
Mama Devan sedikit terkejut begitu mendengar Angel yang sedikit teriak bilang stop di dalam mobil.
Anak buah Devan pun dengan segera menghentikan mobilnya lalu segera melihat ke arah Angel.
"Ada apa Nyonya muda?" ucap anak buah Devan sambil melihat Angel.
"Iya nak,, ada apa? kenapa kamu tiba-tiba bilang stop," ucap mama Devan juga sambil melihat Angel.
Angel tidak memperdulikan pertanyaan-pertanyaan itu. Dia dengan segera turun dari dalam mobil untuk menemui pria yang dia lihat,,, dia sangat yakin melihat Diki.
"Kamu mau kemana nak," teriak mama Devan yang tidak dihiraukan Angel karena dia fokus pada Diki.
Angel berlari dengan cepat di kerumunan orang untuk menghampiri pria yang dia yakini adalah Diki.
Mama Devan begitu khawatir melihat Angel yang berlari tanpa mengucapkan kata-kata apapun.
"Tolong,, susul menantu aku cepat,,, kenapa dia berlari seperti itu,,, aku tidak mau dia kenapa-kenapa,," ucap Mama Devan menyuruh anak buah Devan.
"Baik Nyonya,," ucap anak buah Devan lalu dengan segera menyusul Angel.
__ADS_1
"Diki,, itu pasti Diki," ucap Angel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Perasaannya benar-benar campur aduk,,, dan terutama dia benar-benar sangat bahagia.
"Diki,," ucap Angel sambil memegang bahu pria itu.
Pria itu dengan segera menoleh ke arah Angel yang memegang bahunya.
"Hah,, maaf salah orang," ucap Angel sambil melepaskan tangannya dari bahu pria itu.
"Oh iya nggak apa-apa,," ucap pria itu sambil tersenyum lalu segera melanjutkan jalannya.
Kok bisa dia bukan Diki,, tadi jelas-jelas aku yakin banget melihat Diki,,, aku nggak mungkin salah mengenali orang,, meskipun sudah lama aku nggak melihat dia,, tapi aku masih benar-benar mengingat dia,,, apa karena aku sangat merindukan dia makanya aku seperti melihat dia? batin Angel penuh tanda tanya.
Sementara itu pria yang di lihat Angel tadi benar-benar Diki,, hanya saja Diki belok lebih dulu ke tempat lain,,, sehingga membuat Angel salah orang.
"Kemana harus aku cari pekerjaan lagi yah,,, memang sangat susah sekali mencari pekerjaan,,, apalagi aku nggak punya apa-apa,,," ucap Diki sambil terus berjalan dan melihat-lihat siapa tau ada yang sedang membuka lowongan pekerjaan.
"Aku nggak boleh putus asa,,, aku harus membantu ibu dan bapak,, mereka sudah sangat baik pada aku,, aku harus membalas kebaikan mereka juga,," ucap Diki lagi sambil terus berjalan.
__ADS_1
"Nyonya muda," ucap anak buah Devan begitu berada dekat kepada Angel.
Angel masih diam membisu di tempatnya.
"Nyonya muda," ucap anak buah Devan lagi sambil menyentuh bahu Angel.
Angel sedikit terlonjak kaget begitu anak buah Devan menyentuh bahunya.
"Ehhh iya,," ucap Angel sambil melihat anak buah Devan.
"Nyonya muda kenapa tiba-tiba turun?" ucap anak buah Devan.
"Nyonya besar sangat khawatir pada Nyonya muda yang langsung berlari tanpa mengucapkan kata-kata apapun,,," ucap anak buah Devan lagi.
Angel langsung menepuk jidatnya begitu menyadari itu semua.
"Ya ampun iya kamu benar banget,,, aku tadi langsung berlari menuju kesini,, duhh ayo kita balik ke mobil,,, aku hanya salah lihat orang tadi," ucap Angel lalu segera berjalan kembali menuju ke mobil begitu pun dengan anak buah Devan yang mengikuti Angel dari belakang.
Aku harus curhat ke Nadia sebentar mengenai yang aku lihat tadi,,, batin Angel.
__ADS_1