
Angel langsung melihat kesal pada Devan begitu telah selesai melakukan hal yang enak-enak bersama Devan. Sedangkan Devan yang ditatap oleh Angel hanya bisa nyengir melihat Angel.
Devan pun kepikiran akan menggoda Angel.
"Ada apa istriku? kamu mau lagi sayang? ayo kalau mau lagi," ucap Devan sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Angel yang langsung berubah begitu mendengar ucapan Devan.
Devan benar-benar gemas pada Angel.
"Apaan sih,, jangan dekat-dekat,, kamu ngapain maksa aku buat begituan,, aku kan nggak mau tadi," ucap Angel sambil melihat Devan dengan tatapan mata kesal sambil menutupi tubuhnya yang tidak memakai sehelai benang pun.
"Massa sih sayang,, tadi kan kamu sangat menikmati,, aku bisa merasakan itu," ucap Devan sambil perlahan-lahan mendekati Angel.
"Aku nggak menikmati sama sekali,, kamu memaksa aku,, kan aku lagi kesal sama kamu, mana mungkin aku akan menikmati itu,," ucap Angel lagi.
__ADS_1
"Iya deh,, asal bumil bahagia," ucap Devan sambil membawa Angel ke dalam pelukannya.
"Ihhh jangan peluk-peluk,, aku nggak mau," ucap Angel sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Devan.
"Udah nggak usah bilang nggak mau,, aku tau betul kalau kamu sangat suka dipeluk,, sok nggak mau lagi, nanti aku tinggal tidur,, istriku ngambek," ucap Devan lagi sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Angel yang lagi-lagi langsung berubah begitu mendengar ucapan Devan.
"Tidur aja,, aku juga nggak mau tuh dipeluk-peluk kamu,, aku mau balik ke kamarku," ucap Angel sambil ingin pergi namun Devan tetap menahan Angel di dalam pelukannya.
"Enak aja mau balik kamar setelah apa yang kamu lakukan pada diriku tadi," ucap Devan lagi sambil menahan tawanya.
"Kan kamu yang mau sayang,, tadi aku lagi tidur lalu kamu datang tiba-tiba,, massa jadi salah aku sih,, kan kamu yang merayu aku tadi,, dan akhirnya terjadi lah hal-hal yang kita inginkan," ucap Devan lagi lalu mengecup bibir Angel yang sedang cemberut.
"Apaan sih,, aku cuma mau peluk aja,, lagian itu keinginan baby,, kamu aja tuh yang keganjenan minta lebih,, memanfaatkan keadaan banget,," ucap Angel lagi yang benar-benar malu karena memang dia lah yang datang tiba-tiba ke kamar Miko lalu ingin memeluk Devan.
__ADS_1
"Hmmm sekarang baby yah yang jadi tameng,, padahal kan kemauan ibunya juga tuh pasti," ucap Devan lagi lalu mengecup pipi Angel.
"Ishhh ngambil kesempatan banget sih,, jangan cium-cium," ucap Angel.
Devan pun langsung tersenyum sambil mengeratkan pelukannya pada Angel.
"Sayang,, jangan marah lagi,, maafin aku yah,," ucap Devan lembut sambil mengelus lembut pipi Angel.
"Hmm siapa suruh kamu bohong," ucap Angel yang membiarkan Devan memeluk dirinya dengan tangan Devan yang sudah kemana-mana.
"Maafin aku,, kalau memang kamu berpikir aku telah berbohong padamu,, aku minta maaf,, aku mohon jangan marah lagi istriku,, dan jangan tinggalin aku," ucap Devan lagi.
"Iya,, maafin aku juga yang sudah marah-marah,,, aku sadar sekarang kalau aku sangat mencintai kamu suamiku,," ucap Angel yang akhirnya menyadari dirinya sudah sangat mencintai Devan.
__ADS_1
Angel benar-benar tidak bisa jauh dari Devan.
Devan benar-benar sangat bahagia begitu mendengar ucapan Angel.