
"Kenapa kakak bisa hamil sih? kakak nggak pakai pengaman?" ucap Clarisa kesal sambil melihat Clara.
"Nggak tau lah Clarisa,, aku benar-benar bingung sekarang, aku nggak terima anak ini," ucap Clara kesal.
"Jadi kita harus gimana? aku juga nggak terima dengan anak kakak,, kalau sampai ini di dengar oleh mantan suami kakak dan juga Angel,, mereka pasti akan menertawakan kakak,, apalagi Angel dia pasti akan menghina habis-habisan kakak,, bahkan dia juga pasti akan menghina aku juga,," ucap Clarisa lagi sambil melihat Clara dengan tatapan yang benar-benar kesal.
"Om juga kenapa sih bisa sampai kecolongan seperti ini,, udah tau hubungan kalian ini hubungan yang tidak baik yang akan jadi cemoohan orang,, masih aja kecolongan,, seharusnya kalian pisah kamar saja," ucap Clarisa lagi sambil melihat ayah Devan yang ekspresi wajahnya sangat terlihat jelas kalau dia lagi benar-benar pusing dengan kehamilan Clara.
"Yah aku juga nggak tau Clarisa,, Clara apa kamu lupa minum obat?" ucap Ayah Devan sambil melihat Clara.
Clara pun menganggukkan kepalanya sambil melihat ayah Devan.
__ADS_1
"Iya aku lupa,, aku juga nggak nyangka kalau akan hamil seperti ini hanya karena aku lupa satu kali,," ucap Clara yang kini sekarang merutuki kebodohannya sendiri.
Clarisa langsung menghembuskan nafasnya kasar begitu mendengar ucapan Clara.
"Kakak kok bisa lupa sih kak,, kakak terlalu memandang enteng semuanya tau nggak,, kalau sudah seperti ini,, apa yang mesti kita lakukan kak? sekarang kakak butuh banyak biaya,, anak itu hanya akan jadi beban,, beban segala-galanya,," ucap Clarisa lagi.
"Om juga nggak bisa diandalkan,, aku yang kerja disini,, jadi aku tidak mau menambah beban lagi,, kita bertiga saja sudah beban banget,, mau tambah satu orang lagi,, nggak mungkin,, aku nggak sanggup," ucap Clarisa sambil melihat Clara dan ayah Devan.
"Clarisa kamu bisa diam tidak? jangan membuat aku semakin pusing,," ucap Clara lagi sambil melihat Clarisa.
"Selama ini aku sudah cukup diam kak,, tapi lihat efek dari aku diam malah seperti ini,, kalian benar-benar ngeselin tau nggak," ucap Clarisa lagi sambil melihat Clara dan ayah Devan secara bergantian dengan tatapan yang benar-benar kesal.
__ADS_1
"Jangan sampai kehamilan aku ini di tau oleh orang lain Clarisa,," ucap Clara lagi.
"Iyalah kakak pikir aku akan mau menyebarluaskan kehamilan kakak yang tidak diinginkan ini,," ucap Clarisa lagi.
"Aku sudah cukup malu,," ucap Clarisa lagi.
"Angel bisa-bisa sekarang tidak lama lagi hamil anak dari mantan suami kakak yang memiliki segalanya itu,, padahal seharusnya Kakak hamil anak dari mantan suami kakak,, dan ini malah..." ucap Clarisa lagi yang sudah malas melanjutkan perkataannya.
"Clarisa diam lah,, ini sudah terlanjur terjadi," ucap Clara lagi.
"Gugurkan saja anak itu,, dia nggak boleh lahir di dunia ini,," ucap Ayah Devan tiba-tiba membuat Clarisa dan Clara langsung melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Anak siapa yang akan digugurkan?" ucap Marco yang tidak sengaja mendengar ucapan ayah Devan begitu dia berada di dekat pintu apartemen Clarisa.