Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
EPISODE 5 TIBA TIBA SAKIT


__ADS_3

Sesampainya di kampus, Ravel belum melihat sosok rina di kelasnya.


"Untung dia belum datang." Gumam Ravel dalam hati.


"Hei." Teriak Tania salah satu teman sekelasnya yang baru datang tiba - tiba mengagetkan Ravel dari belakang.


"Astaga.. Kau mengagetkan ku saja." Ketus Ravel.


"Sory sory. Lagian ngapain bengong depan pintu bukannya masuk." Kata Tania pada Ravel.


"Aku mencari Rina. Aku fikir dia sudah datang. Ternyata belum." Jawab Ravel sambil jalan beriringan masuk kelas bersama Tania.


"Loh memangnya kalian gak berangkat bareng?". Tanya Tania.


"Tidak. Tadi aku dari tempat kerja langsung berangkat ke sini." Kata ravel menjelaskan.


"Ooh. Mungkin sebentar lagi dia datang." Kata Tania sambil mengangguk paham.


Tapi sampai dosen masuk ke kelaspun Rina juga tidak kunjung datang. Ravel bekali kali mencek HP nya siapa tau Rina menghubunginya. Tapi ternyata tetap tidak ada kabar dari Rina sampai kelas selesai.


"Kemana anak itu. Kenapa dia gak ngasih kabar sama sekali." Gumam Ravel.


"Ah sudahlah, nanti saja sampai kosan baru ku telfon dia." Lanjut Ravel lagi sambil berjalan ke luar dari kampusnya.


Sesampainya di kosan Ravel bergegas untuk mandi. Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 10 mlam. Tapi Dia merasa badannya lengket bekas keringat seharian panas - panasan. Karena hari ini jadwalnya untuk kerja di lapangan. Ravel bekerja sebagai sales marketing di salah satu merek sepeda motor. Yang kadang - kadang mengharuskan dia untuk terjun langsung ke lapangan. Apalagi kalau ada event tertentu.


Selesai mandi di raihnya ponsel yg dia letakkan di atas nakas dan berniat menghubungi Rina.


Tuuuuutt... Tuuuuuttt.. dering panggilan keluar.


"Halo." Seseorang mengangkat telfon dari Ravel. Tapi itu bukan suara Rina.


"Del, Kak Rina nya ada?" Tanya Ravel. Dia tau kalau yang menjawab telfonnya adalah Dela. Adik Rina.


"Ada kak, kak Rina nya sakit. Dari siang tidur terus." Jawab adik Rina.


"Loh, sakit apa Del? Dari kapan?" Tanya Ravel khawatir.


"Dari siang tadi kak. Tiba - tiba badannya panas." Jawab Dela.


"Yaudah kakak ke sana sekarang." Ucap Ravel yang kemudian bergegas menuju ke rumah rina.


Hanya butuh waktu 10 menit untuk Ravel berjalan kaki ke rumah Rina. Karena memang jarak rumah Rina dengan kossan hanya beberapa Gang saja.

__ADS_1


"Assalammu'alaikum." Ucap Ravel. Yg di jawab serempak oleh orang tua Rina dan adik - adiknya.


"Wa'alaikum salam."...


"Ravel udah pulang kuliah? Udah makan belum?" Tanya mama Sri.


"Udah ma. Ravel udah makan. Rina sakit ma?" Tanya Ravel balik.


"Iya Rav. Tau tuh dia tiba - tiba sakit gitu." Ujar mama sri.


"Begadang mulu sih sampai dini hari. Gimana gak sakit." Timpal Dela.


"Begadang?" Tanya Ravel heran.


"Iya kak, kak rina kan kalau udah pulang kuliah sering telfonan sama pacarnya sampai dini hari." Jawab Dela yang membuat Ravel kaget. Karena dia merasa tidak pernah telfonan sampai tengah malam. Apalagi dini hari. Toh mereka tiap hari juga ketemu.


"Emang tau dari mana kalau kak Rina telfonan sama pacarnya? Bisa aja kan itu temannya." Ujar adik laki - laki Rina membela.


"Manggilnya aja sayang. Siapa lagi kalau bukan pacar." Ujar Dela lagi.


"Kalau gitu Ravel permisi ke kamar Rina dulu ma, pa." Pamit Ravel pada orang tua Rina yang di jawab anggukan oleh mereka.


Saat di tangga Ravel mendengar sayup - sayup orang tua Rina bertanya pada Dela apa benar Rina punya pacar.


Sesampainya di kamar Ravel melihat Rina yang masih tidur meringkuk dalam selimutnya.


"Panas. Apa dia meriang?." Guman Ravel.


Ravel kemudian bergegas ke dapur dan mengambil air hangat untuk mengompres Rina. Sampai di kamar dia langsung meletakkan handuk yang sudah di basahi air hangan di kening Rina.


