Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Apa mereka kesiangan?


__ADS_3

Devan mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Angel,, karena Angel tidak biasanya seperti itu.


Ada apa dengan istriku ini? batin Devan.


"Kamu dengar aku nggak sih?" tanya Angel yang sudah hampir menangis membuat Devan kalang kabut.


"Ya ampun dengar kok sayang dengar,, jangan nangis sayang,, kamu kenapa?" ucap Devan sambil mengelus lembut wajah Angel dengan tatapan yang sangat khawatir pada Angel.


"Kamu kenapa sayang? apa yang ingin kamu bicarakan hemm? kamu sakit?" ucap Devan lagi.


"Aku nggak sakit,, tapi aku ingin kamu di rumah aja,, dekat-dekat dengan aku,, aku nggak mau kamu jauh-jauh dari aku," ucap Angel yang membuat Devan melongo tidak percaya.


Apa dia benar-benar istriku? dia bukan orang lain kan? batin Devan yang terheran-heran begitu mendengar ucapan Angel.


"Emm jadi itu yang ingin kamu bicarakan dengan aku sayang?" tanya Devan sambil melihat Angel.


Angel tampak menganggukkan kepalanya sambil melihat Devan.


"Iya,, itu yang ingin aku bicarakan dengan kamu,, kenapa kamu nggak mau? kamu mau ninggalin aku?" ucap Angel lagi sambil melihat Devan.

__ADS_1


Dengan segera Devan menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang,, tentu aku mau,, tapi kamu lagi nggak sakit kan?" ucap Devan penuh keheranan sambil memeriksa suhu tubuh Angel.


Nggak kok,, lalu istriku ini kenapa,, kok tiba-tiba jadi begini,, batin Devan.


"Aku nggak sakit sayang," ucap Angel lagi sambil memeluk Devan dengan manjanya.


"Sayang kita ke dokter yuk,, kan kita nggak jadi ketemu dokter karena bertemu Clara duluan,," ucap Devan lagi yang sudah merasa aneh dengan kelakuan Angel pada dirinya tetapi Devan tidak dapat pungkiri kalau dia benar-benar sangat bahagia Angel seperti itu pada dirinya.


Angel dengan segera menggelengkan kepalanya sambil melihat Devan.


Devan benar-benar gemas dengan kelakuan Angel.


"Loh kenapa istriku sayang hem?" ucap Devan sambil melihat Angel yang sedang asik memeluk dirinya.


"Aku nggak mau kemana-mana,, aku maunya di rumah aja bersama kamu," ucap Angel lagi.


Devan tampak tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Angel.

__ADS_1


"Ya udah dokternya aja yang kesini kalau gitu yah sayang?" ucap Devan lagi.


Angel dengan segera menggelengkan kepalanya lagi.


"Aku nggak mau,, aku cuma mau dekat dengan kamu sayang,, aku malas lihat dokter," ucap Angel lagi yang membuat Devan lagi-lagi melongo tak percaya.


Duhh istriku ini kenapa yah,, aku sebenarnya senang banget dia seperti ini,, tapi aku juga heran kok tiba-tiba begini,, walaupun akhir-akhir ini dia juga sebenarnya sangat manja pada diriku,, tapi hari ini benar-benar mengherankan,, batin Devan yang takut terjadi apa-apa pada Angel.


"Kok kamu malah diam sih sayang,," rengek Angel.


"Cium," ucap Angel sambil menunjuk bibirnya.


Devan lagi-lagi melongo tak percaya setelah mendengar permintaan Angel,, namun dengan senang hati dia menuruti kemauan istrinya.


Sementara mama Devan mengernyitkan keningnya bingung begitu sudah lama menunggu Angel dan Devan untuk sarapan pagi bersama,, namun kedua orang itu belum muncul-muncul juga untuk sarapan pagi bersama.


"Ada apa dengan mereka,, kok belum muncul-muncul juga,, apa mereka kesiangan? tapi itu nggak mungkin juga,, Angel selalu bangun shubuh," ucap mama Devan.


Sementara di dalam kamar,, Devan sedang panik-paniknya karena Angel yang tiba-tiba muntah-muntah.

__ADS_1


__ADS_2