
Kenapa aku nggak rela kalau Diki hanya menganggap aku sebagai teman,, apa aku sudah jatuh cinta pada Diki...? ya ampun Nadia sadar Nadia,, Diki itu pacar Angel,, kamu nggak boleh seperti ini,, Angel itu teman kamu,, walaupun Angel sudah menikah sekarang tapi pasti dia akan merasa sakit hati begitu tau aku menyukai kekasihnya,, belum lagi jika Diki mengingat semuanya,, dia pasti hanya akan menganggap aku sebagai teman saja,, sadar Nadia sadar,, buang jauh-jauh perasaan gila kamu ini,, batin Nadia sambil melihat Diki.
Ayu pun merasa sedikit tidak suka begitu mendengar ucapan Diki yang tiba-tiba.
Hmm ternyata mereka hanya teman padahal aku pengen mereka itu pacaran,, biar aku nggak perlu repot-repot lagi membuat pria ini mencintai aku,, akhh sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak sama aku,, batin Ayu sambil melihat Diki dan Nadia secara bergantian.
"Iya aku temannya Adri,," ucap Nadia sambil melihat Ayu.
"Oh iya,, bos gimana maksud kamu Adri?" ucap Nadia sambil melihat Diki.
"Aku sudah dapat kerja sekarang Nadia,, aku nggak sempat memberitahukan kamu kemarin karena kecapean,," ucap Diki.
"Hah dapat kerja,, bagus dong,, oh itu berarti kamu kerja sama Ayu yah," ucap Nadia sambil melihat Diki.
"Iya,,," jawab Diki.
"Kamu kerja apa? kok bisa dia jadi bos kamu," ucap Nadia sambil melihat Ayu yang terlihat masih muda.
__ADS_1
"Aku jadi sopir dia,," ucap Diki yang membuat Nadia sedikit terkejut.
"Hah sopir? kenapa kamu nggak jadi sopir aku aja Adri," ucap Nadia yang baru teringat akan hal itu.
Ya ampun kok aku nggak kepikiran tentang itu sih,, batin Nadia.
"Loh nggak bisa gitu dong,, kan aku duluan," ucap Ayu.
Haduh matilah aku kalau sampai dia kerja sama Nadia, jangan mau,, jangan mau please,, batin Ayu penuh harap.
Ibu Diki hanya menjadi penonton saja.
"Maaf yah Nadia,, tapi aku udah duluan bilang iya pada Ayu,, aku benar-benar nggak enak,, dia juga udah bela-belain buat kesini,, massa aku langsung membatalkan gitu aja,, kan nggak baik,," ucap Diki sambil melihat Nadia.
Hmm kamu memang baik Diki,, walaupun hilang ingatan tapi sikap dan sifat kamu nggak berubah,, batin Nadia.
"Nggak apa-apa kan Nadia?" ucap Diki lagi sambil melihat Nadia.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa kok,, santai aja,," ucap Nadia lagi.
Ayu tampak sangat lega begitu mendengar ucapan Nadia dan juga Diki.
Syukur banget deh dia nggak mau,, batin Ayu.
"Ya udah ayo kita sarapan pagi bersama,, tapi maaf yah kalau sarapan paginya seadanya,, nggak seperti di rumah kalian," ucap Ibu Diki lagi.
"Nggak apa-apa kok Tante,," ucap Nadia dan Ayu secara bersamaan yang langsung membuat Nadia dan Ayu saling pandang lalu tersenyum.
Sementara di tempat lain..
Devan sedang pusing dan bingung dengan kelakuan Angel yang tiba-tiba sangat manja pada dirinya.
Bagaimana tidak seharusnya pagi-pagi Devan sudah selesai mandi dan bersiap-siap buat ke kantor tapi pagi ini Devan masih di tempat tidur menemani Angel yang melarangnya ke kantor.
"Sayang apa kamu serius melarang aku ke kantor?" tanya Devan sambil mengelus lembut rambut Angel.
__ADS_1
"Iya serius,, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada kamu," ucap Angel sambil melihat Devan.