
Anak buah Devan pun segera menghentikan mobil mengikuti perintah Devan.
Devan dengan segera melihat baik-baik pria yang tidak jauh berdiri dari mobilnya.
Apa dia mantan kekasih istriku? batin Devan yang benar-benar merasakan hatinya berdebar-debar,, dia sebenarnya benar-benar tidak mau jika Diki datang kembali,, dia benar-benar takut Angel akan meninggalkan dirinya.
"Aku harus benar-benar memastikannya langsung,," ucap Devan lalu segera turun dari dalam mobil untuk memastikan langsung apa yang dia lihat.
"Tuan," ucap anak buah Devan.
"Kamu tidak usah ikut,, tunggu disitu saja," ucap Devan lalu segera melanjutkan jalannya untuk menemui Diki.
Diki benar-benar terlihat langsung was-was begitu melihat Devan berjalan ke arahnya,, karena dia sadar dirinya yang hilang ingatan akan dengan mudah dimanfaatkan.
Namun Diki juga tidak pergi dari tempat itu.
Ya ampun dia benar-benar mantan kekasih istriku,, batin Devan yang sangat ingat betul pria yang sangat dicintai istrinya.
Dulu sewaktu Devan belum mencintai Angel wajah Diki tidaklah penting untuknya bahkan untuk mengingatnya,, tetapi begitu dia sudah sangat benar-benar jatuh cinta pada Angel,, wajah Diki benar-benar selalu diingatnya,, karena yang mengalahkan dirinya adalah Diki,, dia menjadi sangat tidak berarti di depan istrinya karena Diki.
"Ada apa kamu melihat aku seperti itu?" ucap Diki sambil melihat Devan.
Devan langsung mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar pertanyaan Diki.
Kenapa dia bertanya seperti itu padaku? apa dia tidak mengenali aku,, aku yakin banget dia pasti sangat mengenali aku,, ada apa dengan dia? salah orang tentu nggak mungkin,, batin Devan.
"Apa kamu tidak mengenal aku?" tanya Devan sambil melihat Diki.
Diki dengan segera menggelengkan kepalanya karena memang dia melupakan Devan.
__ADS_1
"Iya aku nggak kenal siapa kamu," ucap Diki.
Devan benar-benar bingung setelah mendengar ucapan Diki.
Apa dia berpura-pura tidak mengenal aku? apa dia lagi menyusun rencana untuk mengambil istriku dari aku?,,, aku nggak mungkin membiarkan dia mengambil istriku,, nggak mungkin,, batin Devan sambil melihat Diki.
"Kamu nggak usah pura-pura,, kamu Diki kan? apa yang kamu rencanakan,, jangan mengambil istriku,, dia hanya masa lalu kamu,, aku sudah sangat mencintai dia,, kita sudah saling mencintai," ucap Devan langsung.
Diki benar-benar bingung dengan apa yang dimaksud oleh Devan.
"Hah,, maksud kamu apa sih? istri? aku mau mengambil istri kamu? aku nggak kenal sama kamu apalagi sama istri kamu," ucap Diki.
Apa ini yang dimaksud Nadia,, aku nggak boleh keluar rumah dulu,, tapi apa maksud orang ini,, kenapa dia seperti terlihat sangat takut aku mengambil istrinya,, aku mana mungkin mau mengambil istri orang,, batin Diki.
Devan lagi-lagi bingung dan juga merasa sangat aneh pada Diki.
"Kamu Diki kan?" ucap Devan sambil melihat Diki.
"Bukan,, aku bukan Diki,, aku Adri,," ucap Diki cepat.
Dia nggak boleh curiga sama aku,, apalagi tau kalau aku ini hilang ingatan,, batin Diki sambil melihat Devan.
"Kamu nggak usah bohong,," ucap Devan lagi.
"Mana mungkin aku bohong,, memang nama aku Adri,, aku nggak kenal dengan pria bernama Diki,, sepertinya anda salah mengenali orang,," ucap Diki.
