
Siapa dia? kok dia bisa ada di rumah Diki,, aku juga nggak kenal siapa dia,, apa Diki mengenal dia,, batin Nadia sambil berjalan ke dekat Ayu dan juga ibu Diki.
Nadia pun langsung tersenyum pada ibu Diki dan Ayu pun segera menoleh kepada Nadia,, Ayu pun ikut tersenyum juga pada Nadia,, sedangkan Nadia langsung membalasnya pula tapi di otaknya sudah penuh tanda tanya begitu pun Ayu di otaknya sudah penuh tanda tanya begitu melihat Nadia.
Siapa wanita ini? apa pacarnya Adri,, wah gawat ini mahh,, ehh tunggu-tunggu kalau Adri sudah punya pacar berarti aku aman dong,, nggak perlu repot-repot lagi membuat dia jatuh cinta pada aku,, batin Ayu yang sudah penuh harapan mengenai status Nadia.
Nadia memperhatikan penampilan Ayu...
Dia nggak mungkin kan pacarnya Diki,, iya nggak mungkin banget,, tapi kalau dia beneran pacarnya Diki kok aku kayak nggak ikhlas yah,, apa karena Diki pacarnya Angel? atau karena hal lain,, batin Nadia.
"Kamu siapa?" tanya Nadia langsung yang sudah sangat kepo.
"Emm kenalin nama aku Ayu,," ucap Ayu sambil mengulurkan tangannya pada Nadia dengan senyum ramahnya Ayu.
"Nama aku Nadia,," ucap Nadia juga sambil mengulurkan tangannya pada Ayu.
__ADS_1
Mereka terlihat tersenyum satu sama lain,, tapi kok aku merasa mereka seperti ada perang dingin yah,, apa karena Adri? batin ibu Diki.
"Kamu ada hubungan apa dengan Adri?" tanya Nadia yang sengaja menyebut nama Adri karena nama Diki ketika di tempat itu cuma ada Diki dan kedua orang tua Diki saja.
"Emmm sebaiknya bicaranya di dalam saja yah,, ayo kalian masuk dulu ke dalam,," ucap Ibu Diki begitu dia melihat Ayu ingin berbicara lagi.
Nadia dan Ayu pun mengikuti ucapan Ibu Diki,, dengan segera mereka masuk ke dalam rumah Diki.
"Ibu panggil Adri dulu yah," ucap Ibu Diki lagi sambil melihat kepada kedua wanita cantik itu.
Ibu Diki segera pergi memanggil Diki begitu mendengar ucapan Ayu dan Nadia.
"Jadi kamu siapanya Adri?" tanya Nadia lagi yang sudah sangat penasaran mengenai status Ayu.
"Kalau kamu siapanya Adri juga?" tanya Ayu balik.
__ADS_1
"Kan aku yang bertanya duluan,, bukannya harusnya kamu yang menjawab duluan,," ucap Nadia sambil melihat Ayu.
"Oh iya maaf," ucap Ayu sambil tersenyum pada Nadia.
Duhh saingan berat nih,, sepertinya wanita ini menyukai Adri,, atau jangan-jangan benar lagi dia ini pacarnya Adri seperti dugaan aku sebelumnya,, yah siapa tau aja kan anak buah tuan Devan dalam penyelidikannya ada yang terlewat,, batin Ayu.
"Aku bosnya Adri," ucap Ayu yang membuat Nadia sedikit terkejut begitu mendengar ucapan Ayu.
"Kalau kamu siapanya Adri?" tanya Ayu balik.
"Dia Nadia teman aku," jawab Diki tiba-tiba yang membuat Nadia dan Ayu sedikit terkejut dengan jawaban Diki yang tiba-tiba. Mereka pun segera menoleh ke arah Diki secara bersamaan.
Deg..
Ada perasaan beda yang Nadia rasakan,, dia seperti tidak rela jika Diki hanya menganggap dirinya sebagai teman saja,, Nadia juga tidak mengerti dengan perasaannya tapi saat ini itulah yang dia rasakan pada Diki.
__ADS_1
Memang diantara wanita dan pria jarang ada pertemanan yang murni,, terkadang ada salah satu yang akan memiliki perasaan lebih.