
Angel pun tampak sangat bahagia begitu mendengar ide dari Nadia. Clarisa pun ikut sangat senang begitu mendengar ide dari Nadia,, karena itulah yang dia tunggu-tunggu dan Nadia memudahkan semuanya,, Clarisa pikir akan lama prosesnya supaya bisa jalan bersama-sama Angel tapi nyatanya prosesnya sangat cepat di luar dugaannya.
"Gimana Angel,, kamu mau nggak?" tanya Nadia lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Angel.
"Ehh izin suami mu dulu deh,," ucap Nadia lagi.
"Aku mau kok,, suamiku pasti mengizinkan aku,, kan aku akan jalan dengan kalian berdua,, sahabat aku,, massa dia nggak mengizinkan aku," ucap Angel sambil tersenyum melihat Devan.
Devan pun hanya menghembuskan nafasnya kasar begitu mendengar ucapan Angel.
Devan tak enak hati jika harus mengatakan langsung kalau dia melarang Angel,, karena Devan melihat Angel tampak sangat bahagia,, dia tidak ingin melihat Angel langsung hilang kebahagiaannya lagi begitu dia mengatakan langsung bahwa dia melarang Angel.
Hah,, bagus banget kalau dia langsung diizinkan,, batin Clarisa lagi sambil tertawa jahat di dalam hatinya.
"Beneran nih kamu diizinkan? jangan kabur loh Angel,, nanti kita kena akibatnya juga,, aku takut sama kekuasaan suami kamu,, bisa-bisa kita langsung hilang dari dunia ini kalau kamu kabur ketemuan sama kami,, meskipun kita nggak ngapain-ngapain,,," ucap Nadia yang langsung membuat Angel tertawa dengan ketakutan sahabatnya itu.
"Kamu ini ada-ada saja,, suamiku nggak mungkin setega itu kali meskipun aku kabur,, tapi kamu tenang saja aku nggak kabur kok,, aku izin sama dia dulu pastinya,," ucap Angel lagi.
__ADS_1
"Bagus deh,, jadi kapan nih?" tanya Nadia lagi..
"Nanti malam saja," ucap Angel lagi yang membuat Clarisa sangat bahagia.
Baguslah,, lebih cepat lebih baik.. batin Clarisa yang sangat bahagia.
Devan mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Angel.
Kok nanti malam sih sayang,, belum juga aku izinkan udah mau nanti malam saja,, batin Devan sambil melihat Angel.
Devan masih heran dengan Clarissa yang tiba-tiba berubah,, Devan yang sudah terlalu sering dikhianati menjadi sangat was-was terhadap orang lain,, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkan kepercayaan Devan.
Nadia menganggap terlalu cepat,, bahkan Nadia tidak sepenuhnya percaya kalau Angel sudah izin pada Devan...
"Iya aku yakin nanti malam,, kalian nggak bisa yah?" tanya Angel lagi sambil memasang ekspresi wajah sedihnya.
Angel benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Clarisa,, berbicara seperti dulu dengan Clarisa tanpa ada kebencian lagi dihati Clarisa untuk dirinya..
__ADS_1
"Aku sih bisa-bisa aja,, kamu Clarisa?" tanya Nadia sambil melihat Clarisa..
"Bisa nggak?" tanya Nadia lagi sambil melihat Clarisa.
Dengan segera Clarisa menganggukkan kepalanya.
"Iya bisa banget,," ucap Clarisa sambil melihat Nadia.
Angel yang mendengar ucapan Clarisa yang terdengar sangat ingin bertemu dengan dirinya sangat bahagia.
Clarisa benar-benar sudah sangat berubah,, dia terdengar sangat ingin bertemu dengan diriku,, batin Angel.
"Ya udah nanti malam yah,, nanti aku yang tentukan tempatnya,," ucap Angel lagi.
"Oke, izin dulu sama suami kamu," ucap Nadia lagi yang belum yakin bahwa Angel sudah izin.
"Iya,, aku tutup dulu panggilan telfonnya yah," ucap Angel.
__ADS_1
"Sebentar aku kabari mengenai tempatnya," ucap Angel lagi sambil tersenyum bahagia.