Nggak mungkin,, aku harus menyelidiki pria ini,, batin Devan.
"Oh maaf kalau gitu,, aku salah orang,, maaf yah aku pikir kamu Diki,, aku pergi dulu,,," ucap Devan.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa," ucap Diki.
Devan pun segera kembali masuk ke dalam mobilnya.
Hem,, siapa sih orang itu,, dia terlihat seperti orang kaya,, dia juga terlihat sangat takut aku mengambil istrinya,, memang aku ini apa? aku bukan orang jahat,,, aku yakin banget pasti waktu aku belum hilang ingatan,, aku bukan orang jahat,, kenapa tadi aku tidak menanyakan nama pria itu sih terus aku tanya pada Nadia,, apa dia mengenalinya,, siapa tau aja Nadia kenal,,, batin Diki sambil melihat Devan yang sudah masuk ke dalam mobilnya kembali.
Sementara di dalam mobil Devan segera menelepon anak buahnya untuk mencari tau mengenai Diki.
Devan benar-benar dihantui dengan perasaan cemas yang luar biasa,, bayang-bayang Angel akan bersama lagi dengan Diki benar-benar menghantui dirinya,, tentu Devan tidak akan sanggup jika melihat Angel pergi bersama Diki,, tapi dia juga tidak mungkin melakukan kekerasan seperti dulu untuk membuat Angel berada disisinya.
Bagaimana jika dia benar-benar Diki,, apa yang harus aku lakukan? batin Devan.
Sementara di tempat Nadia...
Astaga dia benar-benar melihat Diki,, kok bisa dia melihat Diki,, apa Diki keluar,, ya ampun ini benar-benar gawat,, dari nada bicara Angel dia sepertinya masih sangat mencintai Diki dan berharap Diki kembali,, lalu gimana dengan suami dia,, benar-benar sangat tidak boleh ini terjadi,, batin Nadia.
"Nadia kok kamu diam aja sih, kamu nggak senang kalau Diki masih hidup,, dia teman kamu loh,, massa kamu seperti itu," ucap Angel yang merasa aneh pada Nadia.
"Emm bukan gitu maksud aku Angel,, aku tentu sangat senang kalau Diki masih hidup,, senang banget,, hanya saja aku rasa itu nggak mungkin Angel,, karena coba kamu pikir kalau dia masih hidup tentu dia udah pulang ke rumah dia menemui keluarga dia, dan tentunya pasti akan mencari kamu Angel,, tapi buktinya sekarang nggak kan,, jadi aku rasa kamu salah lihat orang saja,, itu pasti bukan Diki,, Diki sudah tenang di alamnya Angel,," ucap Nadia yang sekaligus merasa bersalah pada Diki.
Maaf Diki aku bilangnya kamu sudah tenang di alammu,, aku sebenarnya nggak tega tapi mau di apa,, ini untuk menyakinkan Angel,, batin Nadia.
"Nadia apa kamu lupa kekuasaan suamiku,, bisa saja dia menjadi alasan mengapa Diki tidak mencari aku atau menemui keluarga dia,," ucap Angel.
"Kamu kok jadi berpikiran negatif sama suami kamu,, kamu nggak boleh seperti itu Angel,, biar bagaimanapun dia itu suami kamu dan Diki masa lalu kamu,, jangan seperti itu,, gimana kalau suami kamu dengar semua itu pasti hatinya sangat sakit,," ucap Nadia.
"Entahlah Nadia aku benar-benar bingung,, aku bingung berada diposisi seperti ini,, mengapa disaat aku mau belajar mencintai suamiku,, aku malah melihat Diki,, aku sangat mencintai Diki,," ucap Angel.
"Angel kamu nggak berpikiran kan akan meninggalkan suami kamu demi Diki,, jika yang kamu lihat tadi benar-benar Diki?" tanya Nadia.
__ADS_1