahagia," ucap Devan.
Angel pun tersenyum begitu mendengar ucapan Devan.
"Ya ampun masakan aku," ucap Angel tiba-tiba yang teringat dengan masakannya.
__ADS_1
"Untung nggak hangus sayang," ucap Angel yang merasa lega,, karena dia benar-benar tidak mau Devan memakan masakan dirinya yang hangus.
Devan tersenyum sambil mendekati Angel.
"Kamu tenang saja sayang,, masakan kamu hangus aku nggak bakalan nyalahin kamu,, aku bakalan nyalahin apinya," ucap Devan sambil tersenyum yang langsung membuat Angel tertawa.
"Apaan sih kamu sayang ada-ada saja," ucap Angel sambil menggelengkan kepalanya melihat Devan.
"Yah emang iya,, karena kamu selalu benar,, wanita itu nggak pernah salah," ucap Devan lagi.
Lagi-lagi Angel tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh iya sayang,, jangan-jangan kamu seperti ini karena lagi hamil yah?" ucap Devan yang tiba-tiba teringat dengan kemungkinan itu.
"Kita ke dokter yuk sayang," ucap Devan lagi.
"Hah,, buat apa?" tanya Angel.
"Buat kamu diperiksa,, siapa tau aja kan kamu hamil," ucap Devan lagi.
__ADS_1
"Nggak usah sayang,, aku nggak rasa aneh pada tubuh aku,, lagian aku seperti ini sudah aku katakan tadi alasannya," ucap Angel lagi.
Devan pun angguk-angguk begitu mendengar ucapan Angel.
Semoga dia seperti ini terus,, dan nggak akan pernah berubah,, aku nggak tau lagi akan sakit hati seperti apa kalau dia berubah juga,, batin Devan sambil melihat Angel.
Sementara Diki,, Nadia,, dan ibu Diki sudah sampai di rumah yang baru Diki tempati.
Oh jadi dia tinggal disini,, nggak jauh dari tempat dia jalan tadi,,, batin Nadia.
"Ayo masuk nak,," ucap Ibu Diki kepada Nadia.
"Iya ayo masuk,," ucap Diki juga.
"Dengan senang hati," ucap Nadia sambil tersenyum pada Diki dan ibu Diki.
Lalu tiba-tiba Diki merasakan pusing dan sakit pada kepalanya,,, dia seperti teringat sesuatu begitu mendengar ucapan Nadia.
Ya ampun Diki kenapa? apa jangan-jangan Diki mulai mengingat sesuatu,, ini kan kata-kata Angel yang suka aku dengar kalau Diki mengajaknya makan atau pulang bareng atau jalan bareng,,, batin Nadia.
__ADS_1