
Angel benar-benar malu begitu mendengar ucapan Devan.
Bisa-bisanya dia bilang aku cemburu di hadapan Ayu,, padahal aku nggak cemburu tuh,, batin Angel.
"Aku nggak cemburu,, kamu tuh ada-ada aja," ucap Angel sambil melihat Devan.
Angel tidak mengerti dengan perasaannya sendiri,, tapi dia senang akhirnya dia bisa langsung bertemu dengan Ayu,, wanita yang di dengarnya tadi sedang bicara dengan suaminya melalui panggilan telfon yang membuat dirinya benar-benar sangat penasaran.
Jadi ini yang namanya Ayu,, kalau dia memang mata-mata,,, benar kata suamiku dia tidak akan dicurigai sedikit pun karena dia terlihat polos dan masih muda,, batin Angel sambil melihat Ayu.
"Oh jadi kamu yang namanya Ayu,," ucap Angel sambil melihat Ayu.
"Iya sayang jadi kamu jangan cemburu lagi yah,, kan kalau aku ada hubungan dengan dia seperti yang ada di dalam pikiran kamu tadi,, nggak mungkin dong aku menyuruh dia kesini terus memperlihatkan kemesraan aku sama kamu,, iyakan?" ucap Devan lagi sambil melihat Angel,, wanita yang sangat dia cintai.
"Ishhh apaan sih aku nggak cemburu,," ucap Angel lagi.
"Iya,, iya nggak cemburu,," ucap Devan lagi.
Ayu hanya menahan tawanya melihat kelakuan suami istri itu.
__ADS_1
Nyonya kok nggak mau ngaku,, padahal dia ini seperti wanita yang sedang cemburu,, batin Ayu.
"Iya Nyonya saya yang namanya Ayu,, dan saya tidak ada hubungan yang macam-macam dengan tuan Devan,, karena tuan Devan sangat mencintai Nyonya,, saya hanya anak buah tuan Devan saja,," ucap Ayu sambil melihat Angel.
Nah bagus Ayu,, biar istriku ini sadar,, batin Devan.
"Oh gitu yah,, terus kamu kesini ada apa?" tanya Angel.
Devan benar-benar senang dengan Angel yang sudah mulai kepo tentang dirinya.
Aduh mati lah aku,, kan kesini buat bahas pria itu,, tapi kata tuan Devan nggak boleh sampai istrinya tau,, alasan apa dong nih,, batin Ayu sambil berpikir keras.
"Tapi nanti aja karena aku nggak enak mengganggu,," ucap Ayu lagi.
"Emm nggak kok,, kamu nggak mengganggu sama sekali,, kalian bicara aja,, aku mau duduk disitu aja,," ucap Angel lalu segera berjalan untuk duduk di sofa.
Devan dan Ayu langsung saling pandang seolah-olah bertanya apa yang harus mereka lakukan.
"Emm jadi bagaimana tentang pria yang aku perintahkan untuk kamu mata-matai Ayu?" ucap Devan yang berusaha terlihat biasa saja.
__ADS_1
"Seperti dugaan tuan,, dia memang ada hubungannya dengan masalah yang terjadi di dalam perusahaan saat ini,, buktinya akan saya kirim tuan,," ucap Ayu.
"Oh oke Ayu,,, biar anak buahku yang akan mengurus selanjutnya,, kamu boleh melanjutkan kerjaan kamu yang lain,, dan jangan lupa buktinya kamu kirim yah,," ucap Devan lagi.
"Baik tuan,," ucap Ayu.
Ayu pun segera pamit kepada Devan dan Angel lalu segera keluar dari dalam ruangan Devan.
###########
Clara benar-benar sakit hati begitu melihat Devan dan Angel berjalan bersama sambil gandengan tangan,,, mereka juga saling tersenyum satu sama lain,, seakan dunia hanya milik mereka berdua aja yang lainnya cuma numpang. Akhir-akhir ini Angel memang tidak merasa canggung lagi pada Devan.
Apa Angel sedang hamil sekarang? nggak,, nggak boleh,, mas Devan nggak boleh punya anak dari Angel,, batin Clara.
Angel dan Devan langsung menghentikan langkahnya begitu melihat Clara dan ayahnya. Mereka berdua jelas mengetahui meskipun Clara dan Ayahnya sedang menyamar.
"Sepasang pengkhianat,, ada apa ke sini,, oh jangan-jangan kamu hamil yah Clara?" ucap Devan.
Hati Clara benar-benar sakit begitu mendengar ucapan Devan yang penuh kebencian,, pria yang dulu sangat mencintai dirinya kini menjadi pria yang sangat membencinya.
__ADS_1