
Seketika menjadi hening seketika begitu mendengar ucapan pelayan itu bahwa Diki datang ke rumahnya. Disatu sisi Angel senang karena Diki akhirnya mau muncul dan tidak mengurung dirinya lagi tapi disisi lain Angel takut Devan akan melakukan sesuatu pada Diki apabila Diki melakukan sesuatu yang tak disuka oleh Devan.
Angel juga sangat penasaran apa tujuan Diki datang menemui dirinya.
Sementara tampak ekspresi dingin dari wajah Devan. Para pelayan yang berada disitu benar-benar takut melihat perubahan ekspresi wajah Devan. Padahal baru tadi Devan tersenyum bahagia bersama Angel tapi saat ini senyumannya hilang yang tersisa hanyalah ekspresi wajah dingin.
"Sudah menyuruhnya masuk?" tanya Angel sambil melihat salah satu pelayan yang memberitahukan padanya tadi mengenai kedatangan Diki.
Pelayan itu pun menggelengkan kepalanya.
"Belum Nyonya,, karena dia seorang pria dan aku belum pernah melihatnya sama sekali,, aku perlu memberitahukan Tuan dan Nyonya dulu,," ucap pelayan itu lagi yang sudah sangat mengerti dengan ke posesifan Devan pada Angel,, makanya dia lebih memilih memberitahukan dulu pada Angel dan Devan untuk menghindari kesalahan apalagi pelayan itu melihat Diki juga sangat tampan,, seumuran dengan istri Tuannya,, pelayan itu takut dia akan menyuruh masuk saingan Tuannya.
Angel pun tersenyum pada pelayan itu.
"Baiklah, sekarang kamu segera menyuruh dia masuk yah,, beritahukan padanya aku akan menemuinya begitu selesai makan, dan nggak lama lagi aku selesai makan," ucap Angel sambil tersenyum pada pelayan itu.
"Baik Nyonya muda," ucap pelayan itu lalu segera pergi,, dia tak menunggu lagi ucapan dari Devan karena dia sangat tau bahwa Tuannya pasti akan menurut pada istrinya,, jadi ucapan Angel sama saja dengan ucapan Devan juga.
Sementara Diki terus menunggu sambil melihat-lihat ke sekeliling rumah Devan.
Diki tersenyum begitu melihat bunga-bunga yang sangat indah,, Diki tau bahwa pasti Angel yang merawat bunga-bunga indah itu,, karena Diki sangat tau bunga kesukaan Angel dan semuanya tertata rapi.
__ADS_1
Hingga tak lama pelayan itu pun datang lalu segera memberitahukan pada Diki tentang apa yang diucapkan Angel tadi.
"Beritahu dia tak usah terburu-buru,, aku akan menunggunya biarpun lama,, dia harus makan banyak karena sedang mengandung," ucap Diki lembut dan juga sopan.
Pelayan itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya,, lalu segera ke dapur menemui Angel sekaligus menyiapkan minuman untuk Diki.
Pelayan itu bisa lihat bahwa Diki pasti sangat menyayangi istri Tuannya. Dan itu membuat pelayan itu bergidik ngeri karena takut akan ada pertumpahan darah,, karena dia juga sangat tau bagaimana Devan sangat mencintai Angel.
"Bibi sudah menyuruhnya masuk?" ucap Angel begitu melihat pelayan itu lagi.
"Iya Nyonya muda,, kata pria itu Nyonya tak perlu buru-buru,, makanlah dulu yang banyak karena Nyonya sedang mengandung,, dia akan menunggu meskipun lama," ucap pelayan itu yang tiba-tiba ada aura dingin di sekitar mereka dan sudah tentu asalnya dari Devan.
Angel tersenyum begitu mendengar ucapan pelayan itu, dia tau Diki pasti akan selalu seperti itu,, selalu mementingkan Angel padahal Angel membuatnya terluka.
"Bi,, buatkan dia minum yah," ucap Angel.
"Iya Nyonya," ucap pelayan itu sambil tertunduk takut,, dia tak berani melihat Devan.
##############
"Jangan marah dulu,, kita belum tau apa tujuannya kesini,, aku sangat mengenal Diki,," ucap Angel sambil menenangkan Devan yang tampak sudah sangat marah.
__ADS_1
Devan pun berusaha mengikuti ucapan Angel. Devan terus menemani Angel makan sampai selesai meskipun pikirannya benar-benar tertuju pada Diki,, tertuju pada apa tujuan Diki menemui istrinya.
###############
Diki tersenyum begitu melihat Angel yang bertambah cantik dan juga perutnya yang sudah mulai membuncit sedikit. Tatapan dan senyuman Diki tak bisa bohong masih ada banyak cinta untuk Angel.
"Ada apa mencari istriku?" tanya Devan langsung sambil menahan kecemburuannya.
Diki langsung terkekeh geli begitu mendengar pertanyaan Devan yang to the point dan juga terdengar jelas ada kecemburuan dari nada bicara Devan.
"Apa kamu bahagia? suamimu tak pernah menyakiti dirimu kan?" tanya Diki sambil melihat Angel.
Angel pun tersenyum begitu mendengar pertanyaan Diki.
"Iya aku bahagia,, dia sangat mencintai ku,, jadi dia tidak pernah menyakiti ku,, tadi dia habis membuatkan aku nasi goreng,, karena aku ngidam,," ucap Angel dengan polosnya yang membuat Diki lagi-lagi terkekeh geli sambil membayangkan seorang Devan mau berurusan dengan dapur.
Diki bisa melihat bahwa wanita yang sangat dia cintai kini sekarang sudah berada pada orang yang tepat. Diki hanya ingin Angel bahagia,, tidak menderita,, itu sudah cukup buatnya meskipun dia tak bisa memiliki Angel.
"Syukurlah,, aku bisa tenang merelakan kamu bersamanya,," ucap Diki sambil melihat Angel dan Devan secara bergantian.
"Tapi ingat jangan pernah sakiti Angel,, karena aku tidak akan tinggal diam,, aku akan mengambilnya jika aku tau kamu menyakiti dia,, aku sudah kembali tak ada yang boleh menyakiti dia,, dan aku nggak akan lengah seperti dulu dalam melindungi Angel,," ucap Diki lagi sambil melihat Devan.
__ADS_1
##############