Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Ada perasaan tak senang,,,


__ADS_3

Angel hanya diam saja sambil melihat Clara dan juga mantan ayah mertuanya.


"Hmmm ya udah kalau nggak mau jawab,, aku juga nggak ada waktu,, ayo istriku sayang,, nggak ada gunanya juga bicara dengan mereka," ucap Devan sambil menggandeng tangan Angel dan tersenyum pada Angel.


"Sayang kamu nggak mau menegur ayah kamu dulu?" bisik Angel yang sejujurnya merasa sedikit kasihan pada ayah Devan.


"Mungkin nanti sayang,, untuk sekarang aku masih belum bisa,, aku masih nggak habis pikir dengan apa yang dia lakukan pada aku dan mama,, aku yakin kamu pasti mengerti," bisik Devan kembali pada Angel.


Angel pun tersenyum pada Devan.


"Baiklah,, ayo kita pulang kalau gitu sayang," ucap Angel sambil melihat Devan.


Dia sudah memperlihatkan wajah aslinya,, dulu saja dia melihat aku pun tidak berani,, sekarang dia benar-benar sangat berani tidak menghargai aku,, batin Clara sambil melihat Angel dengan tatapan penuh dendam.


Devan dan Angel pun segera berjalan melewati Clara dan ayah Devan,, namun Clara dengan segera menahan tangan Devan.

__ADS_1


Devan dengan segera menepis tangan Clara sambil melihat kesal pada Clara.


"Jangan pernah sentuh aku Clara dengan tangan kotor kamu itu,, apa kamu nggak malu nahan-nahan aku?" ucap Devan sambil melihat Clara dengan tatapan yang sangat jijik terhadap Clara,, karena bayang-bayang Clara yang berselingkuh dengan ayah mertuanya sendiri.


Ayah Devan hanya diam saja begitu mendengar ucapan Devan,, dia bahkan tidak berani melihat Devan.


"Mas,, apa kamu benar-benar sudah melupakan aku mas,, melupakan cinta kamu selama ini pada aku,,?" ucap Clara yang begitu tidak tau malunya di mata Devan.


"Apa kamu tidak malu menanyakan itu pada aku? kamu adalah wanita yang sangat tidak ada artinya buat aku Clara,, wanita yang aku sangat cintai adalah Angel,, jadi nggak usah gila kamu, nggak tau malu banget," ucap Devan lalu dengan segera melanjutkan jalannya bersama Angel menuju mobil Devan.


Clara benar-benar menyesal telah melakukan semuanya pada Devan.


Pagi harinya...


Ayu sudah berkunjung ke rumah Diki,, karena Diki akan mulai dia ajar untuk mengendarai mobil mulai hari ini. Ayu tau alamat rumah Diki dari Diki sendiri.

__ADS_1


Ayu tampak sangat deg-degkan,, karena dia mengingat tugas yang diberikan Devan kepadanya. Dia datang ke kantor Devan sebelumnya untuk membatalkan semuanya karena dia tidak yakin dengan dirinya sendiri mengenai membuat seorang pria jatuh cinta pada dirinya,, namun apa daya dia tidak bisa bilang karena Angel ada,, akhirnya Ayu pun memutuskan untuk melanjutkan perintah Devan.


Dengan segera Ayu mengetuk pintu rumah Diki.


"Siapa nih pagi-pagi yang datang? oh mungkin saja nak Nadia,, kan biasanya dia yang berkunjung pagi-pagi,," ucap ibu Diki sambil berjalan membuka pintu rumahnya.


Ibu Diki mengernyitkan dahinya begitu melihat wanita lain bukan Nadia.


Ayu pun langsung tersenyum pada Ibu Diki.


"Siapa yah?" tanya ibu Diki.


"Emm nama aku Ayu,, ini rumah Adri kan?" tanya Ayu sambil melihat ibu Diki yang tampak kebingungan.


"Oh iya benar ini rumah Adri,, kamu temannya Adri yah? ibu baru melihat kamu kesini," ucap ibu Diki sambil tersenyum pada Ayu.

__ADS_1


"Emm iya Tante aku temannya Adri,," ucap Ayu.


Nadia yang baru datang mengernyitkan dahinya begitu melihat mobil lain di depan rumah Diki,, ada perasaan tak senang begitu Nadia melihat wanita lain sedang berada di rumah Diki.


__ADS_2