Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Wanita ku,,


__ADS_3

Diki tampak tersenyum begitu melihat foto Angel dan juga berita-berita tentang Angel.


Diki menjadi sangat terkejut begitu mengetahui Clara berselingkuh dengan mertuanya sendiri.


Begitu Diki telah melihat semuanya,, Diki pun akhirnya keluar kamar dan hal itu membuat para pelayan segera datang ke dekat Diki.


"Tuan,, ada yang tuan inginkan? biar kami mengurusnya,," ucap salah satu pelayan di rumah Diki.


Diki pun menggelengkan kepalanya.


"Dimana orang tua angkat ku?" tanya Diki yang sudah menganggap suami-istri yang menemukan dirinya sebagai orang tua angkatnya.


Diki tak menanyakan orang tua kandungnya karena sudah pasti mereka pergi bekerja.


Para pelayan itu pun berpikir sejenak,, lalu akhirnya tau apa yang dimaksud oleh Diki.


"Mereka ada di belakang tuan," jawab salah satu pelayan.

__ADS_1


"Hah,, kok di belakang?" tanya Diki.


"Mereka sedang kerja tuan,," ucap pelayan itu lagi.


Orang tua Diki telah melarang sepasang suami-istri itu pergi bekerja lagi di rumah Devan,, karena mereka saat ini sudah dianggap sebagai keluarga juga,, jadi tak perlu bekerja.


Orang tua Diki juga telah memberitahukan itu pada keluarga Devan,, dan mereka bisa mengerti dan tak apa jika mereka telah berhenti.


Diki pun segera menemui orang tua angkatnya yang sedang semangat-semangatnya membantu para pelayan yang berada di rumah bagian belakang.


Para pelayan pun mengikuti langkah Diki sekaligus senang karena Diki sudah mau keluar kamar dan berbicara.


Sepasang suami-istri itu tampak sangat bahagia begitu melihat Diki yang akhirnya mau keluar kamar.


"Anakku,, kamu akhirnya mau keluar nak,, kami sangat senang melihat mu seperti ini,, kami sangat merindukan kamu,," ucap ibu angkat Diki dengan meneteskan air matanya.


Ibu angkat Diki benar-benar merasakan kesedihan Diki,, bagaimana tidak,, Diki hilang ingatan dan begitu ingatannya kembali dia harus melihat kekasihnya bersanding dengan pria lain.

__ADS_1


Ibu Diki sekarang sudah sangat tau bahwa Angel adalah wanita yang sangat dicintai oleh Diki,, Diki bisa melakukan apapun demi Angel,, bahkan mempertaruhkan nyawanya. Orang tua kandung Diki sendiri yang mengatakan itu.


"Aku juga,, tapi kalian tak perlu bekerja yah,, kalian santai-santai aja,, kalau mau keluar jalan-jalan bilang saja pada sopir mereka akan mengantar kalian kemanapun yang kalian mau,, jangan menyuruh mereka bekerja," ucap Diki sambil melihat para pelayan.


"Kami yang mau bekerja sendiri nak,, kami sudah terbiasa bekerja jadi agak lain-lain jika tak bekerja,, kami sudah tua jadi harus banyak-banyak gerak agar penyakit tak mudah datang,," ucap Ibu angkat Diki lagi.


Diki pun tersenyum.


"Baiklah,, tapi jangan terlalu berat-berat yah,, dan juga kalian harus keluar jalan-jalan juga,, tinggal bilang pada sopir yah,," ucap Diki lagi yang akhirnya mengizinkan orang tua angkatnya.


"Iya nak,, kami hanya bantu-bantu mereka saja,, lagian kami sangat bahagia kerja seperti ini,, membuat kami tidak bosan," ucap ibu angkat Diki lagi.


"Kamu baik-baik saja kan nak?" tanya ibu angkat Diki yang sangat perhatian pada Diki.


Diki pun menganggukkan kepalanya.


"Aku baik-baik saja,, aku akan pergi sekarang,, aku mau pergi menemui wanita ku,," ucap Diki.

__ADS_1


#################


__ADS_2