
"Diki,, kamu kenapa?" tanya Ayu panik.
Nadia dan Angel juga tak kalah paniknya begitu melihat Diki yang tampak memegang kepalanya.
"Aku nggak tau kepalaku sangat sakit,, aku seperti mengingat sesuatu begitu tadi dia memesan makanan dan manja pada suaminya," ucap Diki sambil melihat Angel.
Kepala Diki semakin sakit begitu melihat Angel.
Angel dan yang lainnya sangat panik begitu melihat Diki yang semakin memegang kepalanya.
"Kita ke rumah sakit saja," ucap Devan.
"Iya, ayo kita ke rumah sakit," ucap Angel.
"Nggak,, nggak usah,, aku nggak apa-apa kok,,, aku nggak mau kalian repot-repot karena aku," ucap Diki pelan sambil memegang kepalanya.
Bayang-bayang Angel terus menerus ada di dalam ingatannya yang samar-samar mulai terlihat wajah perempuan yang selalu hampir diingat Diki.
Diki semakin kesakitan begitu memaksakan diri untuk mengingat semuanya.
__ADS_1
"Kamu harus ke rumah sakit," ucap Angel.
"Ayo kita bawa Diki ke rumah sakit," ucap Angel.
"Iya ayo,, Diki di mobil aku aja," ucap Ayu.
Nadia pun hanya menurut saja. Nadia masih segan untuk berbicara semenjak Angel memergoki dirinya bertemu diam-diam dengan Diki.
Dengan segera Diki di bawa ke rumah sakit,, Angel dan yang lainnya semakin khawatir pada Diki.
#################
"Sayang,, tenang saja dia nggak akan apa-apa kok,, mungkin dia hanya akan mengingat masa lalunya saja,, sayang jangan terlalu banyak pikiran,, ingat ada anak kita di dalam perut mu," ucap Devan sambil melirik sebentar ke arah Angel yang tampak sedang berpikir dan berdoa agar Diki tidak kenapa-kenapa.
"Gimana kalau dia sampai kenapa-kenapa? aku benar-benar takut dan kasihan lihat dia kesakitan tadi," ucap Angel sambil mengingat Diki yang tampak sangat kasihan.
"Udah,, kamu tenang saja dia nggak akan kenapa-kenapa,, oke sayang," ucap Devan menenangkan Angel.
"Oh iya,, sebaiknya aku beritahu orang tua Diki,, pasti mereka akan sangat bahagia kalau tau Diki masih hidup," ucap Angel.
__ADS_1
"Iya segera beritahu mereka,, itu akan sangat membuat mereka senang," ucap Devan yang baru kepikiran hal itu.
"Ya udah ayo kita ke rumah Diki dulu,, baru kita ke rumah sakit," ucap Angel.
"Nggak usah sayang,, biar aku menyuruh anak buah ku saja,, kita segera ke rumah sakit saja,, pasti yang lain sedang panik sekarang," ucap Devan.
"Iya kalau gitu," ucap Angel.
Devan segera menelepon anak buahnya untuk memerintahkan agar memberitahukan orang tua Diki tentang Diki yang masih hidup dan sedang di rumah sakit sekarang.
Sedangkan orang tua yang menemukan Diki juga segera menuju ke rumah sakit dengan perasaan yang benar-benar khawatir.
#############
Rumah sakit....
Nadia dan Ayu yang sudah sampai duluan benar-benar tidak bisa tenang begitu menunggu Diki diperiksa.
Apalagi Diki sejak tadi terus kesakitan. Sampai Diki masuk ke dalam ruangan pun Diki masih terus kesakitan.
__ADS_1
Ya ampun segitu besarnya dampak Angel untuk kamu,, tapi aku kasihan lihat kamu kesakitan Diki,, semoga kamu nggak kenapa-kenapa,, tapi mungkin ini tanda kamu akan mengingat masa lalu mu lagi,, apa perlu aku memberitahukan Clarisa? biar bagaimanapun dia masih teman kami,, walaupun dia sudah di jalan yang salah sekarang,, dan lagi di dalam penjara,, batin Nadia yang penuh pertimbangan sambil menunggu Diki.