
Devan pun merasa lega begitu mendengar ucapan Diki.
"Kamu tenang saja,, aku nggak akan menyakiti istriku,, aku sangat mencintai dia,, jadi mana mungkin aku akan menyakiti dia,, terima kasih sudah mau memahami semuanya dan merelakan istriku dengan kebahagiaan,, dan juga terima kasih selama ini kamu menjaga dia dengan baik,," ucap Devan yang juga sadar bahwa Diki selama ini sangat banyak berpengaruh untuk kehidupan Angel.
Diki pun tersenyum.
"Iya,, tidak usah mengucapkan terima kasih karena aku sangat ikhlas membuat Angel bahagia,, sekarang tugasku itu berpindah padamu jadi sayangi dan cintai Angel,, buat dia bahagia selalu,, Angel wanita baik yang pernah aku temui,, jangan kecewakan dia," ucap Diki yang lagi-lagi mengingatkan Devan.
Sebenarnya hati Diki benar-benar sakit tapi dia selalu berusaha untuk merelakan Angel,, karena sampai saat ini pun Diki belum bisa move on,, dia hanya akan menjaga Angel dari kejauhan.
"Angel,, kapanpun kamu butuh bantuan ketika suamimu sedang tidak bisa membantu mu maka minta bantuan lah padaku,, aku pasti akan membantu mu,," ucap Diki lagi.
__ADS_1
Angel tersenyum sambil menganggukkan kepalanya begitu mendengar ucapan Diki.
"Iya,, terima kasih Diki,, semoga kamu bertemu dengan wanita yang lebih baik dari ku,, dan juga sangat mencintaimu agar kamu bahagia,," ucap Angel sungguh-sungguh mendoakan Diki.
Diki menggelengkan kepalanya.
"Tak ada yang lebih baik dari kamu,, sekalipun sudah ada yang bersama ku nanti,, kamu akan selalu tersimpan disudut hatiku yang tidak bisa diganggu oleh siapapun,,," ucap Diki yang memang saat ini tak pernah memikirkan untuk mencari pengganti Angel.
Angel pun merasa benar-benar bersalah karena telah membuat Diki seperti ini,, tapi selama ini Angel hanya tulus mencintai Diki,, dan juga memiliki banyak kenangan indah,, Angel tidak menyangka Diki akan sangat mencintainya seperti ini,, sedangkan Devan benar-benar tidak menyangka juga bahwa saingan cintanya akan mengucapkan itu di depan-depannya.
"Aku pergi dulu yah," ucap Diki lagi sambil tersenyum lalu segera keluar dari dalam rumah Devan.
__ADS_1
Diki berusaha menahan air matanya di hadapan Angel dan Devan. Hingga dia mendadak pergi karena Diki sudah benar-benar tak bisa menahan air matanya lagi.
Diki mengemudikan mobilnya sambil meneteskan air mata,, Diki terus mengingat kenangan indah bersama Angel. Lalu mengingat Angel saat ini sudah bahagia. Diki berusaha sekuat-sekuatnya agar tak meneteskan air mata tapi percuma kesedihannya tak bisa dia tahan.
Merelakan wanita yang sangat dicintai memanglah sangat susah,, batin Diki.
Sementara Devan dan Angel saling pandang setelah kepergian Diki.
"Kamu nggak berniat ninggalin aku kan?" tanya Devan yang masih sangat khawatir Angel akan melepaskan dirinya.
"Tentu tidak,, aku sangat mencintai kamu dan juga kamu suamiku,, ayah dari anakku,, apa yang membuat mu berpikir aku akan meninggalkan kamu?" ucap Angel sambil melihat heran pada Devan.
__ADS_1
"Aku hanya sangat takut," ucap Devan sambil memeluk tubuh Angel.
Sementara di tempat lain,, Diki yang sedang sedih tidak sengaja melihat seseorang.