
Ekspresi wajah Devan seketika berubah begitu mendengar ucapan Angel yang ingin bertemu dengan Diki.
Dan Angel menyadari itu..
"Sayang,,, aku hanya ingin bertemu dengan dia saja,, dia hilang ingatan kan,, siapa tau aja aku bisa membantu Diki untuk mengingat masa lalunya," ucap Angel lagi yang membuat Devan langsung panik.
"Jangan,, biarkan saja ingatannya yang sekarang,, aku takut kalian akan kembali bersama lagi, aku nggak mau kehilangan kamu sayang," ucap Devan yang sebenarnya ingin membuat Diki kembali mengingat masa lalunya, hanya saja di lain sisi dia tidak ingin jika nanti Diki mengingat masa lalunya,, lalu dia ingin mendekati Angel lagi.
Angel geleng-geleng kepala begitu mendengar ucapan Devan.
"Dengarkan aku,, aku sudah tidak mencintai dia lagi,, dia hanya masa laluku,, sekarang aku mencintai kamu suamiku,, jadi tidak usah khawatir kan itu,, aku hanya ingin bertemu dia saja,, membantu dia kembali mengingat masa lalunya,, dan begitu dia mengingat masa lalunya aku akan menjelaskan jika aku dan dia tidak mungkin bersama lagi,, aku yakin Diki akan bisa menerima itu semua,, Diki itu pria yang baik,, jadi nggak usah khawatir yah," ucap Angel sambil mengelus lembut pipi Devan.
"Baikan siapa,, aku atau dia?" tanya Devan yang membuat Angel langsung tertawa.
"Kok malah tertawa sih,, aku kan tanya,, baikan siapa aku atau dia?" ucap Devan lagi yang sudah tentu sedang cemburu dan itu diketahui oleh Angel.
__ADS_1
"Aku nggak mau jawab,, kalian itu bukan pilihan,, pokoknya aku ingin bertemu dengan Diki," ucap Angel.
"Sayang,, semua manusia itu bisa berubah,, gimana nanti jika dia mengingat masa lalunya,, dan dia tidak menerima itu semua,, dia mau mengambil kamu dari aku,, gimana kalau itu yang terjadi?" ucap Devan yang pikirannya sudah jauh ke depan.
"Aku akan selalu bersama kamu,, jangan khawatirkan itu,, lagian semua itu kan tergantung aku,, aku cinta nya sama kamu,, jadi aku pikir itu sudah jelas sayang,," ucap Angel.
"Izinkan aku bertemu dia yah?" ucap Angel lagi sambil bergelayut manja di lengan Devan.
Devan pun menghembuskan nafasnya kasar.
"Baiklah,, tapi aku ikut,, aku nggak mungkin membiarkan kamu bertemu berdua dengan Diki," ucap Devan lagi.
"Iya dan sudah tentu itu tidak gratis,," ucap Devan sambil tersenyum evil.
Dan Angel langsung mengerti dengan arti senyuman Devan.
__ADS_1
"Sayang,, jangan macam-macam deh," ucap Angel.
"Nggak bisa,, sudah aku katakan itu tidak gratis,, jadi sekarang kamu pasrah aja,, aku mau menjenguk dedek lagi,," ucap Devan sambil menaik-turunkan kedua alisnya dan mengelus perut Angel.
Angel pun hanya bisa pasrah melayani Devan lagi.
#################
Pagi harinya....
Devan terus tersenyum bahagia,, karena Angel sudah tak marah lagi dengannya,, dan juga Angel sudah mencintai dirinya. Dan Devan yang sedang senyum-senyum bahagia itu tidak luput dari pandangan mata Angel dan juga keluarga Angel.
"Hmm ada yang lagi bahagia banget nih,, sepertinya semalam terjadi hal-hal yang diinginkan nih,," ucap Miko yang langsung membuat Angel tersenyum malu mengingat kelakuan dirinya semalam dan juga kelakuan Devan.
"Iya bahagia banget,," ucap Devan.
__ADS_1
"Udah-udah ayo sarapan," ucap Angel mengalihkan pembicaraan.
Keluarga Angel benar-benar senang melihat Angel dan Devan sudah baikan.