
Menjadi seorang founder Child's Hope dan menjadi seorang pengusaha muda yang bisnisnya mulai menggurita membuat nama Rio banyak di kenal masyarakat.
Tak jarang Rio di undang ke berbagai kampus-kampus ternama untuk mengisi seminar atau sebagai bintang tamu di beberapa event untuk memberikan motivasi kepada generasi milenial agar terus mau belajar dan berusaha.
Rio juga seringkali di undang ke beberapa stasiun TV Nasional, seperti biasanya saat Rio selesai mengisi acara para watawan banyak yang memburu informasi darinya. Pertanyaan seputar bisnis, kegiatan sosial hingga pertanyaan pribadi mengenai dirinya tak luput dari incaran wartawan.
Jika ditanya mengenai orang spesial, Rio terlihat bingung untuk menjawabnya, sehingga banyak rumor yang beredar jika Ri masih jomblo, bahkan ada rumor yang menyatakan jika dirinya adalah seorang gay, karena kemana-mana Rio selalu terlihat berdua dengan Adit yang kini sebagai asisten pribadi Rio.
"Coba Pak Rio lihat ini?"
Adit memberikan tabnya kepada Rio, ada media elektronik yang menduga bahwa rio adalah seorang gay karena kedapatan sedang berduaan dengan Adit di tempat Gym, dalam foto tersebut nampak sedang melakukan treadmill bersama sambil mengobrol ringan, namun ternyata ada yang salah mengartikan kedekatan mereka.
Rio hanya mengerutkan keningnya, ia tidak mau meladeni berita murahan seperti itu
"Kenapa Pak Rio tidak mengaku saja, jika Pak Rio telah bertunangan dengan Mba Ana, tentu berita seperti ini tidak akan pernah ada?"
"Jika aku menjawab mengenai itu nanti akan timbul pertanyaan lainnya, aku malas meladeninya. Sudahlah nanti juga hilang sendiri berita itu"
"Pak Rio bilang saja jika Mba Ana sedang melanjutkan studynya di luar negeri. Tolonglah pak, aku sudah tidak ingin dimarahi lagi dengan ibuku. Ibuku menelan mentah-mentah berita tersebut" protes Adit.
"Kalo aku jawab seperti itu nanti akan timbul pertanyaan, di negara Ana menempuh S2nya. Aku sendiri pun tidak tahu keberadaan dia di mana."
"Memang hubungan yang aneh, keberadaan tunangannya saja tidak tahu."
"Hei Aditya Nugraha, mengapa kau semakin hari semakin tidak punya akhlak? keluarlah dari ruanganku, aku sudah malas melihatmu."
Adit keluar dari ruangan Rio, ia kembali ke meja kerjanya, namun tak lama kemudian Adit kembali mengetuk pintu ruangan Rio.
Tok... Tok... Tok..
"Permisi Pak Rio."
"Mau apa lagi kamu Adit? kau selain tidak punya akhlak kau juga tidak punya kerjaan, dari tadi kerjaanmu menggangguku saja."
__ADS_1
"Aku cuma mau ngasih undangan seminar untuk Pak Rio, tapi kali ini yang mengundang Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia dan Jerman."
"Kapan?" tanya Rio.
"Dua minggu lagi pak, ini waktunya berdekatan jadi Pak Rio bisa sekalian jalan."
"Kau pikir Malaysia dan Jerman itu tetanggan apa?"
"Bukan begitu Pak, maksud saya sehabis dari Malaysia Pak Rio bisa langsung terbang ke Jerman tidak perlu pulang dulu ke Jakarta."
Tanpa berfikir panjang Rio langsung menandatangi, undangan tersebut. Rio hanya ingin menyibukan diri agar tidak terus-terusan memikirkan kekasihnya yang enah berada di mana, jika memikirkan Ana suasana hatinya berubah tidak karuan.
Rindu yang teramat dalam pada sosok Ana membuat Rio sering di landa kegalauan, perasaan takut akan kehilangan Ana selalu menghantui dirinya.
"Ini silahkan kau follow up dan jangan menggangguku lagi. Aku mau membuat materi seminarnya" Rio menyerahkan semua dokumen yang telah ia tanda tangani kepada Adit.
Rio membuka laptopnya kemudian menyalakannya, saat ia menunggu laptopnya tengah loading matanya tertuju pada kalender yang terdapat tepat di depannya.
