
Angel benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan Devan.
"Marco seperti itu?" ucap Angel seakan masih belum percaya.
Devan pun menganggukan kepalanya pertanda mengiyakan.
"Iya sayang,,,," ucap Devan sambil mengelus lembut rambut Angel.
"Tapi itu nggak mungkin,, massa dia tega seperti itu," ucap Angel.
"Semuanya itu bisa saja terjadi sayang,, dan itu memang kenyataannya,,, dia otak di balik semua rencana ini,," ucap Devan sambil melihat Angel.
"Makanya kamu jangan terlalu baik dan polos,, lihat kan orang yang kamu tidak sangka bisa jadi seperti itu,, tapi tenang saja selama ada aku di samping kamu,, kamu nggak akan kenapa-kenapa,, dan aku juga akan selalu waspada karena aku nggak mau kejadian dulu terulang lagi, aku nggak mau kehilangan kamu sayang," ucap Devan sambil melihat Angel dengan tatapan mata lembutnya.
"Tapi kenapa dia bisa seperti itu? aku nggak ada salah apa-apa sama dia,, kok dia mau berbuat seperti itu,," ucap Angel lagi.
"Mungkin bukan sama kamu sayang tapi sama aku,, dia tau kalau aku sangat mencintai kamu,, makanya dia ingin memanfaatkan itu,,, biasalah sayang urusan bisnis,," ucap Devan lagi.
"Tapi kamu nggak usah terlalu memikirkan itu yah,, ingat kamu lagi hamil jangan banyak pikiran nanti berpengaruh sama calon anak kita,, kamu santai-santai aja sayang biar aku yang mengurus semuanya,," ucap Devan lagi.
__ADS_1
Angel pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan Devan,, karena dia juga tidak mau terjadi apa-apa pada calon anaknya.
"Emmm sayang apa kamu yakin dengan keputusan kamu untuk membebaskan Clarisa?" ucap Devan lagi yang sebenarnya ingin sekali memberikan pelajaran pada Clarissa.
Angel pun menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Iya sangat yakin,, kasihan Clarisa kalau dia akan di hukum juga,, aku nggak tega,, dia itu sahabat aku,," ucap Angel sambil mengingat kebersamaannya dengan Clarisa dulu yang sangat akrab.
Hmmm tapi dia itu tidak menganggap kamu sahabatnya istriku,, kenapa kamu itu terlalu baik sih,, batin Devan.
"Clarisa baik-baik saja kan sekarang?" tanya Angel pada Devan dengan tatapan mata penuh selidik.
Devan dengan segera menganggukkan kepalanya.
Angel pun tersenyum begitu mendengar ucapan Devan.
"Kamu tenang saja,, aku yakin nggak akan seperti itu kok,," ucap Angel dengan sangat yakin.
Devan pun hanya menganggukkan kepalanya begitu mendengar ucapan Angel.
__ADS_1
##############
Sementara di tempat lain,, Diki selalu bersama dengan Ayu.
Ayu selalu dibuat kagum dengan kepribadian Diki.
Ya ampun kok aku jadi seperti ini sih,, batin Ayu yang merutuki dirinya sendiri.
Sementara Nadia terus kepikiran dengan Diki.
Hmmm kenapa aku harus begini sih,, batin Nadia yang jengkel dengan dirinya sendiri.
"Ayu,, kamu kenapa?" tanya Diki sambil melihat Ayu.
"Emmm nggak kenapa-kenapa kok," jawab Ayu sedikit terlonjak kaget dan gugup.
"Oh kirain kamu lagi memikirkan sesuatu,," ucap Diki sambil tersenyum.
"Nggak kok,," jawab Ayu cepat.
__ADS_1
"Kalau kamu lagi mikirin apa? tadi aku lihat kamu seperti sedang memikirkan sesuatu?" ucap Ayu lagi.
"Emm aku lagi memikirkan diriku sebelum hilang ingatan,, apakah aku memiliki orang yang spesial atau gimana? aku penasaran dengan wanita yang samar-samar di ingatan ku,," ucap Diki.