
Deg...
Jantung Angel langsung berdetak begitu cepat ketika mendengar ucapan Diki. Disatu sisi Angel senang jika ingatan Diki telah kembali tapi disisi lain Angel kasihan pada Diki apabila sadar bahwa saat ini dirinya telah menikah dengan orang lain bahkan sedang mengandung.
Semoga Diki bisa menerima status ku sekarang dan dia juga bisa hidup bahagia bersama wanita idamannya nanti,, wanita yang mencintai dirinya dan juga Diki cintai,, batin Angel sambil melihat Diki yang masih memeluk dirinya.
Diki yang sedang memeluk Angel merasa heran karena tak ada reaksi apapun dari Angel berbanding terbalik dengan dirinya yang sangat bahagia saat ini,, menurut Diki seharusnya Angel juga sangat bahagia saat ini. Diki pun menoleh ke arah Angel yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Hei,, sayang kamu lagi mikirin apa?" tanya Diki.
"Kamu nggak bahagia dengan kesembuhan ku?" tanya Diki lagi.
__ADS_1
Angel pun langsung tersadar dari lamunannya.
"Aku sangat bahagia mana mungkin aku nggak bahagia dengan kesembuhan kamu," ucap Angel sambil tersenyum pada Diki.
"Lalu apa yang sedang kamu pikirkan? kamu terlihat jelas sedang memikirkan sesuatu,, ayo katakan padaku?" ucap Diki sambil melihat Angel.
"Nggak kok,, aku nggak mikirin apa-apa," ucap Angel lagi.
Angel pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum pada Diki.
Angel bingung harus memulai dari mana untuk memberitahukan Diki yang telah terjadi sekarang dan semua yang terjadi semenjak Diki dinyatakan meninggal,, serta mengenai dirinya yang tak bisa lagi bersama-sama Diki.
__ADS_1
"Oh iya kamu sekarang semakin cantik,,, dan juga kamu lebih gemukan daripada dulu,, aku semakin jatuh cinta padamu," ucap Diki yang membuat Angel langsung menelan salivanya kasar,, Angel semakin tidak enak pada Diki,, rasanya Angel tidak ingin menghancurkan kebahagiaan Diki saat ini tapi semua itu tidak mungkin karena nyatanya sekarang dia sudah mencintai orang lain yaitu suaminya,, ditambah lagi dirinya sedang mengandung saat ini,, meskipun perut Angel belum begitu terlihat membesar karena kandungan Angel yang masih muda.
"Oh iya waktu itu kita dikejar oleh anak buah suami kakak Clarisa,, gimana sekarang? apa kamu jadi menikah dengan pria itu? tentu tidak mungkin kan,, kamu nggak menikah dengan dia kan? kamu pacarku,,, kamu nggak dibawa kan waktu itu,, maafin aku nggak bisa menjaga kamu dulu," ucap Diki lagi yang benar-benar merasa bersalah pada Angel,, apalagi mengingat Angel yang menangis dan memohon-mohon waktu itu.
Diki karena terlalu bahagia bisa mengingat semuanya dan juga melihat Angel sampai-sampai dia lupa mengenai yang terjadi sebelum dirinya pingsan. Diki bahkan langsung membahas masa lalu.
Sedangkan Angel semakin deg-degan begitu Diki membahas masa lalu.
Diki mengernyitkan dahinya begitu melihat Angel yang sejak tadi hanya terdiam sambil terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Hei sayang,, kamu kok diam aja? kamu lagi mikirin apa sih? jangan bilang kamu nggak lagi mikirin apa-apa yah,, karena itu sangat nggak mungkin,, terlihat jelas kamu sedang memikirkan sesuatu saat ini,, ayo katakan padaku apa yang kamu pikirkan? aku sudah kembali dan akan selalu menjaga kamu,," ucap Diki lagi yang benar-benar membuat Angel semakin tak sanggup jika harus membicarakan semuanya. Terlihat jelas tatapan cinta Diki yang begitu besar pada Angel,, masih sama seperti dulu.
__ADS_1
"Aku keluar sebentar yah, kamu harus bertemu dengan keluarga mu, mereka ada di luar,, pasti saat ini mereka sangat ingin bertemu dengan kamu," ucap Angel yang ingin meminta agar Devan saja yang menjelaskan semuanya karena Angel benar-benar tak sanggup jika harus mengatakan semuanya.