Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Episode 35


__ADS_3

Rio membuka pintu rumahnya, ia terkejut saat melihat Retno datang bertamu ke rumahnya.


"Mau apa kamu datang kemari?" tanya Rio datar.


"Ak..aku mencari Lyra, kami sudah janjian mau keluar."


"Lyra sedang mandi, kau duduklah." Rio mempersilahkan Retno masuk dan menunggu adiknya di ruang tamu.


Ketika Rio akan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu, Retno memanggilnya.


"Mas Rio, maafkan aku" ucap Retno dengan wajah penuh penyesalan.


Mendengar Retno memanggilnya, Rio menoleh kembali ke arah Retno.


"Maaf untuk apa?"


"Karena ulahku, ibu jadi masuk ke rumah sakit. Tolong sampaikan juga permintaan maafku kepada Ana karena aku telah menuduhnya pelakor."


"Lain kali cari tahu dulu kebenarannya, jangan asal menuduh orang" Rio sangat tidak terima jika Ana di sebut pelakor.


Ia kembali membalikkan tubuhnya hendak pergi meninggalkan Retno namun baru beberapa langkah Rio hendak pergi meninggalkan ruang tamunya, Retno kembali memanggilnya.


"Maaf Mas Rio, sampaikan juga kepada Mba Ana saya turut berbela sungkawa atas kegugurannya kandungan Mba Ana" ucap Retno, seketika Rio kembali menoleh ke arah Retno.


"Dari mana kamu mengetahuinya?" Rio mendekat ke arah Retno dan duduk di hadapannya.


"Beberapa waktu lalu pasca Mba Ana mengalami insiden kecelakaan, Lyra datang ke rumahku. Ia menceritakan bahwa mantan suamiku yang telah menabrak Mba Ana, Lyra juga menceritakan semua kejadian yang sebenarnya sehingga aku sudah menarik semua pengacara-pengacara yang aku bayar untuk membantunya meringankan kasusnya"


"Untuk ke depannya kamu berhati-hatilah jangan sampai kau di manfaatkan lagi oleh orang sebreng*ek dia" Rio memberikan nasihat kepada Retno.


Tak lama kemudin Lyra yang telah siap, keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dan mengajak Retno pergi.


Sementara itu Rio masuk ke kamar tamu, kamar yang pernah di tempati oleh Ana sewaktu tinggal di kediaman orang tuanya.


Rio merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, saat hendak memejamkan matanya handphone Rio bergetar ada satu pesan masuk dari Risti, Risti mengirimi beberapa foto kegiatan Ana hari ini.


^^^Risti:^^^

__ADS_1


^^^Aku masih di jalan dek menuju eropa, tapi tadi aku menyuruh asisten yang menjaga ana untuk memfoto kegiatan ana pagi ini^^^


Rio melihat satu persatu foto-foto kegiatan Ana yang dikirimi oleh Risti kepadanya, difoto tersebut Ana tampak sedang melakukan terapi bersama dengan dua orang tenaga medis yang membantunya, dan foto Pak Reino yang sedang menemani Ana terapi.


Rio tersenyum melihat semua foto-foto tersebut, setidaknya foto-foto itu membuat hatinya merasa lebih tenang karena kekasihnya baik-baik saja, setelah melihat semua foto-foto Ana, Rio mengucapkan terima kasih kepada Risti dengan membalas pesannya.


Rio:


Trimakasih Ka Risti


Baru saja Rio hendak memejamkan matanya, tiba-tiba ia mendengar suara bel rumahnya kembali berbunyi, tak lama kemudian Rio mendengar suara berisik dari ruang tamu rumahnya.


Rio pun beranjak dari tempat tidurnya, menghampiri sumber suara tersebut.


"Maaf Bu Surtini, Mba Lyranya sedang keluar jadi tidak ada yang bisa mengantar Bu Surtini ke rumah sakit. Saya tidak bisa bawa mobil dan tidak berani pinjam ke Mas Rio" ucap asisten rumah tangga Rio.


"Pie yo anakku kenjang-kejang begini" ucap Bu Surtini dengan panik sambil menggendong anaknya yang kira-kira berusia tiga tahun.


"Biar aku saja yang mengantar, sebentar aku ambil kunci mobil dulu" Rio kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya, kemudian ia bergegas mengantar tentangganya menuju rumah sakit.


Rio memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang, raut wajahnya ikut menegang karena ia melihat anak Bu Surtini kembali kejang.


Selagi anak Bu Surtini di periksa oleh dokter, keduanya menunggu di depan ruang IGD.


