Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Tetap pada keinginannya,,,


__ADS_3

Clarisa tersenyum bahagia begitu melihat obat yang telah disiapkan untuk menggugurkan kandungan Angel.


Sebentar lagi kamu akan merasa kesakitan Angel,, dan kamu akan kehilangan calon anak kamu,, hmmm semoga saja suami kamu meninggalkan kamu juga,, karena tidak bisa menjaga baik-baik kandungan kamu,, kan suami kamu sangat menginginkan anak,, tapi kalau kamu keguguran dia pasti akan merasa sangat tidak bahagia karena kehilangan anaknya,, dan yang salah sudah pasti Angel,, batin Clarisa sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


Clarisa sedang berada di dalam rumahnya,, dia baru saja pulang setelah mencari obat keguguran untuk Angel. Dendam dan iri di dalam hati Clarissa semakin menjadi ketika Clara dan ayah Devan masuk penjara.


Punya kakak nggak becus banget dalam menjalankan rencana,, jadi aku harus turun tangan sendiri untuk membuat hidup Angel tidak bahagia,, batin Clarisa lagi.


Clarisa terlonjak kaget begitu ponselnya tiba-tiba berdering. Clarisa dengan segera melihat ke arah ponselnya yang dia letakkan di atas meja.


"Siapa sih yang telfon,, untung aja aku nggak ada penyakit jantung,," gerutu Clarisa sambil mengambil ponselnya.


Oh Nadia,, batin Clarisa begitu melihat nama kontak yang menelepon dirinya.


Dengan segera Clarisa mengangkat panggilan telfon dari Nadia.


"Halo,, ada apa Nad?" tanya Clarisa langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Nadia.

__ADS_1


"Kamu lagi dimana Clarisa?" ucap Nadia.


"Kamu jadi kan ketemu dengan Angel?" tanya Nadia lagi.


"Iya dong jadi,," jawab Clarisa cepat.


Mana mungkin nggak jadi disaat aku sudah capek-capek mencari obat untuk menggugurkan kandungan Angel,, batin Clarisa.


Nadia tersenyum bahagia begitu mendengar Clarisa yang terdengar sangat bersemangat untuk bertemu dengan Angel. Yang itu berarti sudah tidak ada dendam lagi dihati Clarisa,, meskipun Nadia masih sedikit ragu pada Clarisa yang tiba-tiba berubah,, namun Nadia mencoba untuk berpikiran positif pada Clarissa,, Nadia tidak mau merusak momen bahagia mereka apalagi Nadia mendengar Angel yang sangat bersemangat untuk bertemu dengan dirinya dan juga Clarissa.


"Aku jemput atau mau pergi sendiri?" tanya Nadia lagi.


"Iya udah,, dia udah chat aku tadi,, jadi gimana mau dijemput atau pergi sendiri? kalau mau pergi sendiri biar aku kirimin alamatnya,," tanya Nadia lagi.


Clarisa pun tampak berpikir.


Hmmm bareng Nadia aja kali yah,, bisa irit bensin juga,, dan nggak capek nyetir sendiri,, batin Clarissa.

__ADS_1


"Kamu jemput aku aja,, aku sedikit capek kalau mau nyetir sendiri,," ucap Clarisa.


"Oke,, kamu siap-siap deh sekarang,, karena aku udah mau ke rumah kamu," ucap Nadia lagi.


"Cepat banget," ucap Clarisa.


"Iya dong,, kita jangan buat Angel menunggu kan kasihan,, dia juga lagi hamil,," ucap Nadia lagi.


"Iya juga,, kasihan dia kalau menunggu," ucap Clarisa berpura-pura perhatian.


"Ya udah aku tutup dulu yah,, aku mau mandi dulu," ucap Clarisa.


"Oke," ucap Nadia.


Clarisa pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Nadia,, begitu mendengar ucapan Nadia.


Sementara di tempat lain,, ada Devan yang masih mencoba membujuk Angel agar Angel mau pergi bersama Devan,, sebenarnya Devan bisa mengikuti Angel tanpa Angel ketahui,, namun dia benar-benar tidak enak pada Angel jika melakukan hal itu karena Angel telah meminta dirinya untuk tidak melakukan hal yang berlebihan seperti mengikutinya.

__ADS_1


Angel masih tetap pada keinginannya dan akhirnya Angel pergi bersama sopir saja tanpa Devan.


__ADS_2