
Kenapa aku selalu kepikiran Diki yang memiliki teman dekat wanita sekarang,, bahkan wanita itu bos dia,, ada apa sih dengan aku? batin Nadia yang bingung sendiri.
Clarisa terus memperhatikan Nadia yang sejak tadi tampak diam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Ada apa dengan Nadia? sudah sangat lama aku tidak melihat dia seperti ini,, siapa yang dia pikirkan,, nggak mungkin Angel kan yang dia pikirkan sedangkan Angel sudah hidup bahagia sekarang di atas penderitaan kakak aku,, batin Clarisa sambil melihat Nadia.
"Nadia disini bukan tempat untuk melamun,, disini itu tempat kerja,, mau kamu dipecat?" ucap Clarisa sambil melihat Nadia.
Sejujurnya Clarisa juga perduli dengan Nadia,, karena biar bagaimanapun Clarisa,, Nadia dan Angel sudah berteman lama dan akrab,, tapi hanya karena Clarisa menyukai pria yang mencintai Angel,, jadilah Clarisa langsung berubah.
Nadia sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ucapan Clarisa.
"Untung aku yang lihat kamu melamun seperti tadi,, gimana kalau bos,, kamu pasti diberikan peringatan atau dipecat,," ucap Clarisa lagi sambil melihat Nadia.
Nadia pun tersenyum begitu mendengar ucapan Clarisa.
__ADS_1
"Makasih yah udah perhatian sama aku, udah perduli sama aku,," ucap Nadia sambil tersenyum pada Clarisa.
"Hmm,,, sebenarnya aku malas seperti tadi,," ucap Clarisa lagi.
"Aku tau kamu Clarisa,, kita kan teman dekat,," ucap Nadia lagi.
"Hmm terserah lah apa kata kamu,, yang jelasnya kamu lebih baik fokus kerja sekarang,, jangan melamun seperti tadi," ucap Clarisa lagi.
"Apa juga sih yang kamu lamunkan? utang?" ucap Clarisa asal sambil melihat Nadia.
"Kamu mikirin cowok?" ucap Clarisa sambil melihat penuh selidik pada Nadia.
Nadia pun menganggukan kepalanya.
"Iya aku mikirin cowok,, tapi aku salah seharusnya aku nggak mikirin cowok itu karena aku nggak ada hak sama dia,, aku hanya teman dia,," ucap Nadia lagi yang merasa bersalah pada Angel karena dia tau Diki hanya mencintai Angel saja.
__ADS_1
Clarisa tampak semakin kepo begitu mendengar ucapan Nadia.
"Siapa pria itu? dia hebat banget bisa membuat kamu yang nggak pernah mikirin cowok langsung jadi seperti ini," ucap Clarisa sambil melihat Nadia dengan tatapan penuh penasaran.
Aku nggak mungkin memberitahukan pada kamu pria itu Clarisa,, karena kamu pasti akan kaget setengah mati begitu mengetahui pria itu adalah Diki,, pacar dari Angel,, batin Nadia.
"Kok kamu malah diam sih,,, ayo beritahu aku,, atau pertemukan aku dengan pria itu,, aku penasaran,," ucap Clarisa lagi.
Nadia bahagia begitu percakapan dirinya dengan Clarisa terjadi seperti dulu,, sebelum Clarisa sangat membenci Angel.
"Clarisa kembalilah seperti yang dulu,, apa kamu nggak merindukan pertemanan kita yang dulu,, kamu nggak merindukan pertemananmu dengan Angel?" ucap Nadia sambil melihat Clarisa.
Clarisa tampak terdiam begitu mendengar ucapan Nadia.
"Nggak,, aku nggak bisa seperti dulu,, aku juga nggak merindukan pertemanan ku dengan Angel karena dia sudah membuat kakak aku di buang,, diceraikan oleh suaminya sendiri,, aku benci Angel," ucap Clarisa yang sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya dia juga merindukan Angel,, pertemanan mereka sangat akrab sebelum Clarisa menyukai Diki dan Devan lebih memilih Angel dibandingkan kakaknya,, padahal semua itu bisa terjadi karena kesalahan dirinya sendiri.
__ADS_1
Sementara Marco tampak bingung memikirkan cara supaya bisa bertemu dengan Angel lagi.