"Mas Rio terima kasih banyak atas bantuannya, jika Mas Rio mau pulang, pulang saja, Mas Rio tidak perlu ikut menunggu." Bu Surtini sangat berterima kasih kepada Rio yang telah membantunya.


"Sama-sama Bu, kalo begitu saya pulang duluan. Jika Bu Surtini butuh bantuan jangan segan-segan ke rumah saja." ucap Rio dengan ramah.


"Baik Mas, terima kasih."


Selepas berpamitan Rio tidak langsung pulang kerumahnya, ia ke toilet untuk buang air kecil serta mencuci wajahnya, setelah ia keluar dari toilet ia berjalan menuju pintu keluar rumah sakit yang melewati tempat administrasi.


Secara tak sengaja Ia melihat Bu Surtini sedang berbicara dengan pihak bagian admin rumah sakit, Rio memperhatikan raut wajah Bu Surtini nampak bingung dan bersedih, bahkan Bu Surtini beberapa kali mengelap air matanya, Rio yang merasa iba pun mengampiri dan menanyakan apa yang terjadi.


"Begini Pak, pasien di haruskan untuk segera melakukan CT SCAN namun orang tua dari pasien tidak mampu membayar uang administrasi."


"Biar saya saja yang membayarnya, sekalian di depositkan untuk biaya-biaya lainnya kedepan" ucap Rio sambil mengeluarkan debit card dari dompetnya.

__ADS_1


"Mas Ri, terima kasih banyak. Aku janji nanti akan menggantinya"


"Sama-sama, Bu Burtini tidak perlu menggantinya. Kalo begitu saya pamit dulu ya Bu.


"Iya Mas hati-hati, sekali lagi terima kasih."


Dalam perjalanan pulang Rio berfikir untuk membuat situs donasi dan menggalang dana (fundraising), campaign program sosial untuk anak-anak yang membutuhkan pengobatan dan beasiswa anak-anak yang putus sekolah.


Rio menghubungi staff IT nya untuk membantunya membuat situs tersebut.



Keesokan harinya Rio menarpati janjinya mengajak Ibu dan Lyra berlibur ke kota Semarang, dibutuhkan waktu dua setengah jam perjalanan darat untuk bisa sampai ke kota Semarang.


"Akhirnya ya Bu, Mas Rio punya waktu juga untuk mengajak kita berlibur, meskipun tidak jauh tapi Lyra sangat senang karena selama ini Mas Rio selalu sibuk" ucap Lyra dari bangku belakang.


"Apa mau liburan ke luar negeri Lyr?" tanya Rio sambil mengemudikan mobilnya.


"Aku sih mau banget mas tapi ibu kan tidak bisa perjalanan jauh mas."


"Nyuwun pangampunten njih bu, ewodene saklami meniko mboten nate gadah wekdal kagem ibu lan Lyra" ucap Rio.


*Maafin aku ya buk selama ini aku tidak pernah punya waktu untuk ibu dan lyra.


"Le, Ibu sing kudu diapuro mergo sakbare bapakmu tilar, kowe kudu nyambut gawe kanggo nguripi ibu kan adimu kanthi prasojo, ibu bombong marang awakmu le." Ucap ibu.


*Nak ibu yang harusnya meminta maaf kepadamu karna setelah bapak meninggal kamu jadi harus bekerja keras untuk memberikan kehidupan yang layak untuk ibu dan adikmu, Ibu bangga sekali dengan mu nak.


Ibu yang duduk di kursi depan bersebelahan dengan Rio, mengelus pundak putra sulungnya dengan lembut, kemudian Rio mengambil tangan ibundanya lalu menciumnya.


Tak lama setelah itu Rio memarkirkan kendaraannya di parkiran Tempat Pemakaman Umum di kota Semarang, ketiganya berjalan menuju makam Nenek dan Kakek Rio.


"Rasanya sudah lama sekali aku tidak berziarah kemari, selama ini hanya Lyra yang mengantar ibu kemari. Sedangkan aku pulang ke kampung halaman saja hanya pada saat lebaran atau pada saat ibu jatuh sakit" gumam Rio dalam hati.


Dengan khusyuk ketiganya mendoakan nenek dan kakek, setelah berdoa Lyra menaburi makam nenek dan kakeknya dengan berbagai macam bunga segar kemudian menyiraminya dengan air yang telah ia siapkan.


Selesai berziarah Rio mengajak ibu dan Lyra mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Puri Maerokoco, Lereng Kelir, Pantai Marina dan berbagai tempat wisata lainnya.

__ADS_1


Mereka menghabiskan waktu untuk berlibur di kota Semarang selama tiga hari, sebelum akhirnya Rio kembali ke Jakarta untuk kembali beraktivitas.


__ADS_2