Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Benar-benar khawatir,,


__ADS_3

"Oke deh," ucap Nadia sambil tersenyum bahagia,, Clarissa pun ikut tersenyum bahagia begitu tau akan secepatnya bertemu dengan Angel.


Angel segera menutup panggilan telfonnya setelah mendengar ucapan Nadia.


Angel pun langsung melihat Devan begitu dia sudah menutup panggilan telfonnya.


Devan menghembuskan nafasnya kasar begitu melihat Angel yang seperti itu pada dirinya,, karena dia tau Angel akan meminta izin,, namun Devan belum sepenuhnya percaya pada Clarisa,, kalau pada Nadia,, Devan sangat percaya bahwa Nadia benar-benar tulus dan baik pada Angel.


Devan benar-benar sangat dilema,, apalagi mengingat Angel yang sedang hamil,, sudah pasti Angel akan sangat sensitif. Devan tidak ingin juga melihat Angel sedih tapi disisi yang lain dia tidak ingin asal mengizinkan Angel keluar rumah apalagi bertemu dengan Clarisa,, orang yang sangat membenci Angel.

__ADS_1


"Ada apa senyum-senyum seperti itu?" ucap Devan sambil melihat Angel.


"Massa kamu nggak tau sih,, kamu pasti pura-pura nggak tau kan?" ucap Angel lagi sambil melihat Devan.


"Aku benar-benar nggak tau istri ku,, kalau mau izin keluar aku nggak izinkan dulu yah dalam waktu dekat ini,, karena sayang lagi hamil,, jangan jalan-jalan jauh dulu,, jangan capek-capek juga,, aku nggak mau anak dan istriku kenapa-kenapa,," ucap Devan yang langsung membuat Angel murung seketika.


Tuh kan dia pasti akan sangat sedih,, akhhh aku benar-benar nggak bisa melihat istriku sedih seperti ini,, batin Devan sambil melihat Angel.


"Sayang aku benar-benar nggak bermaksud tega sama kamu,, tapi aku hanya belum terlalu percaya saja pada Clarisa,, apa kamu nggak berpikir sayang,, kok dia tiba-tiba berubah seperti itu,, padahal dia sangat membenci kamu,, iyakan? coba kamu pikir-pikir lagi,, jangan mudah percaya sama orang sayang,, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa kamu langsung percaya,, dan Clarisa tidak ada dalam orang-orang tertentu itu,," ucap Devan lagi.

__ADS_1


"Ingat istriku sayang,, dia sangat membenci kamu,, massa dia mau langsung berubah seperti itu,, rasanya benar-benar nggak mungkin banget,," ucap Devan lagi sambil melihat Angel yang tampak sedang sedih.


"Jangan sedih dong inikan demi kebaikan sayang karena aku nggak mau istri dan anak aku kenapa-kenapa,, jadi lebih baik sayang jangan kemana-mana yah," ucap Devan lagi.


"Massa kamu segitu nggak percaya nya sama Clarisa,, gimana kalau dia benar-benar udah berubah kan kasihan dia diginiin sama kamu," ucap Angel lagi sambil melihat Devan.


"Sayang aku belajar dari pengalaman aku,, makanya aku nggak mau langsung percaya sama orang,, apalagi Clarisa yang tidak jelas seperti itu," ucap Devan lagi.


"Jadi sayang nggak usah pergi dulu yah,, aku benar-benar khawatir sama sayang,, tapi kalau sayang memang benar-benar ingin pergi boleh saja tapi aku harus ikut," ucap Devan lagi sambil tersenyum pada Angel,, agar Angel tidak marah-marah atau menangis.

__ADS_1


"Aku nggak mau kamu ikut," ucap Angel sambil melihat Devan.


__ADS_2