Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Tak terjawab,,,


__ADS_3

Nadia bertambah bahagia begitu mendengar ucapan Clarissa,, karena Clarisa benar-benar tidak pernah mengucapkan hal itu selama ini,, Nadia jadi sangat tambah berharap ini pertanda baik untuk hubungan persahabatan mereka.


"Tentu saja,, dia pasti sangat mau,, aku yakin banget itu,," ucap Nadia sambil tersenyum melihat Clarisa.


Hmm bagus banget dehh kalau seperti itu,, batin Clarisa.


"Aku hubungi dia dulu yah," ucap Nadia lagi sambil tersenyum lalu mengambil ponselnya.


"Ehh jangan dulu Nadia,, aku belum siap,," ucap Clarisa berpura-pura sambil melihat Nadia.


"Loh belum siap apanya?" tanya Nadia sambil melihat Clarisa dengan penuh tanya.


"Aku takut Angel nggak mau lagi bertemu dengan aku," ucap Clarisa.


"Udah nggak usah takut,, dia pasti mau dan akan sangat bahagia,, tenang saja percaya sama aku," ucap Nadia lagi lalu melanjutkan panggilan untuk menelepon Angel.


"Benarkah?" ucap Clarisa lagi.

__ADS_1


"Iya dong,, kita bersahabat lama,, apa kamu pernah melihat Angel dendam pada orang lain,, apalagi orang lainnya itu kamu,, nggak mungkin banget,," ucap Nadia lagi.


"Tapi kok Angel belum angkat yah panggilan telfon aku,," ucap Nadia sambil melihat ponselnya.


"Mungkin dia lagi sibuk,," ucap Clarisa lagi.


"Aku rasa nggak deh,,, dia lagi hamil saja,," ucap Nadia lagi.


"Nggak lama lagi kita punya ponakan," ucap Clarisa lagi sambil tersenyum bahagia yang dibuat-buat.


Kalau aku nggak bisa menghilangkan nyawa Angel,, setidaknya anaknya harus hilang,, karena Angel akan semakin hidup bahagia jika memiliki anak dari mantan suami kakak aku,, batin Clarisa yang benar-benar iri pada nasib Angel yang hidup bahagia.


"Iya dong pastinya," ucap Clarisa sambil tersenyum.


"Udah di angkat belum panggilan telfon kamu?" tanya Clarisa lagi sambil melihat Nadia.


Nadia pun menggelengkan kepalanya pertanda belum.

__ADS_1


"Belum nih,, mungkin dia lagi sibuk dan nggak megang ponsel,, gimana kalau sebentar kita ke rumah dia aja ngasih surprise Angel, mau nggak?" tanya Nadia.


"Duhh aku mau banget tapi kamu tau kan akhir-akhir ini hubungan aku dan Angel seperti apa,, aku takut dia nggak terima itu,, dan aku juga takut dengan suaminya,," ucap Clarisa lagi.


"Udah nggak usah mikirin itu,, Angel nggak mungkin seperti itu,, aku yakin banget," ucap Nadia lagi.


"Kalau suaminya aku nggak tau sih, tapi tenang saja suaminya sangat mencintai Angel,, jadi sudah pasti dia nggak mau melihat Angel sedih,, dia pasti akan selalu dukung Angel,," ucap Nadia lagi yang sangat yakin bahwa Devan sangat bucin pada Angel.


Sementara Angel masih asik duduk-duduk sambil mengelus-elus perutnya dan ponselnya memang dia simpan di kamarnya,, makanya dia tidak mendengar panggilan telfon dari Nadia.


"Hmm Angel belum angkat juga," ucap Nadia lagi.


"Nanti saja,, ayo kita kerja dulu,," ucap Clarisa lagi.


"Iya deh,, dia pasti nelfon balik kalau lihat panggilan telfon dari aku," ucap Nadia lagi.


"Iya pasti dia nelfon balik kok," ucap Clarisa juga.

__ADS_1


Clarisa dan Nadia pun kembali fokus kerja namun pikiran Clarisa hanya terisi dengan kakaknya yang dipenjara dan juga keinginan balas dendamnya pada Angel.


Dan memang benar Angel yang melihat panggilan tak terjawab dari Nadia, langsung memutuskan untuk menelepon Nadia.


__ADS_2