
"Hah kamu mau ikut?" tanya Angel untuk memastikan pendengarannya.
Devan dengan semangat menganggukkan kepalanya.
"Iya tentu saja sayang,, kamu nggak suka kalau aku ikut?" tanya Devan sambil melihat Angel.
"Bukannya nggak suka, cuma takut aja nanti kamu cemburu," ucap Angel sambil nyengir melihat Devan.
"Yah makanya jaga jarak sayang,, sudah pasti aku akan cemburu jika istriku dekat-dekatan dengan mantan terindah nya," ucap Devan sambil melihat Angel.
"Dia kan belum jadi mantanku," ucap Angel lagi yang membuat Devan tampak berpikir.
"Hah,, iya juga yah,, jadi aku perebut pacar orang dong," ucap Devan.
"Iya sudah pasti itu," ucap Angel lagi sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Devan.
"Tapi nggak apa-apa deh,, nanti aku minta maaf aja telah merebut pacarnya," ucap Devan lagi.
"Yang pastinya nggak akan aku biarkan pacarnya kembali padanya karena pacarnya sudah jadi istriku,," ucap Devan.
__ADS_1
"Aku loh yang lebih berhak karena aku suami kamu,, jadi Miko kamu jangan sampai kalah start yah kalau misalnya ada wanita yang kamu sukai segeralah lamar,, karena nanti kamu ditikung orang lain," ucap Devan sambil melihat Miko.
"Hmmm kamu menikung dengan cara yang tidak terduga," ucap Angel.
Mereka pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Angel,, karena memang benar yang dikatakan Angel.
"Udah,, udah ayo bumil kita pulang ke rumah,, jangan kesal terus kasihan baby nya," ucap Devan sambil mengelus lembut rambut Angel.
"Baiklah," ucap Angel.
Dan akhirnya Angel dan Devan pun kembali ke rumah Devan.
Rumah Devan...
"Sayang,, kamu sudah pulang,, mama senang banget loh kamu pulang kesini, berarti sudah nggak marah lagi kan pada suamimu?" ucap Mama Devan yang sangat bahagia melihat Devan membawa Angel pulang ke rumah lagi.
"Iya dong ma,, usahaku nggak sia-sia," ucap Devan sambil tersenyum bahagia.
"Bagus nak," ucap mama Devan lagi memberikan dua jempol pada Devan.
__ADS_1
"Ayo sayang duduk dulu,," ucap Mama Devan sambil membawa Angel agar segera duduk di sofa.
Mereka pun berbincang-bincang dulu sebelum akhirnya Devan dan Angel masuk ke dalam kamar.
###############
Malam harinya...
"Sayang,, kamu udah siap?" tanya Devan sambil melihat Angel yang sedang dandan,, dan itu sudah tentu tak disukai Devan.
"Nggak usah dandan sayang,, kamu dandan untuk Diki?" ucap Devan sambil cemberut melihat Angel.
"Aku nggak dandan untuk dia,, aku dandan untuk kamu dan untuk diriku sendiri,, memang kamu mau istrimu dilihat nggak pantas untuk kamu,, karena aku nggak dandan?" ucap Angel sambil melihat Devan.
"Jangan perdulikan mereka karena apa pandangan mereka padamu nggak akan merubah rasa cintaku pada kamu,, yang terpenting sekarang kamu jangan dandan,, aku nggak mau kamu terlihat cantik dimata orang lain,, apalagi dimata Diki,, bagiku kamu sangat cantik meskipun nggak dandan,, apalagi ketika kamu memakai baju dinas malam kamu sayang,, kamu terlihat sangat cantik," ucap Devan sambil menaik-turunkan kedua alisnya melihat Angel.
Angel langsung mengerti dengan maksud Devan..
"Bisa-bisanya yah kamu kepikiran hal itu,, udah ahh ayo kita pergi aja sekarang,, perasaan aku nggak enak kalau lama-lama berada di dalam kamar ini,," ucap Angel sambil berjalan keluar kamar.
__ADS_1
Devan benar-benar menahan tawanya begitu melihat Angel yang tampak ketakutan,, Devan sengaja berucap seperti itu agar Angel tidak melanjutkan dandannya.