Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Memikirkan Diki,,,


__ADS_3

Devan dan Angel yang mendengar ucapan dokter itu benar-benar langsung melongo karena kaget dengan kehamilan Angel sedangkan mama Devan langsung kegirangan begitu tau Angel benar-benar hamil.


"Ternyata benar dugaan aku tadi," ucap Mama Devan yang benar-benar bahagia.


"Nggak lama lagi punya cucu,," ucap mama Devan lagi sambil tersenyum bahagia.


"Devan kamu nggak senang sebentar lagi punya anak loh,," ucap mama Devan sambil melihat Devan yang hanya diam membisu.


"Menantu ku sebentar lagi kamu jadi ibu, kamu nggak senang?" ucap mama Devan lagi yang sudah sangat heboh,, kesedihan akibat di khianati oleh mantan suami dan mantan menantunya seketika hilang sudah begitu tau Angel sedang mengandung anak dari Devan.


Dokter pun hanya tersenyum begitu melihat ekspresi mama Devan.


"Dokter ini beneran istri saya lagi hamil?" ucap Devan lagi yang ingin memastikan sekali lagi semuanya.


"Iya dokter,, beneran aku sekarang lagi hamil?" ucap Angel juga sambil melihat dokter.


Dokter itu pun menganggukkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan dari Angel dan Devan.

__ADS_1


"Iya, sekarang istri pak Devan sedang hamil,, dijaga yah kandungannya Nyonya karena masih sangat rentan,," ucap dokter itu lagi.


Devan dan Angel benar-benar sangat bahagia begitu mendengar ucapan dokter itu lagi.


"Sebentar lagi jadi ayah,," ucap Devan sambil tersenyum bahagia.


Dan pada akhirnya dokter itu pun pulang setelah memberikan Angel beberapa obat untuk diminum.


###########


"Jadi sekarang kamu mau kemana?" tanya Diki kepada Ayu.


Ayu kenapa sih,, sejak tadi lihatin aku melulu,, emang ada yang salah kah dengan aku? batin Diki.


"Ayu kok kamu diam sih?" tanya Diki lagi sambil menggoyangkan bahu Ayu.


"Ehh iya tadi kamu bilang apa? maaf aku sedikit nggak konsentrasi," ucap Ayu sambil salah tingkah.

__ADS_1


Ya ampun kok aku jadi gini sih,, kenapa aku terus memperhatikan dia,, Ayu kamu malu-maluin diri kamu tau nggak,, batin Ayu yang sedang merutuki dirinya sendiri.


"Kamu nggak konsentrasi karena apa? siapa tau aku bisa bantu? kamu kalau ada masalah curhat aja sama aku jangan di pendam sendiri,, nggak baik kalau memendam masalah sendiri,, lebih baik diceritakan kepada orang lain,, dan kalau kamu cerita sama aku,, aku nggak bakalan bilang-bilang kepada orang lain,," ucap Diki lagi sambil melihat Ayu.


Aku ada masalah dengan diriku sendiri,, kenapa aku jadi gini sih,, duhh kenapa juga dia berbicara seperti tadi,, jangan baper Ayu jangan,, tugas kamu membuat dia menyukaimu bukan malah sebaliknya,, tapi bukankah aku jahat kalau dia menyukai aku terus aku tinggalkan,, tapi sebenarnya tuan Devan menyuruh aku untuk membuat dia menyukai aku,, dia nggak menyuruh aku untuk meninggalkan dia kalau dia sudah jatuh cinta padaku,, apa itu berarti tuan Devan sedang mencarikan aku jodoh? batin Ayu lagi.


"Ayu kok diam lagi?" ucap Diki sambil melihat Ayu.


"Emm maaf,," ucap Ayu sambil melihat Diki.


"Kamu ada masalah apa sih?" tanya Diki lagi.


"Aku nggak ada masalah kok,," ucap Ayu sambil tersenyum melihat Diki.


"Beneran?" tanya Diki lagi.


"Iya dong beneran,, makasih yah udah perhatian sama aku,, oh iya kita ke kampus aku kalau gitu," ucap Ayu lagi.

__ADS_1


Sementara di tempat lain ada Nadia yang sedang memikirkan Diki yang sedang bersama Ayu sekarang.


__ADS_2