Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Masih mencoba membantu Clarisa...


__ADS_3

Angel dibuat bingung begitu melihat Clarisa berlari kepadanya dengan ekspresi wajah ketakutannya,, seketika itu Angel menjadi sadar bahwa pasti itu semua karena Devan.


Angel langsung melihat ke arah Devan yang tampak betul ekspresi wajah Devan sedang marah.


Hmm ada apa ini? batin Angel yang bingung sambil melihat Devan dan Clarisa secara bergantian.


Sedangkan Nadia sudah mulai menduga-duga atas apa yang terjadi.

__ADS_1


Akhh jangan-jangan Clarisa buat ulah yang akan menyakiti Angel,, melihat dari ekspresi wajah suami Angel yang menakutkan seperti itu,, aku yakin pasti Clarisa buat ulah,, ya ampun Clarisa kamu benar-benar bodoh kalau sampai dugaan aku benar,,, ku pikir kamu benar-benar sudah berubah,, nyatanya nggak seperti yang aku pikirkan,, batin Nadia sambil melihat Clarisa yang tampak ketakutan dan pucat.


"Angel tolong aku,, aku benar-benar menyesal telah berniat jahat sama kamu,, aku mohon maafin aku dan tolong aku Angel,, aku benar-benar takut pada suami kamu, tolongin aku,, aku mohon,," ucap Clarisa yang tampak memohon pada Angel.


Angel mengernyitkan dahinya bingung sekaligus kasihan melihat Clarissa.


"Nggak usah meminta tolong pada istriku,,, karena aku nggak akan membiarkan kamu Clarisa,, kamu sudah sangat keterlaluan,,, selama ini aku diam saja sama kamu karena kemauan istriku dan karena kamu juga sahabat dia,, tapi apa yang kamu lakukan hari ini benar-benar membuat kesabaran aku habis, kamu tidak bisa ditinggal diam,, karena kamu ngelunjak kalau didiamkan,, istriku sudah sangat baik sama kamu,,, kamu tidak pantas mendapatkan kebaikan dari dia,, wanita tidak tau terima kasih kamu,,, sama saja kamu dengan kakak kamu,,, jadi lebih bagus jika nasib kamu sama dengan dia,, bahkan sebenarnya aku ingin nasib kamu lebih parah lagi,, karena kamu sudah berani ada niatan menyingkirkan hal berharga dalam hidupku,,," ucap Devan sambil menahan amarahnya,, jika Clarisa itu pria sudah sejak tadi Devan memperlakukan dia lebih parah.

__ADS_1


Orang yang ada disekitar situ tidak berani berbicara maupun berbisik-bisik lagi karena melihat Devan yang sedang marah,,, mereka hanya menyaksikan saja sambil diam,, mereka akan bergosip ketika Devan sudah pergi.


"Oh iya kenapa kamu juga ada disini sayang? bukannya tadi sebelum pergi kamu sudah mengiyakan jika aku pergi sendiri tanpa kamu ikut,,," ucap Angel sambil mendekati Devan.


Angel sengaja melakukan itu karena melihat Devan yang tampak sedang benar-benar marah pada Clarissa,, Angel masih mencoba membantu Clarisa terbebas dari kemarahan Devan.


"Nggak usah membantu dia lagi,, kali ini aku nggak akan setuju jika kamu meminta aku untuk membebaskan dia," ucap Devan lembut namun penuh penekanan disetiap kata-katanya.

__ADS_1


"Aku juga disini karena sangat khawatir padamu,, aku ini sangat menyayangi kamu,, keselamatan kamu sangat penting,, apalagi sekarang kamu sedang mengandung,, makanya aku nggak bisa duduk diam di rumah menunggu kamu pulang,, karena kamu ingin bertemu dengan dia dan perasaan aku benar,, dia pasti nggak benar-benar tulus pada kamu sayang,,, dia ingin mencelakai kamu dan calon anak kita menggunakan obat,,, untung aku tidak terlambat dan bisa menggagalkan niat jahatnya sama kamu," ucap Devan sambil membawa Angel ke dalam dekapannya lalu mencium sebentar rambut Angel.


Yang melihat kejadian itu benar-benar sangat iri pada Angel yang bisa meluluhkan hati pria seperti Devan.


__ADS_2