Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Sekaligus,,,


__ADS_3

Padahal sebenarnya dia lah yang dengan sengaja menabrakkan diri pada Diki,, supaya memiliki alasan untuk berbicara dengan Diki.


Diki pun tampak berpikir sebentar.


"Hei aku bertanya loh,, kok malah bengong," ucap anak buah Devan lagi.


"Emm aku tadi sambil lihat-lihat siapa tau aja ada lowongan kerja gitu,, jadi nggak terlalu konsentrasi tadi lihat jalannya,, makanya aku nggak sengaja tadi nabrak kamu,, maaf yah,," ucap Diki sambil melihat anak buah Devan.


Dia ini baik,,, aduhh aku penasaran banget dia ada urusan apa dengan tuan Devan,, sampai-sampai aku harus memberikan dia pekerjaan,, atau tuan Devan hanya mau membantu orang ini mungkin kali yah,, itu sebabnya melalui aku karena dia nggak mau di tau,,, batin anak buah Devan lagi.


Ana buah Devan pun tersenyum pada Diki begitu mendengar ucapan Diki.


"Nggak apa-apa kok santai aja pakai minta maaf segala lagi,," ucap anak buah Devan sambil melihat Diki.

__ADS_1


"Oh iya aku kebetulan lagi butuh orang loh buat kerja,, kamu mau nggak?" tanya Anak buah Devan yang langsung membuat Diki tampak bersemangat.


"Benarkah?" tanya Diki sambil tersenyum bahagia pada anak buah Devan.


"Iya benar dong,, aku nggak mungkin bohongi orang yang lagi mencari pekerjaan,, lagian kamu nggak lihat wajah aku ini,, nggak ada wajah-wajah bohongnya sama sekali," ucap Anak buah Devan lagi sambil tersenyum pada Diki.


Diki yang tadinya terlihat bahagia mendadak ekspresi wajahnya tampak berubah,, anak buah Devan langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat ekspresi wajah Diki yang tiba-tiba langsung berubah.


"Kamu kenapa? tadi kamu kayaknya bahagia banget sekarang kok ekspresi wajah kamu langsung berubah gitu,, aku bukan orang jahat kok,, aku memang benar-benar membutuhkan tenaga kerja,, sebenarnya aku baru mau cari,, tapi begitu ketemu kamu yang lagi butuh pekerjaan juga,, jadi yah kenapa nggak kamu aja gitu,," ucap anak buah Devan lagi yang berusaha meyakinkan Diki agar dia mau kerja.


Sedangkan Diki lagi-lagi berpikir.


Apa dia ini orang yang bisa dipercaya? kata Nadia aku nggak boleh sama sembarangan orang,, tapi dia sepertinya nggak kenal aku,, jadi nggak ada salahnya kan,, daripada aku mencari pekerjaan kesana-kesini yang susah banget,, batin Diki sambil melihat anak buah Devan yang memang wajahnya terlihat sangat polos.

__ADS_1


"Emm memang pekerjaannya apa?" tanya Diki pada akhirnya yang ingin memastikan dulu pekerjaan yang akan dia lakukan.


"Pekerjaannya gampang kok,, kamu tinggal jadi supir aku aja,, kamu antar aku kemana pun aku pergi,, tapi aku perginya palingan cuma pergi kuliah aja kok,, dan yang lainnya tapi itupun jarang-jarang juga aku ada aktivitas lain,, kamu mau nggak?" tanya anak buah Devan.


"Oh iya kamu bisa nyetir nggak?" tanya anak buah Devan lagi.


"Emmm aku nggak tau juga,, sepertinya aku nggak bisa,," ucap Diki sambil memasang ekspresi wajah sedihnya.


Loh kata tuan Devan dia bisa nyetir,,, massa dia lupa juga sih,,, batin Anak buah Devan.


Devan memang sudah mencari tau semuanya tentang Diki.


"Tenang aja aku akan ajar kamu kalau kamu nggak bisa,, kamu nggak usah kepedean dulu yah,, aku seperti ini karena lihat kamu butuh kerja dan juga kamu orang yang bisa dipercaya,, udah itu aja nggak lebih,," ucap anak buah Devan lagi.

__ADS_1


Sekaligus menjauhkan kamu dari lingkungan tempat tinggal tuan Devan dan juga dari keluarga tuan Devan,, batin anak buah Devan.


__ADS_2