Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Benar-benar saling mencintai,,,


__ADS_3

"Nak kamu kenapa?" ucap ibu Diki dengan perasaan khawatirnya,,, begitu pun ayah Diki yang langsung berjalan ke tempat istrinya begitu mendengar suara istrinya yang kedengaran sangat khawatir.


Nadia pun tak kalah paniknya


"Loh nak,, kamu kenapa nak?" ucap ayah Diki juga sambil membopong tubuh Diki.


"Emmm nggak kok,, aku hanya sakit kepala sedikit saja,, aku seperti mengingat sesuatu tapi tidak jelas,," ucap Diki sambil memegang kepalanya.


"Kamu minum obat dulu yah,, ibu ambilkan obat kamu," ucap Ibu Diki.


"Emm nggak usah Bu,,, aku rasa aku nggak kenapa-kenapa kok,, cuma pusing sedikit saja," ucap Diki yang merasa tidak enak,, karena jika obat dia sudah habis sudah pasti kedua orang tua yang menemukan dirinya akan usaha lagi untuk membelikan dirinya obat dan dia benar-benar tidak tega kalau terus merepotkan kedua orang tua yang sudah sangat baik menolong dan merawat dirinya.


"Kamu yakin Diki? kalau kamu benar-benar sakit nggak apa-apa kamu minum saja obat Diki," ucap Nadia juga yang langsung membuat bapak Diki menyadari kehadiran Nadia di rumahnya.


"Diki siapa?" tanya bapak Diki.


"Kamu siapa?" tanya bapak Diki lagi.

__ADS_1


"Diki itu nama Adri pak,, dan ini wanita yang mengenal Adri,, jadi dia tau masa lalu Adri," ucap Ibu itu memberikan penjelasan kepada suaminya.


Bapak itu pun tersenyum bahagia begitu mengetahui akhirnya ada yang mengenali Adri.


"Alhamdulillah,"


"Iya pak,, Alhamdulillah,," ucap ibu itu juga.


"Ya udah ayo nak silahkan duduk,, jangan berdiri terus,," ucap bapak itu lagi.


"Adri kamu benar-benar nggak apa-apa kan?" tanya bapak itu lagi pada Diki.


Syukurlah Diki,, mereka sangat baik pada kamu,, batin Nadia sambil melihat Diki.


"Oh iya maaf yah kalau masih memanggil kamu Adri,, bapak sudah terbiasa memanggil kamu Adri," ucap bapak itu lagi.


"Iya nggak apa-apa kok pak," ucap Diki lagi dan ibu itu pun segera masuk ke dapur untuk membuatkan Nadia minum.

__ADS_1


"Oh iya nama kamu siapa nak?" tanya Bapak itu lagi pada Nadia.


"Nama saya Nadia pak," jawab Nadia sambil tersenyum ramah.


"Oh Nadia,, jangan-jangan kamu pacar Adri yah?" ucap bapak itu lagi yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Nadia.


"Bukan pak,, saya teman Diki,, kita satu tempat kerja waktu itu sebelum dia kecelakaan,, makanya aku sangat mengenal dia,, aku langsung tau kalau dia adalah Diki waktu tadi dia sedang jalan bersama,," ucap Nadia memberikan penjelasan.


Diki masih diam sambil berusaha mengingat masa lalunya.


"Aku dulu kerja dimana?" tanya Diki pada akhirnya.


"Kamu kerja di perusahaan,, dan kamu itu karyawan yang sangat diandalkan,,," jawab Nadia.


"Oh iya Diki,, aku ingin memberitahukan kamu sesuatu,," ucap Nadia serius.


"Memberitahukan apa?" tanya Diki yang tak kalah seriusnya..

__ADS_1


"Kalau ada yang ngaku-ngaku mengenal kamu,, kamu jangan langsung percaya yah nanti,, bisa sih kamu percaya juga,, tapi kamu perlu lihat dulu dia baik atau nggak,, aku takut saja ada yang memanfaatkan hilang ingatan kamu Diki dan mencuci otak kamu," ucap Nadia yang sudah berpikir jauh ke depan mengenai Clarisa serta orang-orang jahat lainnya,,, Nadia tidak mau Diki dimanfaatkan untuk menghancurkan rumah tangga Angel.


Nadia masih ragu kepada usaha Angel untuk mencintai Devan,, karena Nadia tau betul Angel dan Diki benar-benar saling mencintai dan saling setia.


__ADS_2