Rina yang merasa keningnya hangatpun terbangun dari tidurnya.


"Bee, kamu sejak kapan di sini?" Tanya Rina yang melihat Ravel duduk di pinggiran tempat tidurnya.


"Barusan aja. Kamu tidur lagi aja istirahat." Ujar Ravel.


"Kamu temenin aku ya." Pinta Rina pada Ravel.


Ravel hanya menganggukan kepalanya. Karena dia masih kefikiran siapa yang di maksud Dela dengan pacar Rina yang tiap malam selalu telfonan dengannya itu.


Ravel ingin sekali bertanya pada Rina. Tapi di urungkannya karena melihat kondisi Rina yang sedang sakit dia merasa kasihan.


"Mungkin nanti saja aku tanyakan Kalau dia udah membaik." Kata Ravel dalam hati.

__ADS_1


Malam ini Ravel memutuskan untuk menginap di rumah Rina. Tapi sebelum dia tidur, HP Rina berdering. Di lihatnya panggilan masuk di layar ponsel Rina dengan nama seseorang yang dia kenal.


"Kenapa Monik Nelfon Rina malam - malam begini?" Fikir Ravel yang kemudian mengangkat telfon tersebut.


"Halo." Sapa Monik dari seberang sana.


"Halo de, ada apa? Kenapa nelfon malam - malam?" Tanya Ravel.


Monik yang tau kalau bukan Rina yang mengangkat telfonnya tiba - tiba langsung memutuskan panggilannya. Dia tau kalau yang mengangkat telfonnya itu Ravel.


Ravel yang mendengar telfonnya di matikanpun heran dan bertanya tanya kenapa. Ia hendak menelfon balik Monik tapi di urungkannya. Karen Ravel sudah merasa sangat lelah dan ingin segera tidur. Dan tak butuh waktu lama untuk Ravel terlelap.


❤️❤️❤️❤️❤️


Keesokan paginya Ravel bangun dan di lihatnya jam dinding sudah menunjukkan jam enam lewat 10 menit.


"Ya ampun, aku kesiangan." Ujar Ravel.


Ravel pun segera mencuci muka dan menggosok giginya kemudian dia bergegas menuju dapur. Berniat membantu mama Sri untuk menyiapkan sarapan dan bebenah. Karena mama Sri lebih memilih mengerjakan pekerjan rumah sendirian tanpa di bantu asisten rumah tangga. Kecuali mencuci dan nyetrika baju dia memperkerjakan orang untuk mengerjakannya seminggu 3 kali.


"Ma, maaf Ravel kesiangan." Ujar Ravel sesampainya di dapur. Dia merasa tidak enak.


"Tidak apa - sayang. Mama tau kamu capek." Ujar mama Sri yang sedang sibuk mencuci sayuran untuk di masak.


"Sini ma Ravel bantu." Tawar Ravel.


"Kamu bantuin mama siapin bumbu aja ya. Ini biar mama yang ngerjain." Pinta mama Sri.


"Baik ma." Kata ravel.


Tepat jam setengah 7 Ravel dan mama Sri sudah selesai dengan masakannya. Lalu mama Sri menyuruh Ravel memanggil Rina dan adik - adiknya untuk sarapan. Sementara mama Sri pergi ke kamarnya membangunkan suaminya. Tapi baru saja Ravel hendak membangunkannya mereka sudah berjalan menuruni tangga. Lalu menyapa Ravel dan mama Sri.


"Pagi ma, kak Ravel." Ujar Dela dan Dilo bersamaan.


"Pagii. Kalian udah siap? Sarapan dulu sebelum berangkat sekolah. Nanti biar di anter kak Ravel." Ujar Ravel pada adik - adiknya Rina yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


"Iya kak." Saut mereka barengan.


Seusai sarapan Ravelpun mengantar Dilo dan Dela ke sekolah yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit kalau naik motor. Dela masih duduk di bangku SD kelas 6. Sementara Dilo kelas 4. Jadi mereka naik motor boncengan bertiga menuju ke sekolah.


Jam 8 Ravel berpamitan untuk berangkat kerja. Karena jam 9 dia sudah harus sampai di kantor. Dan butuh waktu 45 menit menuju kantor Ravel. Hari itu mama Sri menyuruh Ravel menggunakan motor Rina untuk pergi kerja.


"Aku berangkat dulu ya." Pamit Ravel pada Rina saat masih di kamar Rina.

__ADS_1


"Kamu hati - hati. Nanti pulang kerja langsung kuliah aja. Aku masih pengen istirahat." Ujar Rina.


"Iyaa, kamu istirahat dulu aja sampai benar - benar pulih. Nanti biar yang minta ijin ke dosen." Kata Ravel sambil berlalu pergi.


__ADS_2