Ia mengambil lalu mengitung bulan Ana kuliah, Rio mengetahui ana hanya mengambil dua semester itu artinya harusnya dalam waktu dekat ini Ana akan sidang tesis.
Pikirannya melalang buana memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap pada kekasihnya, bahkan ia berfikir jika Risti dan Pak Reino membohonginya pun hinggap di benaknya.
Ingin sekali rasanya Rio pergi mencari Ana, namun ia teringat akan pesan ibunya.
"Arep adoh koyo ngopo bakal mbalik marang awakmu."
*Mau sejauh apa pun ia pergi ia akan kembali kepadamu
Tapi banyak orang yang mengatakan jika cinta itu patut di perjuangkan, lama Rio termenung memikirkan hal itu tiba-tiba telepon kantor rio berbunyi.
Krrriiing...Krrrriing...
"Hallo"
__ADS_1
"Hallo Pak Rio, tema untuk seminarnya sudah saya kirim ke email bapak."
"Iiihhh... Kau lagi kau lagi, mengapa selalu saja menggangguku?" Rio menutup telepon dari adit.
Rio kembali pada laptopnya berusaha untuk fokus membuat bahan materi untuk seminarnya, ia berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran negatif yang hinggap di otaknya.
Hari keberangkatan Rio pun tiba, hanya butuh waktu 2 jam 6 menit untuk bisa sampai di kota Kuala Lumpur, Rio dan Adit tiba di Kuala Lumpur tiga jam sebelum acara di mulai. Tiga jam tersebut ia manfaatkan untuk melakukan persiapan sebelum acara di mulai, kurang lebih dua jam rio menceritakan pengalamannya membangun bisnisnya serta inspirasinya mendirikan Child's Hope.
Rio juga berharap jika banyak generasi muda mengikuti jejaknya untuk tidak takut terhadap perubahan, karena untuk mendapatkan sebuah pencapaian lebih harus berani melakukan perubahan.
Selesai acara di Kuala Lumpur Rio langsung terbang menuju Berlin. Rio menempuh waktu perjalanan kurang lebih selama 16 jam, dengan satu kali transit di Istanbul.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya Rio tiba di kota Berlin, Rio di sambut oleh panitia acara, kemudian panitia membawanya menuju hotel agar Rio bisa beristirahat karena acara baru akan di mulai keesokan harinya.
Perbedaan waktu yang kurang lebih enam jam membuat Rio dan Adit mengalami jet lag, meskipun saat ini Berlin sedang summer Rio bisa melihat pemandangan kota Berlin namun Rio memilih untuk berdiam diri di dalam hotel untuk istirahat.
Selain mengundang Rio, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Berlin juga mengundang seorang komika terkenal di Indonesia, Rio membayangkan jika acaranya nanti pasti akan ramai dan seru.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali rio tengah bersiap menuju acara, panitia acara memberikan rundown acara. Rio akan memberikan materi seminarnya setelah komika itu meroasting dirinya, Rio sudah menduga roastingan komika itu akan tertuju pada status kejombloan dirinya.
Sebenarnya Rio tidak begitu mengambil pusing apa yang orang katakan padanya hanya saja Adit yang selalu komplain terhadapnya.
...Yang jomblo boleh tepuk tangan dulu, mana suaranya? Wah termasuk mas rio tepuk tangan paling kenceng juga ya haha......
...Padahal biasanya cewek itu cuma melihat dua tipe cowok. Ganteng dan baik, mas Rio ini punya keduanya tapi mengapa samapai saat ini akun sosial medianya hanya di penuhi seputar bisnis dan chid hope saja. Tidak mungkin tidak ada wanita yang mendekatinya, apa jangan-jangan mas Rio itu........
Rio hanya tersenyum menikmati rostingan tentang dirinya, baginya ruang di hatinya hanya untuk Ana seorang.
Selesai pertunjukan dari komika tersebut, MC meminta Rio untuk menyampaikan materi sesuai dengan tema dari acara tersebut.
Rio berdiri dan melangkah maju ke depan panggung, baru saja Rio memberikan kata sambutan tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka.
__ADS_1
Dari atas panggung Rio melihat seorang gadis dengan mengenakan setelan baju tidur panjang menerobos masuk dan memanggil dirinya hingga semua mata tertuju pada gadis tersebut.
"KA RIOOO...."